PUNCAK CINTA

PUNCAK CINTA
Kenapa harus lagu ini?


__ADS_3

Matahari memancarkan sinarnya dengan penuh semangat. Cuaca cerah tengah menyelimuti kota Mojokerto dan sekitarnya. Saat ini Ivan duduk di ruang tamu yang ada di rumah Elsa, Ia menunggu Elsa yang masuk ke dalam ruang musik milik Emran untuk mengambil gitar yang ada di dalam sana.


Masih memakai seragam yang lengkap, Elsa keluar dari dalam rumahnya dengan membawa gitar di tangan nya. Ia duduk di sofa tunggal yang ada di samping Ivan.


"Kita mau nyanyi lagu apa Van?" Tanya Elsa kepada Ivan yang mulai mencoba gitar milik Emran.


"Terserah kamu aja, kamu bisa nyanyi lagu apa?" Tanya Ivan tanpa memandang Elsa. Sejenak Elsa berfikir lagu apa yang dia kuasai.


"Bagaimana kalau lagu duet nya Acha sama Irwansyah, judulnya Ada Cinta." Ucap Elsa setelah teringat lagu yabg sering ia nyanyikan bersama Emran dulu.


"Ada Cinta?? berarti aku juga harus ikut nyanyi?" Ivan bertanya sembari menatap wajah Elsa.


"Iya Van, nama nya juga duet. Aku ada kok catatan lirik dan chord nya." Elsa berdiri lalu berjalan masuk ke dalam ruangan Emran lagi untuk mengambil catatan yang di maksudnya.


Beberapa saat kemudian Elsa sudah kembali ke ruang tamu dengan membawa catatan chord milik Emran di tangan nya, Elsa memberikan catatan itu kepada Ivan untuk di pelajari nya.


"Van, kamu pelajari aja dulu Chord nya. Aku mau ganti baju dulu ya." Pamit Elsa sebelum berlalu pergi menuju kamarnya.


Sepeninggalan Elsa, Ivan mulai mempelajari chord lagu yang Elsa inginkan. Ivan juga mencoba menyanyikan lagu milik Acha dan irwansyah itu. Ivan sama sekali belum pernah menyanyikan lagu ini jadi ia harus menghafal terlebih dahulu.


Elsa kembali ke ruang tamu dengan membawa makanan ringan dan minuman dingin untuk Ivan. Ia kembali duduk di tempat asalnya sembari menatap Ivan yang sedang menghafal lirik lagu.


"Van, di minum dulu." Ucap Elsa dengan memandang wajah Ivan.


"Terima kasih." Jawab Ivan sebelum mengambil gelas yang berisi minuman dingin.


Tanpa membuang waktu mereka berdua langsung latihan untuk menyanyikan lagu yang akan di praktekkan minggu depan. Ivan berkonsentrasi menghafal chord yang mudah bagi nya. Ia juga mulai mencoba menghafal lagunya. Ivan menaikkan satu alisnya setelah mencerna lirik lagu yang di inginkan oleh Elsa, Ia melirik Elsa yang sedang membaca catatan lirik yang ada di tangannya.


"Apa dia sengaja memilih lagu ini..." Gumam Ivan dalam hati nya.


"Apa tidak ada lagu lain yang kamu bisa selain ini El?" Tanya Ivan sambil memandang Elsa.

__ADS_1


"Tidak ada, hanya lagu ini yang aku hafal." Ucap Elsa tanpa menatap wajah Ivan.


"Kenapa harus lagu ini?" Tanya Ivan lagi.


"Ya karena aku hafal liriknya, aku sering nyanyi lagu ini sama kakak ku dulu." Kali ini Elsa menatap wajah Ivan dengan seksama.


"Karena lagu ini cocok dengan Kita saat ini Van..." Lanjut Elsa dalam hati nya.


Ivan mengalihkan pandangan nya ke arah lain karena tatapan Elsa begitu menggetarkan hatinya. Ia tak akan kuat jika memandang Elsa terlalu lama. Ia kembali fokus menghafal lirik lagunya.


Waktu terus berlalu sampai matahari perlahan turun ke arah barat. Ivan segera berpamitan pulang ketika mendengar suara adzan ashar di masjid yang ada di komplek perumahan Elsa. Saat Ivan beranjak dari tempat duduk nya, tiba-tiba saja Bu Kana berjalan masuk ke dalam ruang tamu.


"Assalamualaikum..." Ucap Bu Kana.


"Waalaikumsalam..." jawab Ivan dan Elsa bebarengan. Mereka berdua mengalihkan pandangan ke arah pintu dimana Bu Kana berada saat ini.


"Mama...!!" Ucap Elsa yang sedikit terkejut melihat Bu Kana pulang di jam seperti ini.


"Ini Ivan Ma, teman sekelas Elsa. Kami sedang belajar kelompok Ma..." Jawab Elsa dengan perasaan yang was-was.


"Oh ya sudah, silahkan dilanjutkan." Ucap Bu Kana.


"Maaf Bu, kami sudah selesai. Saya pamit pulang dulu Bu..." Ucap Ivan setelah menghampiri Bu Kana. Ia langsung membungkuk untuk mencium punggung tangan Bu Kana.


"Oh kenapa buru-buru?? kalau belum selesai di lanjutkan saja." Ucap Bu Kana setelah Ivan menegakkan tubuhnya.


"Kami sudah selesai bu..." Ucap Ivan sebelum berjalan keluar dari ruang tamu Elsa.


Elsa berjalan di belakang Ivan untuk mengantar Ivan sampai di teras rumahnya. Elsa menatap punggung Ivan yang perlahan menjauh dari pandangan nya. Elsa segera masuk ke dalam rumahnya, tak lupa ia membawa masuk gitar Emran yang tadi di pakai latihan bersama Ivan.


Bu Kana duduk di ruang keluarga sembari menunggu Elsa yang masih berada di ruang musik yang tak jauh dari ruang keluarga.

__ADS_1


"Elsa!! Duduk sini..." Ucap Bu Kana ketika melihat Elsa yang akan naik ke tangga. Tanpa banyak bicara Elsa mengikuti perintah Bu Kana untuk duduk di samping nya.


"Ada apa Ma?" Tanya Elsa ketika sudah duduk di samping Bu Kana.


"Apa yang tadi itu pacar kamu?" Tanya Bu Kana tanpa basa basi.


"Tidak Ma, kami hanya teman." Jawab Elsa sembari menatap wajah sang Mama.


"Apa ucapan kamu bisa di percaya El?" Tanya Bu Kana dengan wajah serius nya.


"Iya Ma kami hanya teman satu kelas." Elsa menekan kata teman saat berbicara di hadapan Bu Kana.


"Ya sudah kamu sekarang mandi dulu gih!! Ingat El kata-kata Mama yang dulu, kamu tidak boleh pacaran dulu, kamu harus fokus sekolah." Ucap Bu Kana dengan menatap wajah Elsa dengan serius.


"Iya Ma." ucap Elsa dengan senyum manis yang mengembang di wajahnya. Setelah obrolan berakhir, Elsa pamit untuk pergi ke kamarnya. Ia berjalan menaiki tangga rumahnya satu persatu dengan hati yang gelisah.


"Setelah ini Mama gak boleh tahu jika aku sering bersama Ivan. Aku harus hati-hati jika ingin terus bersama dengan Ivan." Gumam Elsa dalam hatinya saat sedang berjalan memasuki kamarnya yang luas itu. Ia segera membaringkan tubuhnya di atas ranjang untuk istirahat sebentar sebelum melakukan ritual sore di dalam kamar mandi.


_


_


_


Happy Reading kakak😍 semoga suka♥️


_


_


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2