PUNCAK CINTA

PUNCAK CINTA
Bertemu dengan Dimas.


__ADS_3

"Elsa, Bude Mala dalam perjalan kesini bersama calon mertua dan calon suamimu." Ucap Bu Kana setelah menutup panggilan dari Bu Mala.


Elsa meletakkan majalah yang ia baca. Bola matanya memutar jengah, Senyum palsu terbit dari bibirnya.


"Iya ma." Ucap Elsa.


Empat hari pasca operasi, kondisi Bu Kana sudah lebih baik. Apalagi setelah mendengar Elsa mau menuruti kemauannya. Bu Kana tersenyum menatap Elsa yang kembali membuka majalahnya, beliau membayangkan Elsa tersenyum bahagia di hari pernikahannya nanti.


Satu jam kemudian, tamu spesial yang sejak tadi di tunggu oleh Bu Kana telah datang. Sosok yang biasa di sebut singa betina oleh Elsa, kini sudah berada di dalam ruangan Bu Kana beserta dua orang yang tidak di kenali Elsa.


"Jadi pria ini yang akan di nikahkan denganku? Mama ini gimana coba, pria kurus kering gitu kok katanya tampan!" Gerutu Elsa dalam hatinya ketika melihat pria yang ada di samping Bu Mala.


Dimas, itulah nama calon suami Elsa yang saat ini tengah mengulas senyumnya sembari menatap wajah datar Elsa. Mereka bertiga di persilahkan duduk oleh Bu Kana di sofa yang ada di dekat jendela.


"Nak Dimas, itu anak tante yang akan menjadi calon istri kamu." Ucap Bu Kana dengan senyum manisnya. Beliau duduk di atas bed nya.


Dimas beralih menatap Elsa, ia mengulurkan tangan kanannya di hadapan Elsa.


"Dimas."


"Elsa."


Bu Heni tersenyum simpul ketika menatap calon menantunya yang cantik dan anggun itu. Beliau sangat bersyukur karena Elsa akhirnya menyetujui perjodohan ini.


Beberapa menit telah berlalu, Bu Mala mulai membahas tentang rencana pernikahan Elsa dan Dimas.


"Boleh Saya meminta sesuatu untuk pernikahan saya?" sahut Elsa setelah mendengar pembicaraan panjang Bu Mala yang menyebutkan harta apa saja yang di miliki oleh Dimas.

__ADS_1


"Katalanlah Elsa! aku pasti memenuhi nya." Ucap Dimas dengan santainya.


"Elsa ingin pernikahan ini cepat di laksanakan. Tanpa tunangan atau resepsi. Elsa ingin bulan depan melakukan akad nikahnya." Ucap Elsa sembari menatap Bu Mala.


Semua orang yang ada di ruang inap Bu Kana terkejut mendengar keinginan Elsa. Bu Mala melebarkan matanya ke arah Elsa yang masih bersikap tenang.


"Baiklah, aku tidak masalah. Kita akad nikah dulu, setelah kamu siap kita bisa mengadakan resepsi pernikahan kita, karena aku sadar kita belum saling mengenal bukan?" Ucap Dimas dengan senyumannya.


"Tidak masalah Jeng kalau Elsa ingin seperti itu. Setelah Jeng Kana sembuh, saya akan kerumah Jeng kana untuk membicarakan acara pernikahan ini bersama suami saya." Ucap Bu Heni dengan suara lembutnya.


"Iya Jeng, saya minta maaf loh kalau permintaan Elsa memberatkan Nak Dimas." Ucap Bu Kana.


"Tidak masalah tante, itu hal mudah untuk saya. Meski Elsa minta minggu depan akad nikah saya sanggup tante." Ujar Dimas yang tak mengalihkan pandangannya dari wajah Elsa.


"Cih! Sombong banget jadi cowok!" Umpat Elsa dalam hatinya.


Ketiga wanita paruh baya itu mengalihkan pembicaraannya untuk membahas hal lain, sedangkan Elsa hanya diam mendengarkan Dimas yang sedang menceritakan harta yang ia miliki.


"Astaga Mama! Apa yang Mama lihat dari Dimas! Bahkan Elsa tidak tertarik sedikitpun dengan dia." Elsa mendengus kesal setelah pintu lift yang ada di hadapannya tertutup kembali.


...💠💠💠💠...


Sudah satu minggu Bu Kana berada dirumahnya, setelah bed rest di rumah sakit selama sepuluh hari, akhirnya Bu Kana bisa merasakan empuknya ranjang king size miliknya.


Malam ini akan ada pertemuan keluarga di rumah Bu Kana untuk membahas pernikahan Elsa dan Dimas yang sebentar lagi akan di laksanakan.


Jamuan makan malam sudah tertata rapi di meja makan, Bu Kana dan Pak Roni juga sudah rapi dengan pakaian batik berwarna hitam.

__ADS_1


"Elsa, ayo ke depan! Dimas dan keluarganya sudah sampai di depan." Ucap Bu Kana ketika mendengar suara mobil yang berhenti di halaman rumahnya.


Di ruang tamu, kedua keluarga besar ini membahas akad nikah yang dilaksanakan beberapa minggu lagi. Semua berkas untuk mengurus surat pernikahan telah di setorkan ke kantor KUA. Tinggal menunggu tanggalnya saja mereka berdua akan resmi menjadi suami istri.


Dimas terus memandang wajah datar Elsa yang ada di hadapannya. Ia tersenyum ketika Elsa tak sengaja menatapnya.


"Ih gak banget tuh laki!" Gerutu Elsa dalam hatinya.


Setelah semua selesai membahas masalah pernikahan. Kini saatnya menikmati makan malam yang telah di sediakan di ruang makan.


"Elsa, kamu kan calon istrinya Dimas, alangkah baiknya jika kamu yang menyiapkan makanan untuk Dimas, sekalian belajar menjadi istri yang baik gitu." Suara Bu Mala memecahkan keheningan yang ada di ruang makan.


"Apa sih mau nya singa betina ini! terlalu banyak bicara!" Gerutu Elsa sembari menatap Bu Mala.


"Tidak usah tante, saya bisa ambil sendiri." Ucap Dimas yang sedang menatap Elsa.


Makan malam berlangsung tanpa ada yang mengeluarkan suara. Semua menikmati berbagai macam makanan yang tersaji di atas meja makan.


"Aku besok harus menemui Bu Nurul, bagaimanapun juga aku harus berani berpamitan kepada orangtua Ivan." ucap Elsa dalam hatinya sembari mengusap bibirnya dengan tissu yang baru saja diambilnya.


_


_


Happy reading kak, semoga suka😍♥️


_

__ADS_1


_


❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2