
Tiga Bulan kemudian ...
Siluet jingga terlukis di langit yang biru, pertanda senja akan segera datang. Kicauan burung yang memanggil kawannya untuk pulang ke sarang terdengar saling bersahutan.
Sebuah mobil hitam berhenti di halaman luas rumah Pak Hamid, membuat keempat anggota keluarga yang tengah bersantai di teras rumah mengalihkan pandangannya ke arah mobil mewah itu.
"Om ... Om ... Om Ran!" Teriak Rafa ketika melihat Emran keluar dari pintu mobilnya. Ia berlari ke tempat Emran berdiri saat ini.
Emran tersenyum manis ke arah keponakannya yang sangat antusias karena kedatangannya. Ia segera meraih tubuh gembul Rafa untuk di gendongnya.
"Assalamualaikum ... " Ucap Emran.
"Waalaikumsalam ...." Jawab semua orang yang berada di teras rumah.
Emran menjabat satu persatu penghuni rumah sederhana ini tanpa menurunkan Rafa dari gendongannya.
"Van, ajak kakakmu masuk, Nak." Ucap Pak Hamid.
"Mari kak, silahkan masuk." Ucap Ivan.
"Om, Fafa punya lobot balu. Main yok!" Ucap Rafa kepada Emran.
"Hmmm ... Rafa punya robot apa?" Tanya Emran sembari berjalan masuk kedalam ruang tamu.
Sesampainya diruang tamu, Emran menurunkan Rafa, lalu ia duduk di sofa berhadapan dengan Ivan dan Elsa.
"Bagaimana kabar Kakak dan Papa Mama?" Tanya Elsa setelah mendudukkan dirinya di samping Ivan.
"Kami semua baik-baik saja, El." Ucap Emran sembari memandang adik kesayangannya itu.
"Ada apa kak?" Tanya Elsa ketika melihat kegusaran di wajah Emran.
Ivan beranjak dari tempatnya ketika mendengar suara teriakan Rafa yang ada di ruang tengah. Ia berpamitan kepada Emran untuk melihat Rafa yang ada di dalam. "Aku permisi dulu kak." Ucap Ivan.
Emran hanya menganggukkan kepalanya, ia kembali menatap wajah cantik adiknya. Emran pun membuka tas yang sejak tadi tersampir di pundaknya.
Elsa mengernyitkan keningnya ketika melihat Emran meletakkan sebuah undangan di meja, sejenak ia fokus pada undangan berwarna putih yang ada di atas meja, lalu ia kembali menatap wajah Emran.
__ADS_1
"Kakak menikah?" Tanya Elsa yang menampilkan wajah penasarannya.
"Iya El." Jawab Emran singkat.
"Selamat ya kak, akhirnya kakak bisa membawa kak Dina kerumah Papa." Sebuah senyum tipis terbit dari bibir Elsa.
"Bukan nama Dina yang ada di undangan itu, El." Ucap Emran dengan nada penuh sesal.
Suasana menjadi hening, Elsa terkejut setelah mendengar ucapan Emran. Diraihnya undangan yang ada di atas meja untuk di lihatnya. Ia semakin melebarkan matanya tatkala memandang foto prewedding yang tercetak disana, ia pun membaca nama wanita yang akan menjadi kakak iparnya.
"Mega Puspita." Elsa bergumam sendiri. Lalu ia menatap Emran dengan banyak tanda tanya. Ia tidak tahu apa yang sudah terjadi kepada sang Kakak.
Ivan yang sejak tadi sibuk bersama Rafa, kini sudah kembali duduk di samping Elsa, dan tentunya dengan Rafa yang membawa mainan di tangannya.
Emran mengerti dengan ekspresi wajah penasaran Elsa, lalu ia menjelaskan apa yang sedang ia lalui saat ini. Tidak ada sedikitpun yang ia tutupi dari Elsa, semua telah di ceritakan oleh Emran, termasuk pernikahannya bersama Dina.
Elsa dan Ivan tercengang setelah mendengar apa yang di ucapkan oleh Emran. Mereka berdua tidak percaya jika Emran akan berpoligami setelah ini.
"El, Van. Tolong datanglah ke pesta pernikahan kakak." Ucap Emran dengan raut wajah memohon.
"Tapi kak, Mama tidak mengundang kami." Ucap Elsa penuh sesal.
"Apa kehadiran kami tidak akan membuat Mama marah kak?" Tanya Ivan.
"Mungkin tidak El, Mama juga pasti rindu dengan kamu. Sudah dua tahun lebih kamu tidak bertemu dengan Mama El." Tutur Emran yang membuat mata Elsa tiba-tiba berembun.
Keheningan tengah terasa di dalam ruang tamu, rasa rindu membaur dengan rasa kecewa pada diri. Entah apa yang harus Elsa dan Ivan lakukan setelah ini.
"Tolong pertimbangkan permintaan Kakak kali ini El. Kakak sangat berharap kamu hadir di pesta pernikahan Kakak nanti." Ucap Emran untuk memecah keheningan yang terjadi di antara mereka.
"Kakak pamit pulang dulu, Kakak mau pulang ke Malang." Lanjut Emran yang kini berdiri dari tempatnya.
Ivan dan Elsa beranjak dari tempatnya untuk mengantar kepulangan Emran. Mobil hitam milik Emran perlahan hilang dari pandangan mereka berdua, menyisakan sebuah rasa yang bercampur aduk dalam diri Elsa.
Suara adzan magrib telah berkumandang, menandakan kewajiban tiga rakaat siap dilaksanakan. Di dalam kamarnya, Elsa termenung sembari menatap undangan yang ada di tangannya. Sejak tadi ia hanya membolak balikkan kertas berwarna putih itu.
"Sayang, ada apa?" Tanya Ivan ketika masuk ke kamar, ia baru saja selesai menunaikan tiga rakaatnya.
__ADS_1
"Tidak ada apa-apa Mas." Elsa mengalihkan pandangannya ke arah Ivan, ia pun meletakkan undangan itu di atas kasur.
Ivan duduk di samping Elsa, ia meraih tangan kanan Elsa dan di genggamnya dengan penuh kelembutan. Ia tahu saat ini pasti Elsa tengah di landa kebimbangan yang luar biasa. Raut wajah gusar terlukis di wajah cantiknya.
"Kamu ingin datang ke pernikahan Kak Emran?" Tanya Ivan setelah beberapa saat terdiam.
"Tentu saja, aku ingin hadir disana Mas." Jawab Elsa yang kini menatap wajah tampan suaminya.
"Bagaimana menurutmu, Mas?" Elsa mengubah posisinya untuk menghadap Ivan.
Ivan hanya diam, ia memikirkan apa yang harus di ucapkan kepada sang istri. Jujur saja, ia tidak ingin hadir disana. Ia tidak ingin terjadi sesuatu dengan Elsa dan Bu Kana, karena sejauh ini hubungan mereka belum baik-baik saja.
"Kalau menurutku kita tidak usah datang kesana, Sayang." Ucap Ivan yang kini menatap manik hitam Elsa.
"Kenapa, Mas?" Tanya Elsa
"Mama tidak mengundang kita, Mama pasti tidak menginginkan kehadiran kita disana." Jawab Ivan sembari membenarkan poni Elsa yang sedikit berantakan.
"Tapi Mas, Kak Emran kan mengundang kita. Aku ingin melihat Kak Emran menikah Mas." Ucap Elsa dengan wajah memohon.
Ivan menghela nafasnya, kalau sudah seperti ini tidak mungkin ia bisa menghentikan Elsa. Ia tidak akan sanggup menghentikan keinginan kuat Elsa.
"Baiklah, nanti kita pikirkan lagi untuk masalah ini. Sekarang sholatlah dulu karena waktunya sebentar lagi akan habis." Ucap Ivan dengan diiringi senyum manis setelahnya.
_
_
Selamat membaca Kak, semoga suka ♥️😍
Yang mau kenal sama othornya bisa dong follow medsos othor yakk🤣🤣🤣
...FB: Titik Pujiningdyah...
...IG: @tie_tik...
_
__ADS_1
_
❤️❤️❤️❤️