
Matahari tengah memancarkan sinarnya dengan semangat yang menggebu. Angin semilir berhembus dengan kencang hingga membuat daun daun menari dengan indahnya.
Tepat pukul sebelas siang Elsa sudah sampai di halaman rumah Bu Nurul. Ia tak langsung keluar dari mobilnya karena di teras Bu Nurul ada pemandangan yang merusak suasana hatinya yang sejak tadi pagi di penuhi dengan bunga-bunga asmara yang menggelora.
Elsa terus mengawasi Ivan yang sedang duduk bersama seorang gadis berkulit putih di sampingnya. Ia sedikit geram karena Ivan tak menyambutnya, malah ia masih saja ngobrol dengan gadis yang ada di sebelahnya.
Karena tidak tahan melihat gadis yang ada di sebelah Ivan terus tersenyum kepada Ivan, akhirnya Elsa memutuskan untuk keluar dari mobilnya sembari menenteng beberapa kantong yang berisi makanan.
"Assalamualaikum..." Ucap Elsa ketika sampai di teras rumah Bu Nurul.
"Waalaikumsalam...." Jawab Ivan dengan dengan senyum yang mengembang di wajahnya. Ia terpesona melihat penampilan Elsa yang terlihat begitu cantik dengan apa yang di pakaiannya saat ini.
Ivan menahan senyum nya ketika melihat sorot mata Elsa yang menunjukkan ketidaksukaan kepada gadis yang ada di sebelahnya. Ivan sudah hafal seperti apa Elsa jika miliknya terancam akan di mangsa gadis lain.
"El, kenalin ini Vera teman SMP ku..." Ucap Ivan sambil menatap Elsa dan Vera bergantian.
"Elsa, pacarnya Ivan." Elsa menjabat tangan Vera dengan diiringi senyum manis yang mengembang di wajahnya.
"Oh jadi ini pacarnya Ivan. Pantesan dia susah banget di deketin. Pacarnya aja cantik gini, mana bawa mobil lagi." Gumam Vera dalam hatinya sembari mengamati Elsa dari atas sampai bawah.
Elsa menatap Vera lewat ekor matanya. Ia Risih ketika menyadari Vera sejak tadi mengamati dirinya. Sungguh ia tidak suka dengan teman SMP Ivan ini.
"Bunda ada di dalam kan Van?" Tanya Elsa sembari menatap Ivan.
"Iya El, Bunda ada di dapur." Ucap Ivan
"Aku ke dalam dulu!! Kamu lanjutin saja ngobrolnya." Ucap Elsa dengan tatapan tidak sukanya.
Elsa berjalan masuk ke dalam rumah untuk mencari keberadaan Bu Nurul. Sedangkan Ivan melanjutkan lagi perbincangannya bersama Vera yang membahas tentang reoni dengan teman SMP nya.
Sekitar lima belas menit Ivan dan Vera telah selesai membahas masalah reoni. Vera segera beranjak dari tempat duduknya dan tak lupa berpamitan sebelum pulang.
"Oke sekarang waktunya merayu kucing manis yang sedang mengeluarkan taringnya!!" Ucap Ivan sembari menaikkan sudut bibirnya.
Ivan berjalan menuju tempat dimana Elsa dan sang Bunda berada. Di lihatnya Elsa sedang menata makanan yang di bawanya di atas piring yang di sediakan oleh Bu Nurul.
__ADS_1
"Mau aku bantu?" Tanya Ivan tepat di belakang Elsa.
"Gak usah!!" Jawab Elsa dengan ketus.
Ivan hanya tersenyum mendengar jawaban Elsa. Ia tahu saat ini Elsa dalam mode cemburu karena kehadiran Vera. Dan tentunya Ivan sangat menyukai hal ini.
"Van, gelar karpetnya di ruang tengah!!" Ucap Bu Nurul yang tiba-tiba muncul dari pintu belakang rumahnya.
Siang ini Elsa tak banyak mengeluarkan kata, ia masih enggan untuk bicara dengan Ivan. Suasana makan siang pun terasa sunyi sepi tanpa celotehan yang keluar dari suara Elsa.
Bu Nurul duduk di antara Elsa dan Ivan. Beliau menikmati makan siangnya sambil sesekali melirik Elsa dan Ivan bergantian. Beliau heran saja melihat dua remaja yang menampilkan ekspresi wajah yang berbeda.
"Mereka berdua kenapa ya?? yang cewek sepertinya sedang merajuk. Nah yang cowok senyum-senyum sendiri. Sungguh aku rasanya ingin tertawa melihat dua ABG labil ini." Gumam Bu Nurul dalam hatinya.
Setelah makan siang bersama selesai, Elsa membantu Bu Nurul membereskan piring-piring yang tadi telah di gunakan, sedangkan Ivan bertugas membersihkan ruang tengah agar terlihat bersih dan rapi.
"Elsa, Ibu mau sholat dulu ya... Kamu nyantai aja dulu di ruang tamu sama Ivan!!" Ucap Bu Nurul setelah semua pekerjaan telah selesai.
"Iya Bu, Elsa ke depan dulu ya Bu..." Ucap Elsa sebelum berlalu pergi meninggalkan dapur.
Di ruang tamu Elsa duduk di kursi paling pojok sambil memainkan ponsel barunya. Ia membuka akun sosial medianya untuk melihat profil teman-temannya.
"Sana!! jangan dekat-dekat!!" Ucap Elsa dengan raut wajah cemberutnya.
"Kenapa hmmm?? bukannya kamu tadi kesini ingin ketemu sama aku?!" Tanya Ivan dengan nada yang menggoda.
"Gak usah GR!!" Elsa menyebikkan bibirnya. Ia mengalihkan lagi pandangannya ke layar ponselnya.
Ivan merasa gemas melihat pujaan hatinya yang bertingkah lucu ini. Ia hanya diam sembari menatap Elsa dari samping, dan tanpa di duga tiba-tiba ia...
Cup. Satu kecupan mendarat di pipi mulus Elsa. Sang pemilik pipi pun terkesiap karena begitu terkejut mendapat satu kecupan mesra dari Ivan.
"Ivan!!!" Ucap Elsa dengan suara yang lirih karena takut di dengar oleh Bu Nurul.
"Kenapa??" Tanya Ivan dengan ekspresi wajah tanpa dosanya.
__ADS_1
"Kenapa pakai cium cium??" Tanya Elsa dengan wajah yang memerah karena malu dengan apa yang di lakukan oleh Ivan beberapa detik yang lalu.
"Itu hukuman untuk kamu karena dari tadi mengacuhkan aku." Jawab Ivan dengan entengnya.
"Kalau begitu aku ingin di hukum seperti ini setiap hari Van." Ucap Elsa dalam hatinya yang tiba-tiba terasa hangat dan sesak karena di penuhi banyak bunga bunga cinta yang bermekaran.
"Ivan, kamu harus bertanggung jawab menikahiku!! kamu sudah membuat pipiku tidak suci lagi!!" Ucap Elsa dengan gurat kebahagiaan di wajahnya.
"Dengan senang hati Elsa!! aku akan menikahimu suatu saat nanti. Aku akan datang membawa kuda putih untuk menjemput tuan putri Elsara Anjani untuk di bawa ke kantor KUA." Kelakar Ivan yang berhasil membuat Elsa tersenyum lagi.
Setelah mendapat satu kecupan mesra di pipinya, Elsa kembali ceria seperti biasanya. Mereka berdua saling ngobrol membahas hal-hal yang tidak terlalu penting. Elsa terus menampilkan senyum manisnya selama berbicara dengan Ivan.
"Oh iya El, apa kemarin kamu tidak di marahi mamamu?" Tanya Ivan ketika teringat kejadian kemarin siang.
"Tidak Van... Aku berhasil lolos dengan bersandiwara di hadapan Mama." ucap Elsa dengan menatap wajah Ivan.
"Kita terlalu banyak berbohong El..." Ucap Ivan dengan suara yang tiba-tiba menjadi sendu.
"Kita bahas yang lain saja ya Van..." Ucap Elsa yang sengaja mengalihkan pembicaraan ke hal lain. Ia tidak mau membahas dosa yang sengaja dilakukannya kemarin siang.
Elsa dan Ivan membahas hal lain yang bisa membuat mereka berdua tertawa. Elsa tak henti hentinya tertawa ketika Ivan dengan sengaja menggelitik telapak kakinya.
"Kucing manisku sudah kembali tersenyum!! Aiihh lucu sekali kamu El." Gumam Ivan dalam hatinya sambil terus memandang Elsa yang terus tertawa karena geli.
_
_
_
Happy Reading kak, semoga suka😍♥️
_
_
__ADS_1
_
❤️❤️❤️❤️❤️❤️