PUNCAK CINTA

PUNCAK CINTA
Berangkat sekolah bersama.


__ADS_3

Gemerlap bintang bertabur di langit gelap yang ada di tempat tinggal Ivan, bulan purnama tengah memancarkan sinar terangnya menambah keindahan pemandangan di atas langit.


Jam menunjukkan pukul sepuluh malam namun Ivan masih merebahkan diri di atas sofa yang ada di ruang tamu sembari memandang ponselnya. Jari tangannya sejak tadi sibuk mengetik di keypad ponselnya untuk membalas pesan dari Elsa.


"Van, kamu gak tidur?" Tanya Bu Nurul yang sedang berdiri sembari mengamati Ivan.


"Sebentar lagi Bund." Jawab Ivan sembari meletakkan ponselnya di atas meja ruang tamu.


"Dari tadi Bunda amati kamu terus main ponsel Van, apa sudah belajar?" Tanya Bu Nurul, kali ini beliau duduk berhadapan dengan Ivan.


"Sudah Bund, Ivan sudah belajar dari tadi kok." Jawab Ivan seraya menganggukkan kepala nya pelan.


"Ya sudah Bunda mau tidur dulu. Jangan terlalu larut tidurnya, lagian apa Elsa jam segini belum tidur Van?" Sarkas Bu Nurul.


"Hah Elsa???" Ivan terkejut mendengar ucapan Bu Nurul yang tepat pada sasarannya.


"Bagaimana Bunda tau kalau aku sedang mengirim pesan dengan Elsa." Tanya Ivan dalam hatinya sambil memandang Bu Nurul.


"Iya Elsa, memang siapa lagi yang kamu hubungi kalau bukan Elsa." Ucap Bu Nurul seraya berdiri dari tempat duduknya kemudian beliau berjalan masuk ke dalam rumah namun setelah sampai di ambang pintu ruang tengah beliau membalikkan badan nya sambil menatap Ivan.


"Jangan sampai prestasi kamu turun hanya gara-gara jatuh cinta Van, pacaran boleh asal tidak mengganggu pelajaran kamu Van." Ucap Bu Nurul yang setelah itu berjalan lagi menuju kamarnya.


Ivan termangu setelah mendengar ucapan sang Bunda, ia mencerna apa yang baru saja di ucapkan oleh Bunda nya. Ivan bertanya dalam hati nya bagaimana bisa Bu Nurul tahu jika Ia dan Elsa saat ini berpacaran padahal ia belum menceritakan hal itu kepada Bu Nurul.


Setelah beberapa menit berkelana dalam fikiran nya sendiri, Ivan memutuskan untuk masuk ke dalam kamarnya karena besok ia harus bangun lebih pagi dari biasanya. Ia tidak ingin terlambat menjemput Elsa di depan rumah sakit tempat mereka bertemu di hari esok.


⭐⭐⭐


Matahari belum menampakkan diri, dingin nya embun di pagi hari masih bisa di rasakan oleh semua orang namun semua itu bisa di lalui oleh Ivan. Demi untuk menjemput pujaan hatinya, ia rela harus berangkat pagi menembus embun pagi yang masih tebal.


Tepat jam enam pagi Ivan sudah sampai di depan pagar rumah sakit yang menjulang tinggi. Ia duduk di atas motornya untuk menunggu kedatangan Elsa.


Beberapa menit setelah itu nampak Elsa berjalan keluar dari tempat parkir rumah sakit tempat dimana ia memarkirkan mobil nya. Elsa menolehkan kepalanya ke kanan dan kiri untuk mencari keberadaan Ivan. Senyum tipis terbit dari bibirnya ketika melihat Ivan sudah menunggunya tepat di bawah pohon rindang yang ada di sisi jalan.


"Sudah lama Van nunggu aku disini?" tanya Elsa setelah sampai di samping Ivan.

__ADS_1


"Enggak kok, ayo berangkat El." Ucap Ivan sembari memakai kan helm yang di bawanya tadi di kepala Elsa.


"Masih pagi udah romantis aja sih Van." gumam Elsa dalam hatinya setelah naik di jok belakang motor Ivan.


Setelah memastikan Elsa sudah naik di atas motornya, Ivan segera melajukan motornya dengan kecepatan sedang untuk segera sampai di sekolah. Di sepanjang perjalanan tidak ada yang saling mengeluarkan kata, mereka berdua hanya diam sembari menyelami pikiran masing-masing. Ivan tersenyum tipis ketika melihat Elsa dari kaca spion nya sedang menatap ke arah lain dengan senyum manis yang terus mengembang di wajah nya.


Jantung Ivan berpacu dengan cepat tak kala kedua tangan Elsa tiba-tiba melingkar di perutnya. Sungguh hal ini membuat Ivan menjadi salah tingkah, Ia merasakan tubuh Elsa menempel di punggung nya.


Perjalanan terus berlanjut sampai mereka sudah dekat dengan sekolah mereka, elsa melepaskan tangan nya dan sedikit memundurkan tubuhnya agar tidak ketahuan teman-temannya.


"Yah kenapa di lepas sih tangan nya." Gumam Ivan dalam hati nya setelah merasakan tangan Elsa tidak ada di perutnya lagi.


Farah yang baru saja turun dari motornya terus menatap Elsa dan Ivan yang baru saja sampai di tempat parkir, Ia bertanya dalam hati kenapa bisa Elsa dan Ivan berangkat bersama sedangkan rumah mereka berdua berbeda arah.


"Apa mereka berdua pacaran ya??" Gumam Farah dengan suara lirihnya. Ia juga melihat Ivan sedang membantu melepaskan helm yang di pakai oleh Elsa.


"Ah nanti aku tanya Elsa langsung aja deh dari pada penasaran." Ucap Farah sembari berjalan meninggalkan tempat parkir. Ia berangkat pagi karena hari ini adalah jadwal piket nya.


Suasana sekolah masih terasa sepi, hanya beberapa siswa saja yang sudah datang dan kebanyakan itu adalah anak kelas dua belas yang akan melaksanakan ujian beberapa bulan lagi.


"Apa kalian anak kelas sepuluh IPS 2?" Tanya seorang guru wanita yang bernama Bu Hesti.


"Iya Bu." jawab Ivan dan Elsa serempak.


"Benar nama kalian Ivan Ardiansyah dan Elsara Anjani?" tanya Bu Hesti.


"Iya Bu..." Jawab Elsa.


"Ada apa ya Bu?" Tanya Ivan penasaran.


"Ayo ikut saya masuk ke dalam ruang guru, ada yang harus saya bicarakan kepada kalian." Ucap Bu Hesti sebelum berjalan masuk ke dalam ruang guru.


Ivan dan Elsa mengekor di belakang Bu Hesti dengan rasa penasaran yang ada di dalam diri masing-masing. Setelah sampai di meja Bu Hesti, mereka berdua duduk di kursi berhadapan dengan Bu Hesti.


"Apa kalian tahu kenapa saya memanggil kalian kesini?" tanya Bu Hesti sambil menatap Ivan dan Elsa bergantian.

__ADS_1


"Tidak bu." Jawab Ivan dan Elsa bebarengan.


"Beberapa waktu yang lalu saya mendapat laporan dari Bu Jujuk, jika ada siswanya yang berbakat di musik dan suara. Bu Jujuk menyetorkan nama kalian untuk mengisi acara perpisahan untuk anak kelas dua belas nanti. Jadi apa kalian bersedia?" Bu Hesti menjelaskan apa yang akan di rencanakan nya.


Elsa dan Ivan saling tatap setelah mendengar permintaan Bu Hesti, mereka masih bingung harus bagaimana menyikapi permintaan Bu Hesti. Setelah beberapa menit akhirnya Ivan mengeluarkan suaranya.


"Apa ibu yakin akan menampilkan kita di acara wisuda nanti? Performa kami tidak terlalu bagus bu kami hanya belajar otodidak waktu ada tugas praktek dari Bu Jujuk." Ucap Ivan sambil menatap Bu Hesti.


"Iya bu, suara saya juga tidak terlalu bagus. Saya takut akan membuat malu pihak sekolah di depan tamu-tamu yang hadir nanti." Elsa pun ikut mengeluarkan pendapatnya.


"Tidak masalah, kalian bisa berlatih bersama dengan anak-anak yang mengikuti ektra kulikuler banda, nanti ibu akan merekomendasikan kalian kepada guru pengajar musik disana supaya kalian bisa di latih dengan baik." Ucap Bu Hesti dengan senyum indah yang bisa membuat semua siswa tidak takut kepadanya.


Bu Hesti juga menjelaskan bagaimana susunan acara yang nanti akan di gelar ketika wisuda, Bu Hesti meminta Ivan dan Elsa menampilkan dua lagu untuk mengisi acara wisuda nanti.


"Kalian boleh kembali lagi ke kelas, karena sebentar lagi bel masuk akan berbunyi." Ucap Bu Hesti setelah menatap jam dinding besar yang ada di depan kantor.


"Baik Bu, kami permisi dulu." Ucap Ivan setelah berdiri dari tempat duduknya, tak lupa mereka berdua menunduk dengan hormat sebelum pergi meninggalkan kantor guru.


Ivan dan Elsa berjalan menuju kelasnya sembari membicarakan hal yang baru saja di minta oleh Bu Hesti. Mereka berdua juga membahas bagaimana cara agar mereka dapat memberikan performa yang baik nantinya.


"Ayo kita masuk dulu, nanti di lanjutkan lagi pembahasan soal pentas seni nya." Ucap Ivan sambil berjala masuk ke dalam kelas nya.


_


_


_


Happy Reading kak, semoga suka ya♥️😍


_


_


_

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2