PUNCAK CINTA

PUNCAK CINTA
Jalan berdua....


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang di tunggu Elsa, hari dimana ia akan jalan-jalan bersama Ivan. Elsa sudah rapi dan siap untuk berangkat menuju rumah sakit yang ada di dekat sekolahnya untuk memarkirkan mobilnya. Elsa sengaja menyuruh Ivan untuk menunggu nya disana karena Elsa tidak ingin orang rumah tahu jika hari ini ia akan pergi bersama Ivan.


Sementara itu di pinggir pagar rumah sakit yang menjulang tinggi, Ivan duduk di atas motornya untuk menunggu kedatangan Elsa yang katanya minta ketemuan di tempat ini. Dari jauh Ivan melihat mobil Elsa masuk ke dalam pintu masuk utama rumah sakit.


Beberapa saat kemudian Ivan melihat Elsa yang sedang berjalan keluar dari halaman luas rumah sakit. Sekali lagi Ivan terpesona melihat penampilan Elsa kali ini yang memakai celana jeans yang di padukan dengan kemeja motif berwarna maroon.


"Hay Van..." Sapa Elsa kepada Ivan yang sedang menatapnya saat ini.


"Hay El, Kita berangkat sekarang?" Tanya Ivan setelah menyapa Elsa.


"Boleh." Jawab singkat Elsa. Ivan memberikan helm yang di bawa dari rumah kepada Elsa.


"Makasih Van." Ucap Elsa setelah menerima helm pemberian Ivan. Setelah memakai helm nya, Elsa naik di jok belakang motor Ivan. Baik Elsa maupun Ivan mereka berdua sama-sama terlihat canggung dan salah tingkah meski mereka beberapa kali sering berboncengan ketika Elsa belajar ngaji di rumah Ivan.


Ivan melajukan motornya dengan kecepatan sedang. Alunan irama degup jantung yang berpacu dengan cepat mengiringi perjalan Ivan dan Elsa menuju museum majapahit yang ada di daerah Trowulan.


Tubuh Elsa tersentak ketika Ivan mengerem motornya secara mendadak karena tiba-tiba saja seekor ular menyebrang di depan motor Ivan. Elsa terlihat salah tingkah sendiri ketika tubuhnya menempel pada punggung Ivan, karena takut jatuh tangan nya tidak sengaja memegang pinggang Ivan dengan kencang.


"Maaf Van, maaf!! Tadi aku terkejut Van." Ucap Elsa sambil memundurkan tubuhnya lagi agar ada jarak diantara mereka.


"Aku yang minta maaf El, karena membuat kamu terkejut." Ucap Ivan dengan menatap Elsa dari kaca spion motornya.


"Hati-hati Van!!" Ucap Elsa yang juga menatap Ivan dari kaca spion.


Perjalanan berlanjut sampai mereka berhenti di tempat parkir museum majapahit ini. Elsa turun dari motor Ivan dan mencoba melepas helm yang di kenakan olehnya, namun seperti nya pengait helmnya agak macet jadi dengan susah payah Elsa melepas pengait itu. Ivan tersenyum menatap Elsa yang masih belum bisa melepaskan helm yang ada di kepala nya.


"Sini aku bantuin El." Ivan mendekat ke tempat Elsa berdiri saat ini. Elsa tertegun di tempatnya karena jarak dengan Ivan sangat lah dekat. Elsa tidak bisa mengucapkan sepatah katapun. Ia hanya diam sambil menatap Ivan yang sedang sibuk melepas pengait helmnya.


"Astaga Ivan!!! aku bisa meleleh kalau seperti ini." Gumam Elsa dalam hati sambil menelan saliva nya. Elsa terus menatap wajah Ivan yang terlihat sangat tampan dalam pandangan nya.

__ADS_1


"Kenapa menatapku seperti itu? Apa ada yang salah El?" tanya Ivan ketika sudah bisa membuka pengait helm yang di pakai Elsa. Secara tidak sengaja Ivan menatap Elsa yang sedang bengong sambil terus memandangnya.


"Ah tidak Van, tidak ada yang salah kok!!" Elsa memutar bola mata nya untuk menatap ke arah lain karena malu ketahuan memandang wajah Ivan.


Mereka berdua berjalan masuk ke dalam museum setelah Ivan membeli tiket masuk di loket. Hari ini Elsa mendadak jadi cewek pendiam, hilang sudah kecerewetan yang biasanya mengusik indera pendengaran Ivan.


" Kita kesana Yuk El!!" Ivan menunjuk sebuah bangunan baru yang baru saja di bangun di sisi selatan museum majapahit. Ivan melangkahkan satu kakinya kearah bangunan tersebut namun tangan nya di tahan oleh Elsa.


"Nanti saja Van, aku ingin melihat ke dalam sana. Aku sama sekali belum pernah ke museum ini Van." Ucap Elsa sambil menatap Ivan.


"Baiklah, ayo kita masuk. Kamu bisa lihat peninggalan kerajaan majapahit sepuasnya di dalam." Ucap Ivan sebelum berjalan ke dalam ruangan bersama Elsa.


Elsa berjalan melewati satu persatu koleksi barang-barang dan bebatuan peninggalan kerajaan majapahit. Ia fokus menatap batu dan patung yang berjajar rapi di sepanjang jalan yang di lewatinya tanpa menghiraukan Ivan yang ada di sampingnya.


"Van apa kamu sudah pernah kesini?" Tanya Elsa sambil menatap Ivan yang ada di samping nya.


"Sering El, dulu aku sering di ajak Bunda kesini." Ucap Ivan yang sedang melihat pahatan patung yang begitu indah.


"Kan sekarang udah aku ajak kesini El. Jangan sedih gitu, kan mama mu juga bekerja untuk memenuhi semua kebutuhan kamu El." Ucap Ivan untuk menenangkan Elsa yang menunjukkan raut wajah sedihnya.


Elsa kembali menegakkan kepalanya, tatapannya bersirobok dengan Ivan. Keduanya terlihat salah tingkah dan mengalihkan pandangan nya ke arah lain.


"Ayo kita kesana El." Ivan menunjuk sebuah miniatur rumah joglo yang ada di belakang. Tanpa menjawab Elsa berjalan di belakang Ivan sambil kembali mengamati isi ruangan museum.


"Van, apa kamu tahu dimana letak candi-candi yang ada di Majapahit ini?" Tanya Elsa setelah membaca tulisan yang di bingkai dan di tempelkan di tembok museum.


"Kita tadi kan melewati jalan ke arah Candi Brahu El, kamu belum pernah kesana juga?" Tanya Ivan yang di jawab Elsa dengan gelengan kepalanya.


"Bagaimana kalau setelah dari sini kita mampir kesana?" tanya Ivan kepada Elsa.

__ADS_1


"Boleh Van... Boleh!!! aku penasaran banget Van!!" Jawab Elsa dengan antusias nya karena sejak kecil ia jarang pergi ke wisata lokal yang ada di kota kelahirannya ini, ia lebih sering menghabiskan waktu di luar kota ketika Bu Kana dan Pak Roni libur dari pekerjaan nya.


Sekitar satu jam mereka berdua berjalan menyusuri bangunan besar museum. Mereka berdua memutuskan untuk keluar dari museum ini dan pergi ke Candi Brahu yang di maksud oleh Ivan.


Cukup sepuluh sepuluh menit mereka berdua sudah sampai di tempat parkir yang ada di halaman depan candi. Sebelum berjalan masuk ke area bangunan candi, Ivan membeli dua botol minuman dan dua bungkus batagor yang di jual oleh seorang pedagang kaki lima.


"Sebelum kita melihat candi, kita duduk disana dulu ya El." Ucap Ivan sambil menunjuk bangku yang ada di bawah pohon rindang.


"Boleh, aku juga sudah haus." Ucap Elsa dengan senyum manis yang membuat Ivan terpesona.


Saat ini kedua remaja yang sedang di mabuk asmara itu duduk bersanding sambil menikmati batagor yang di beli oleh Ivan sembari menatap bangunan candi yang berdiri kokoh di depan nya.


"Apa ini yang di sebut PDKT?? Sungguh aku tidak percaya saat ini bisa duduk bersanding dengan Ivan dengan jarak yang begitu dekat. Ya Tuhan, jadi seperti ini rasanya jadi remaja yang sedang jatuh cinta." Elsa bergumam dalam hati nya sambil menikmati batagor yang rasanya begitu enak.


...💠💠💠💠💠...


⭐Foto candi Brahu yang ada di Trowulan Mojokerto⭐




_


_


Happy Reading kak♥️


_

__ADS_1


_


❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2