PUNCAK CINTA

PUNCAK CINTA
Memancing kemarahan Bu Kana..


__ADS_3

"Sabar El... kakak masih ngantuk!!" Ucap Emran dengan kelopak mata yang masih tertutup.


Sepulang dari acara di sekolah nya, Elsa terus merengek kepada Emran. Ia ingin kakaknya segera memindah file yang ada di memori kamera DLSR nya tadi ke flashdisk miliknya.


Elsa terus mengganggu Emran yang sedang tidur di kamarnya. Ia tidak sabar ingin memperlihatkan video penampilan nya tadi kepada Bu Kana dan Pak Roni. Elsa ingin mama nya bangga melihat penampilannya tadi pagi di sekolah.


"Kak buruan bangun Kak!!! ini udah jam empat sore loh kak, Mama sebentar lagi pulang!!" Elsa terus menggoyangkan lengan Emran.


"Kak Emran!!!" Elsa berseru di dekat telinga Emran.


"Astaga!!! Elsa!!!" Teriak Emran karena terkejut mendengar suara Elsa yang berdengung di telinga nya. Emran bangun dari tidurnya, ia duduk bersandar di ranjangnya sambil menatap wajah Elsa yang di buat semanis mungkin.


"Kak... Kakak.... pindahin file nya sekarang dong!!" Ucap Elsa dengan suara yang pelan. Ia menatap Emran dengan raut wajah memelasnya.


"Sana, ambil laptop sama kamera nya!!" Perintah Emran sambil menunjuk ransel yang ada di sofa kamarnya. Emran menggelengkan kepalanya karena melihat tingkah Elsa yang tidak pernah berubah sejak ia kecil.


"Dosa apa yang aku perbuat di kehidupan yang lalu, hingga di hidup saat ini aku punya adik seperti dia." Gumam Emran dengan suara yang lirih. Emran mengusap wajah nya kasar karena rasa kantuk masih menyerang nya.


"Coba ulangi lagi Kakak tadi ngomong apa??" Tanya Elsa sembari berkacak pinggang menghadap Emran yang masih bersandar di ranjang.


"Gak ada." Jawab Emran tanpa memandang Elsa yang sudah memasang wajah cemberutnya.


"Apa kak??? coba ulangi lagi!!" Teriak Elsa.


"Kalau kamu terus bawel, aku tidur lagi nih!!" Emran mengancam Elsa. Ia membaringkan lagi tubuhnya di atas ranjang empuknya.


Dengan segera Elsa meraih ransel berisi laptop milik Emran dan segera berjalan ke tempat Emran saat ini. Elsa kembali memasang wajah sok manis nya di hadapan Emran.


"Kakak ku yang paling tampan sejagat raya, tolong lah pindahin file nya... jangan ngambek gitu ah!!" Ucap Elsa ketika sudah duduk di samping Emran yang sedang terbaring.


Emran segera bangun dari ranjang nya, ia duduk dan mulai membuka laptopnya agar setelah ini Elsa tidak mengganggu nya lagi. Emran fokus memindah file yang di minta oleh Elsa sementara itu Elsa sibuk memainkan ponselnya.


"Nih, udah selesai." Ucap Emran sambil menyerahkan flashdisk milik Elsa.


"Makasih kakak ku yang tampan." Ucap Elsa sambil memeluk kepala Emran.

__ADS_1


"Udah sana keluar!! setelah ini jangan ganggu kakak lagi!!" Ucap Emran sembari menutup laptopnya.


"Oke kak." Elsa mengacungkan ibu jari nya di hadapan Emran.


Elsa berjalan keluar dari kamar Emran, ia menuruni tangga untuk sampai di ruang keluarga. Dengan buru-buru Elsa menyolokkan flashdisk nya ke dalam DVD yang terhubung dengan TV LCD nya.


Elsa tersenyum melihat dirinya dan Ivan yang sedang bernyanyi dengan sempurna, latihan yang dilakukan selama ini ternyata membuahkan hasil yang tidak pernah ia bayangkan.


Tanpa mengalihkan pandangan nya ke arah lain, Elsa berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju tempat dimana TV nya berada. Ia berdiri sambil tangannya terulur ke wajah tampan Ivan.


"Ivan... Kenapa kamu begitu tampan sih!!" Ucap Elsa dengan senyum yang mengembang di wajah nya.


"Penampilan kamu hari ini benar-benar membuatku tak bisa berpaling darimu Van." lanjut Elsa dengan telapak tangan yang masih berada di wajah Ivan yang ada di layar televisinya.


Elsa mengalihkan pandangan nya tak kala mendengar suara langkah sepatu yang sangat di kenali nya. Elsa berlari menyambut kedatangan Bu Kana yang sudah berada di dalam ruang tamu.


"Ma... ayo Ma, cepat lihat penampilan Elsa tadi ma..." Ucap Elsa sambil menyeret pergelangan tangan Sang Mama.


Bu Kana tersenyum melihat putrinya yang sangat antusias. Bu kana mengikuti langkah Elsa menuju ruang keluarga tanpa membersihkan dirinya terlebih dahulu.


Bu Kana duduk di sofa sambil melepas sepatunya, tak lupa beliau juga melepas blazer kerja nya. Bu Kana menyaksikan Penampilan Elsa yang begitu memukau setelah Video pertama terputar.


"Bagus sekali El penampilan kamu hari ini." Ucap Bu Kana sambil mengusap puncak rambut Elsa.


"Apa Mama bangga kepada Elsa?" Tanya Elsa sambil menatap wajah berbinar sang Mama.


"Tentu Sayang,, Mama bangga sama kamu." Bu kana mengusap rahang Elsa dengan penuh kasih sayang.


Bu Kana kembali mengalihkan pandangan nya ke tempat televisi yang menayangkan penampilan kedua Elsa. Lagi-lagi beliau tersenyum melihat Elsa yang sedang bernyanyi dengan penuh penghayatan.


Video terus berputar sampai di menit kedua, terlihat di sana Elsa dan Ivan yang saling beradu pandangan dengan senyum yang mengembang di bibir masing-masing. Hal itu membuat Bu Kana merubah ekspresi wajahnya karena beliau melihat ada cinta yang begitu besar dalam tatapan mata putrinya dan teman duet nya yang tak lain adalah Ivan.


Bu Kana mematung sambil menatap layar televisinya, sesekali beliau melirik Elsa yang ada di sampingnya. Terlihat putri nya itu sedang dalam suasana hati yang bahagia.


"Sebenarnya siapa laki-laki yang duet bersama Elsa ini?? Apa mereka berdua hanya sebatas teman?? tapi, jika di lihat dari tatapannya tidak mungkin mereka berdua hanya teman biasa." Gumam Bu Kana dalam hatinya.

__ADS_1


Raut wajah Bu Kana mendadak berubah menjadi datar, tidak ada lagi senyum manis di bibirnya. Beliau masih terdiam sambil menerka apa yang sebenarnya terjadi. Beliau tidak suka jika Elsa benar-benar berpacaran di usia nya saat ini.


"Elsa... Siapa nama teman duet kamu itu?" Tanya Bu Kana tanpa menatap Elsa.


"Oh dia namanya Ivan ma..." Ucap Elsa.


"Dia keren kan Ma??" Tanpa sadar Elsa melontarkan pertanyaan yang membuat Bu Kana terkejut. Beliau langsung memandang Elsa yang ada di samping nya.


Elsa melebarkan matanya ketika menyadari pertanyaan apa yang keluar dari bibirnya. Ia tidak berani menatap Bu Kana yang hanya diam di samping nya.


"Elsa!! kamu begitu bodoh!! apa yang kamu ucapkan tadi!!" Gumam Elsa dalam hatinya.


Elsa merutuki dirinya sendiri yang begitu bodoh bisa mengucapkan pertanyaan yang akan memancing kemarahan Sang Mama.


Bu Kana menatap Elsa yang sedang terlihat salah tingkah di tempatnya. Bu Kana juga melihat wajah Elsa yang berubah menjadi panik.


"Elsa... Kenapa kamu terus memandang wajah teman laki-laki yang sedang ada di sampingmu itu?" Akhirnya Bu Kana melontarkan pertanyaannya.


"Emm ya I-iya Ma, Elsa harus memandang dia Ma, agar bisa menciptakan penghayatan yang sempurna." Ucap Elsa dengan terbata. Suasana dalam keluarga yang tadi nya membahagiakan kini menjadi menegangkan untuk Elsa.


Tanpa mengeluarkan suaranya lagi, Bu Kana berdiri dari tempat duduk, beliau meraih tas kerja, blazer dan sepatunya. Tanpa berpamitan kepada Elsa beliau berlalu pergi begitu saja.


"Elsa, Kamu berbohong lagi hari ini..." Ucap Bu Kana dalam hatinya sambil melangkahkan kaki menuju kamarnya.


_


_


_


Happy reading kak, semoga suka♥️😍


_


_

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2