
Sore hari tanpa sinar matahari berwarna jingga di ufuk barat, hanya awan mendung yang menyelimuti langit Mojokerto karena hujan lebat disertai angin kencang baru saja berhenti.
Tepat pukul empat lebih lima belas menit sore, Elsa baru saja sampai di rumahnya. Ia melihat mobil Bu Kana sudah terparkir di dalam garasi rumahnya, hal ini membuat Elsa menjadi panik di dalam garasi rumahnya. Ia memikirkan alasan apa yang akan di ucapkan kepada Bu Kana ketika nanti di tanya kenapa ia baru pulang.
Elsa masuk ke dalam rumah nya dengan mengendap-endap seperti seorang pencuri yang takut ketahuan sang pemilik rumah. Ia mengedarkan pandangan nya untuk memastikan suasana di rumah nya sepi dan tentu nya tidak ada yang melihat nya saat ini.
Satu anak tangga telah di lewatinya dengan aman, namun saat menginjakkan kaki nya di anak tangga kedua ia di kejutkan suara Bu Kana yang terdengar dari dapur rumah nya. Elsa menghentikan langkah nya dan memilih diam di tempat tanpa menoleh ke belakang.
"ELSAA!!!" teriak Bu Kana dari dalam dapur rumahnya. Beliau berjalan menuju tempat Elsa berada. Bu Kana berdiri tepat di belakang Elsa sambil menatap sweater kedodoran yang di pakai oleh Elsa.
"Duh!!! kenapa jam segini mama udah di rumah sih!! biasanya kan jam lima Mama baru pulang!!" gumam Elsa dalam hati nya.
"Elsa!! balik badanmu, sini hadap ke Mama!!" Ucap Bu Kana dengan suara yang terlihat marah dengan Elsa.
Pelan-pelan Elsa membalikkan badan nya dan turun ke tempat Bu Kana berada saat ini. Ia menundukkan kepalanya karena tidak berani menatap wajah Bu Kana yang terlihat marah dengan nya.
"Kenapa jam segini baru pulang?" Tanya Bu Kana langsung ke inti nya.
"Tadi di sekolah Elsa latihan nyanyi Ma, karena Elsa di tunjuk sekolah untuk tampil di acara wisuda anak kelas dua belas." Ucap Elsa sembari menatap Bu Kana, namun setelah itu ia menundukkan lagi kepala nya karena begitu takut dengan Bu Kana.
"Kenapa tidak telfon Mama kalau pulang terlambat?" tanya Bu Kana sembari bersekedap.
"Handphonenya Elsa lowbat Ma..." Jawab Elsa dengan lirih.
Bu Kana menghela nafasnya kasar melihat Elsa yang terlihat ketakutan. Bu Kana menatap penampilan Elsa dengan seksama, beliau menaikkan satu alisnya ketika tahu sweater yang di pakai Elsa bukan lah miliknya.
"Sweater siapa yang kamu pakai El?" sebuah pertanyaan dari Bu Kana yang berhasil membuat Elsa terkejut bukan main karena ia lupa melepas sweater milik Ivan.
"Duh mati aku!!!" gumam Elsa dalam hatinya. Ia memejamkan matanya untuk mencari alasan yang tepat agar tidak ketahuan Bu Kana.
__ADS_1
"Ini... i-ini punya teman nya Elsa Ma..." Ucap Elsa dengan terbata.
"Kenapa kamu pakai?? kemana jaket kamu hemmm??" Bu Kana terus memberi Elsa pertanyaan karena beliau tahu Elsa sedang berbohong kali ini.
"Jaket Elsa... Jaket Elsa tadi kotor Ma, kena tumpahan jus melon waktu mau pulang." Ucap Elsa sembari memutar bola matanya untuk mencari alasan.
"Kamu tidak bohong El???" Bu Kana menatap wajah Elsa dengan tajam.
"Tidak Ma... tidak...." Jawab Elsa sambil menggelengkan kepala nya.
"Maafin Elsa Ma... Elsa berbohong." lanjut Elsa dalam hatinya.
Bu Kana hanya diam sambil mengamati Elsa yang terlihat salah tingkah. Beliau menatap Elsa dengan tajam tanpa berkata apa-apa, hal ini membuat Elsa semakin ketakutan.
"Apa Elsa boleh ke kamar sekarang Ma?" Akhirnya Elsa memberanikan diri untuk bertanya kepada Bu Kana.
"Boleh, tapi ingat jangan di ulangi lagi kesalahan hari ini!! dan jangan memakai barang orang lain!!" Ucap Bu Kana dengan tegasnya.
"Mama tahu El, sweater itu adalah milik seorang laki-laki. Entah kamu sedang menyembunyikan apa dari Mama saat ini, Atau mungkin kamu sudah mempunyai seorang pacar saat ini??" Ucap Bu Kana dalam hati nya sembari menatap punggung Elsa yang perlahan menghilang dari pandangan nya.
Sementara itu di dalam kamarnya, Elsa menghela nafasnya karena merasa lega bisa lolos dari pertanyaan sang Mama. Ia menyandarkan tubuhnya di pintu kamar nya sembari mengusap dadanya yang berdebar karena telah membohongi Bu Kana.
Setelah di rasa cukup tenang, Elsa melangkahkan kaki nya menuju cermin yang ada di pintu almari nya. Ia terkekeh ketika melihat penampilan nya saat ini dengan sweater milik Ivan yang kedodoran.
"Pantesan Mama curiga... sweater nya kalau aku pakai jadi kayak pakek dress pendek." ucap Elsa sambil menatap dirinya dari cermin yang ada di hadapannya.
Elsa melepas sweater yang di pakai nya saat ini. Ia merebahkan tubuhnya di atas ranjangnya sembari memeluk sweater milik Ivan dengan aroma parfum maskulin yang berhasil masuk ke dalam indra penciumannya. Ia memejamkan matanya sembari menghirup aroma parfum yang sangat di sukai nya itu.
"Aroma parfum yang selalu aku rindukan di hari minggu. Satu hari tidak mencium aroma ini membuatku gelisah tak menentu. Sungguh, aroma parfum ini berhasil menghipnotis ku untuk selalu memikirkan pemiliknya." Ucap Elsa dengan suara yang lirih sembari menatap langit-langit kamarnya.
__ADS_1
Tanpa membersihkan diri terlebih dahulu, Elsa merasakan kantuk tengah menyerang dirinya, karena rasa lelah yang melanda diri Elsa membuatnya begitu cepat terlelap dalam tidurnya dan Ia mulai berkelana dalam alam mimpi yang begitu indah.
Satu jam telah berlalu, suara adzan magrib menggema di segala penjuru, saat nya semua umat muslim melaksanakan kewajiban tiga rakaatnya. Elsa mengeliatkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri karena merasa ada yang mengganggu tidurnya. Ia mengerjapkan mata nya pelan untuk melihat siapa yang berani mengganggu tidur nyenyak nya.
"Kak Emran!!!" Ucap Elsa ketika melihat wajah Emran saat kelopak mata nya terbuka dengan sempurna.
"Hey pemalas cepat bangun!! sampai kapan kamu akan tidur dengan seragam sekolah seperti ini?!" Ucap Emran yang sedang duduk di pinggir ranjang Elsa.
"Sejak kapan kakak pulang?" Tanya Elsa setelah duduk di samping Emran.
"Setengah jam yang lalu. Cepat mandi sana sebelum Mama kembali dari supermarket!!" Perintah Emran kepada Elsa. Ia tidak ingin adik kesayangan nya ini di omeli oleh Bu Kana ketika tahu Elsa baru bangun dari tidurnya di jam saat ini.
"Aku harus cepat mandi nih, aku takut Mama marah lagi sama aku kak!!" Ucap Elsa sembari berdiri dari ranjang nya. Ia membuka Almari nya untuk mengambil bathrobe baru yang tersimpan disana.
"Apa ini milik pacar kamu El?" Tanya Emran ketika mengambil sweater yang ada di ranjang adiknya.
"Iya kak." Jawab Elsa sambil berjalan menuju kamar mandi.
Emran diam sambil menatap sweater yang ada di tangan nya. Entah apa yang ada dalam pikiran Emran saat ini hingga membuat ia tersenyum tipis sambil menganggukkan kepalanya.
_
_
Happy Reading kak, semoga suka♥️😍
_
_
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️