
Rasa sesak terasa dalam dada Ivan tak kala melihat Elsa yang sedang menundukkan kepala nya sambil terisak dalam tangisnya. Sungguh ia tidak tega melihat Elsa saat ini, melihat gadis yang di cintai nya menangis karena ulah nya sendiri. Untuk yang kedua kalinya pertahanan Ivan runtuh sudah untuk menjaga jarak dengan Elsa.
Ivan mengedarkan pandangan nya untuk melihat keadaan yang ada di sekitarnya, kemudian Ia duduk di samping Elsa dengan tatapan lurus ke depan. Ia menghela nafasnya yang berat setelah mempertimbangkan apa yang harus dia lakukan dalam situasi saat ini.
"Elsa berhentilah menangis, sekarang dengarkan aku..." Ucap Ivan dengan suara yang lirih. Ivan mengalihkan pandangan nya kepada Elsa.
"Elsa... hapus air matamu..." Ucap Ivan sekali lagi. Kali ini Elsa berhenti dari tangisan nya. Ia mengusap air matanya dengan tissu yang ada di saku rok nya.
"Ada apa Van?" Tanya Elsa dengan suara seraknya. Ia menatap Ivan dengan mata yang memerah akibat dari meluapnya air mata yang mengalir dengan deras.
"Ayo kita keluar dari sini, setelah itu kamu bisa menangis lagi sepuasnya." Ucap Ivan sambil berdiri dari tempatnya.
Elsa hanya diam tak menjawab ucapan Ivan, Ia pun ikut berdiri untuk melangkahkan kakinya keluar dari sekolah. Ia mengambil kaca mata hitam dari tas nya untuk menutupi mata sembabnya.
Elsa berjalan di koridor sekolah dengan gaya nya yang anggun. Di sepanjang perjalanan melewati koridor semua siswa yang berpapasan dengan Elsa pasti akan tertarik untuk menatapnya. Elsa menghentikan langkahnya ketika berpapasan dengan Pak Abdul sang guru BK yang pernah menghukumnya dulu. Ia menundukkan kepala nya sebagai bentuk rasa hormat kepada sang guru.
"Kenapa kamu pakai kaca mata hitam di sekolah?" Tanya Pak Abdul sembari menatap penampilan Elsa saat ini.
"Maaf Pak, mata saya sedang sakit." Jawab Elsa beralasan.
"Permisi Pak..." Pamit Elsa tanpa menunggu jawaban Pak Abdul.
Elsa melanjutkan perjalanannya untuk segera sampai di depan gerbang sekolahnya. Ternyata Ivan sudah menunggunya di sana. Dengan langkah sedikit cepat, Elsa menghampiri Ivan yang sedang duduk di atas motornya.
"Ayo Van!!" Ucap Elsa setelah sampai di samping Ivan.
__ADS_1
Ivan memberikan helm yang di bawa nya dari rumah kepada Elsa, ia juga membantu Elsa membawa tas yang berisi gitar akustik milik Emran. Setelah selesai memakai helm nya, Elsa segera naik di jok belakang Ivan.
Tanpa menunggu lebih lama lagi, Ivan segera melajukan motornya untuk segera sampai di tempat yang akan dia kunjungi setelah ini bersama Elsa. Ia membawa ke suatu tempat untuk menenangkan fikiran nya saat ini.
Elsa termangu ketika menyadari Ivan mengendarai motornya ke arah lain, bukan ke arah rumahnya. Elsa bertanya dalam hatinya kemana Ivan akan membawanya pergi. Ia semakin bingung tak kala Ivan melewati komplek tempat tinggalnya.
"Kita mau kemana Van?" Tanya Elsa.
"Ke tempat yang nyaman." jawab Ivan dengan singkat. Perjalanan terus berlanjut sampai Ivan berhenti di tempat parkir taman yang ada di pinggiran sungai brantas. Sebuah taman asri dan fenomenal yang ada di Mojokerto, taman ini di namakan dengan Taman Brantas Indah atau yang di singkat dengan TBI.
Elsa berdiri sembari menatap taman yang ada di hadapan nya saat ini, baru kali ini ia menginjakkan kakinya disini walau ia gadis kelahiran kota ini.
"Jadi ini tempat yang biasa di bicarakan anak-anak. Ternyata benar juga, tempat ini sangat nyaman untuk menenangkan pikiran." gumam Elsa dalam hatinya sembari menatap ke sekelilingnya.
Elsa tersentak dari lamunan nya karena tiba-tiba Ivan meraih tangannya untuk di gandeng masuk ke dalam taman. ivan terus berjalan sampai mereka berdua sampai di sudut taman dengan pemandangan sungai brantas di depan nya.
"Untuk apa Ivan mengajakku kemari??" tanya Elsa pada dirinya sendiri dengan suara yang lirih.
Beberapa saat kemudian Ivan sudah kembali ke tempat Elsa saat ini dengan membawa nampan yang berisi dua gelas jus buah dan beberapa makanan ringan. Sebelum duduk Ia menaruh nampan nya terlebih dahulu di meja kecil yang ada di depan nya.
Ivan mengubah posisi duduknya dengan menghadap Elsa yang masih terdiam dalam pikirannya. Ivan terus menatap Elsa dengan perasaan yang bercampur aduk dalam hatinya.
"Elsa..." Ucap Ivan yang berhasil membuat Elsa menoleh ke arahnya. Pandangan mereka berdua bersirobok, Ivan tak melepaskan pandangan nya dari mata sembab Elsa.
"Elsa, maafkan aku..." Ucap Ivan yang masih memandang wajah Elsa.
__ADS_1
"Maafkan aku karena selama satu bulan ini aku bersikap kurang menyenangkan di hadapanmu, aku hanya ingin menjaga jarak di antar kita El." Ucap Ivan sambil mengalihkan pandangan nya ke arah lain.
"Jarak?? kenapa harus ada jarak di antara kita?" Kali ini Elsa menanggapi ucapan Ivan.
"Sebenarnya aku tidak ingin ada jarak di antara kita El. Tapi aku sadar diri, karena aku hanya anak orang sederhana sedangkan kamu orang yang terpandang El. Dulu setelah aku tahu kamu turun dari motor anak bahasa, aku tidak sengaja mendengar dia ngobrol bersama teman nya." Akhirnya Ivan meluapkan apa yang selama ini di pendam nya.
"Memang nya apa yang kamu dengar?" Tanya Elsa sembari menatap Ivan dengan tajam.
"Dia suka sama kamu sejak pertama kali bertemu dengan kamu, dia sebenarnya orang kaya El, hanya saja dia ingin mendekati kamu dengan cara lain." Ivan melanjutkan penjelasannya.
"Lalu apa hubungan nya dengan kita Van?" Elsa mengerutkan keningnya.
"Setelah mendengar kata-kata anak itu, aku sadar El, aku tidak pantas untuk menjalin hubungan lebih dari seorang teman bersama kamu." Akhirnya Ivan mengucapkan semua alasan di balik sikapnya selama satu bulan ini.
"Jadi karena alasan itu kamu bersikap cuek sama aku Van, kamu menghindari aku karena alasan tidak masuk akal itu Van??" Ucap Elsa dengan suara yang agak tinggi.
"Kamu tidak tahu rasanya jadi aku Van!! Kamu tahu kan kalau aku mempunyai perasaan kepada kamu sejak dulu, empat hari kamu memberi aku harapan, kamu menanamkan bunga-bunga cinta dalam hatiku Van lalu setelah itu tanpa memikirkan perasaanku kamu merusak lagi bunga yang sedang bermekaran itu Van!!!" Elsa meluapkan semua Rasa yang di pendamnya selama ini, ia terlihat begitu emosional dalam situasi ini. Setetes air mata lolos dari pelupuk matanya.
"Kamu Jahat Van!! kamu jahat!!" Elsa menundukkan kepalanya dengan air mata yang bercucuran dengan derasnya.
_
_
_
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️❤️