
Suara kicauan burung terdengar saling bersahutan, menemani gadis berambut panjang yang sedang termenung di sudut ruangan. Entah apa yang sedang di fikirkannya hingga ia tidak menyadari kehadiran pria yang sejak tadi di tunggunya.
Ivan hanya tersenyum melihat Elsa yang sedang asyik dalam lamunannya. Ia diam di sisi kiri Elsa sembari menikmati ciptaan tuhan yang begitu indah di depannya.
Satu kecupan berhasil mendarat di pipi mulus Elsa, tentu saja hal itu membuat si pemiliknya tersentak setelah merasakan kelembutan dari bibir berwarna gelap milik Ivan.
"Ivan! kamu bikin aku terkejut saja!" Ujar Elsa seraya memukul lengan bergelombang Ivan.
Ivan hanya tersenyum melihat bibir manyun Elsa, ia terus menatap wajah yang sedang tertekuk itu.
"Jadi, kamu tadi kesini hanya untuk melamun El?" Tanya Ivan yang mengubah posisi duduk nya menjadi berselonjor.
Bukannya menjawab, Elsa malah merebahkan kepalanya diatas paha Ivan. Ia menatap wajah tampan yang sedang tertunduk itu.
"Aku kesini karena merindukanmu." Ucap Elsa dengan tangan kanan yang mengusap pipi Ivan dengan lembut.
Pandangan mereka bersirobok, saling menyelami manik hitam masing-masing yang menyiratkan sebuah gelora cinta yang membara. Elsa mengubah posisinya, ia duduk di samping Ivan dengan jarak yang hanya beberapa inci saja.
"Ada apa?" Tanya Ivan ketika menyadari ada sesuatu yang tersirat dari manik hitam Elsa.
Elsa hanya diam, ia sedang berfikir bagaimana ia harus memulai semua ini.
"Apa kamu benar-benar mencintaiku Van?" Tanya Elsa tanpa mengalihkan pandanganya dari netra teduh di hadapannya.
"Tentu saja, aku sangat mencintaimu El. Apa kamu masih meragukan perasaanku setelah semua yang kita lalui selama ini." Ucap Ivan dengan suara tegasnya.
Elsa berdiri dari tempat duduknya, Ia menghirup nafasnya dalam dengan mata yang terpejam.
"Kalau kamu benar mencintaiku, sekarang ikutlah denganku!" Elsa menarik tangan Ivan.
Ivan mengikuti permintaan Elsa, ia berdiri dari tempat duduknya dengan rasa penasaran yang ada dalam dirinya. Ia masih bingung melihat tingkah aneh Elsa.
__ADS_1
Tanpa berkata apapun, Elsa berjalan ke dalam ruang tengah, Ia terus berjalan menuju kamar Ivan. Ia berhenti disana dan tanpa ragu Elsa membuka pintu kamar yang tertutup itu.
"Elsa, kenapa harus ke kamar? apa yang akan kamu cari disana?" Ivan menarik pergelangan tangan Elsa ketika Elsa melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam kamar berwarna putih itu.
"Kamu mencintaiku, kan? Jadi jangan banyak bertanya. Ikutilah apa yang aku akan lakukan."
Sejenak Ivan terdiam, ia mencoba menerka apa yang di inginkan oleh Elsa, namun semua pikiran itu sirna begitu saja tak kala ia sudah berada di dalam kamarnya bersama Elsa. Ia semakin bingung tak kala Elsa mengunci pintu kamarnya.
Ivan hanya diam sembari memandang wajah cantik yang ada di hadapannya saat ini. Ia tersentak tak kala melihat Elsa membuka kemeja bermotif bunga itu di hadapannya.
"Elsa! Kamu ini kenapa?" Wajah Ivan memerah ketika melihat Elsa hanya memakai tank top berwarna putih yang mencetak dua bola besar miliknya.
Tanpa menjawab pertanyaan Ivan, Elsa mendekatkan dirinya dengan Ivan. Ia menarik tengkuk Ivan agar bisa meraup bibir kenyal berwarna gelap itu.
Elsa menggigit bibir berwarna gelap itu agar terbuka. Lidahnya mulai menerobos masuk untuk mencari pasangannya agar bisa menari nari dengan lincahnya di dalam sana.
Suasana di dalam kamar Ivan tiba-tiba menyesakkan, tak kala kedua insan ini mulai terbakar peltikan api asmara yang telah di mulai oleh Elsa.
Ivan mendorong tubuh Elsa ke tembok yang ada di dekat pintu, ia menikmati tarian lidah yang semakin lama semakin panas saja, apalagi ketika Elsa mulai menyusuri bagian belakang tubuhnya.
"Kenapa kamu seperti ini? Apa yang sedang terjadi?" Cecar Ivan dengan suara beratnya.
"Jangan terlalu banyak bertanya Van! Jika kamu ingin terus bersama ku, ayo kita lakukan hubungan di atas sana! Buatlah aku hamil sesegera mungkin!" Ucap Elsa sembari menunjuk ranjang yang ada di belakang Ivan.
Ivan melebarkan matanya, ia tidak menyangka jika Elsa memintanya melakukan hal besar yang selama ini di hindarinya. Namun, baru saja ia akan bertanya kepada, ia sudah di kejutkan dengan serangan Elsa lagi.
Entah datangnya darimana keberanian itu, yang jelas saat ini Elsa tengah menyusuri leher Ivan dengan lidahnya. tangannya mulai menyusuri bagian dada Ivan.
Hasrat cinta yang begitu besar telah menguasai keduanya, Mereka berdua mulai hilang kendali. Ivan menarik tangan Elsa dan merebahkannya di atas ranjangnya.
Keduanya masih berpakaian lengkap, meski bagian atas tubuh Elsa hanya berbalut tank top putih. Ivan menatap dalam wajah pucat yang ada di bawah kungkungannya itu.
__ADS_1
Elsa memejamkan matanya tak kala merasakan sesuatu yang keras di bawah tubuhnya, rasa takut tiba-tiba menjalar di tubuhnya. Kelopak matanya yang tertutup mengeluarkan bulir bening yang perlahan menetes di sarung bantal milik Ivan.
"Elsa, apa kamu yakin akan melakukan ini sekarang? apa kamu tidak akan menyesal nanti?" Tanya Ivan dengan suaranya yang mulai berat.
Bukannya menjawab, Elsa malah menatap wajah Ivan dengan mata yang di penuhi cairan bening yang siap membanjiri pipi mulusnya.
Ivan menarik tubuh Elsa agar ia bangun dari ranjangnya. Ia duduk dengan merengkuh tubuh Elsa yang bergetar di pelukannya. Ivan mengusap rambut hitam itu dengan penuh kasih sayang. Gairah cinta yang sempat menggelora kini musnah sudah setelah Ivan melihat kesedihan dalam diri Elsa.
"Katakan apa yang sedang terjadi denganmu!" Ucap Ivan dengan suara khasnya.
"Aku akan di jodohkan Mama Van! Aku tidak mau menikahi pria lain. Aku hanya ingin menikah denganmu!" Jawab Elsa dengan air mata yang berderai.
"Maka dari itu, aku ingin kita melanjutkan kegiatan yang tertunda ini. Aku ingin hamil karena dengan begitu kita bisa menikah Van!" Ucap Elsa sembari menatap Ivan penuh harap.
Terkejut, ya itulah yang Ivan rasakan saat ini. Apa yang baru saja di sampaikan oleh Elsa bagai petir yang menggelar di siang bolong. Ivan diam sembari memikirkan cara agar bisa menikah dengan Elsa tanpa menghamili dia terlebih dahulu.
"Cara yang kamu inginkan ini bukanlah cara yang terbaik untuk kita bersatu dalam ikatan pernikahan El. Masih banyak cara yang bisa kita lakukan untuk bisa bersatu tanpa harus kamu hamil terlebih dahulu." Ucap Ivan sembari menangkup kedua pipi Elsa.
"Tenangkan dirimu Sayang! nanti sebelum berangkat kerja aku akan mampir ke rumahmu. Aku akan menemui kedua orangtuamu." Ucap Ivan.
Elsa terisak diatas ranjang Ivan. Entahlah Ia dapat ide dari mana untuk memulai apa yang baru saja ia lakukan pada Ivan. Semalam ia mencoba mencari di internet bagaimana awal dari berhubungan badan, dan jawabannya telah ia lakukan beberapa saat yang lalu.
Ivan berdiri dari ranjangnya. Ia mengambil kemeja Elsa yang terjatuh di lantai. Ia kembali lagi dan duduk di hadapan Elsa, dan dengan tenangnya ia memakaikan kemeja itu lagi di tubuh mulus yang ada di hadapannya. Ia mulai mengancingkan satu persatu kancing bulat berwarna hitam itu agar tertutup kembali.
_
_
Happy reading kak, semoga suka😍♥️
_
__ADS_1
_
❤️❤️❤️