
Minggu pagi seperti biasa Ivan akan kembali tidur setelah melaksanakan kewajiban dua rakaatnya. Ia menikmati hari minggu nya hanya dengan tidur sampai waktu dhuhur tiba.
Bu Nurul duduk bersantai bersama Pak Hamid di bawah pohon mangga yang ada di belakang rumah sembari melihat ayam-ayam Pak Hamid yang sedang berkeliaran kesana kemari.
"Bund, seperti nya Ivan sudah mulai menyukai seorang gadis ya..." Ucap Pak Hamid untuk memulai obrolan bersama istrinya. Pak Hamid sengaja mengatakan hal itu untuk memancing reaksi Bu Nurul.
"Iya Yah, Bunda juga melihat itu dari pancaran matanya. Ivan sudah remaja Yah." Ucap Bu Nurul yang sedang menatap ke arah lain.
"Apa Bunda tau siapa Gadis yang sudah mengusik hatinya?" Tanya Pak Hamid lagi.
"Elsa... dia gadis yang setiap hari belajar membaca Al-Quran disini Yah." ucap Bu Nurul sambil menatap Pak Hamid yang ada di samping nya.
"Lalu bagaimana Bunda menyikapi ini?" Tanya Pak Hamid kemudian.
"Bunda selalu bilang sama Ivan untuk menjaga hati dan jarak dengan Elsa, Bunda tahu mereka berdua sama-sama terjebak cinta monyet saat ini." Ucap Bu Nurul yang mengalihkan pandangan nya ke arah lain.
"Jangan begitu Bund, biarkan dia menjalani hari nya sebagai Remaja pada umum nya. Biarkan dia berjalan sesuai isi hati nya. Kita hanya bisa mendoakan dia Bund, kita tidak bisa untuk menghadang jalan dia sebagai seorang remaja." Ucap Pak Hamid yang berhasil membuat Bu Nurul menatapnya lagi.
"Apa berarti Ayah mendukung Ivan untuk berpacaran di usia nya saat ini?" Tanya Bu Nurul dengan ekspresi wajah yang sudah berubah.
"Terus kita harus bagaimana Bund? Dia bukan anak kecil lagi jadi biarkan dia berproses di usia nya saat ini. Selagi dia tahu batasan Ayah tidak masalah jika Ivan berpacaran Elsa." Ucap Pak Hamid sebelum menyeruput kopi hitam yang tadi di buatkan oleh Bu Nurul.
"Tapi Bunda takut Yah, Bunda takut Ivan di tolak oleh orangtua Elsa." Ucap Bu Nurul dengan suara yang lirih.
__ADS_1
"Bukan kah Bunda tadi mengatakan mereka terjebak di dalam Cinta monyet seorang remaja pada umum nya?" Pak Hamid menatap Bu Nurul dengan serius.
"Jadi biarkan Ivan tahu rasanya cinta monyet seorang remaja seperti apa. Kenapa Bunda sejauh itu memikirkan tentang orangtua Elsa, lagian kita tidak tahu apakah Elsa jodohnya Ivan kelak atau bukan. Jadi apa lagi yang Bunda khawatirkan?" Pak Hamid memberikan istrinya pengertian agar tidak berfikir terlalu jauh.
"Entahlah Yah, Bunda juga tidak tahu sebenarnya apa yang Bunda khawatirkan. Bunda juga sangat menyukai pribadi Elsa yang menyenangkan, dia sopan dan tidak membedakan status sosialnya dengan kita." Bu Nurul menghela nafas nya yang berat karena memikirkan tentang Ivan yang sudah beranjak remaja.
Pak Hamid meraih tangan kanan istrinya lalu di genggam nya dengan penuh kasih sayang untuk meredakan kerisauan di hati istrinya yang sedang mengkhawatirkan putra semata wayangnya itu.
Di tempat lain obrolan yang sama terjadi di antara Pak Roni dan Bu Kana. Mereka berdua duduk santai di teras rumah sambil memandang Elsa yang bermain bulu tangkis bersama Emran.
"Pa... Apa kira-kira Emran sudah mempunyai kekasih?" Tanya Bu Kana tiba-tiba kepada Pak Roni.
"Papa juga tidak tahu Ma, memang kenapa Ma?" Tanya Pak Roni tanpa mengalihkan pandangan nya dari koran yang di baca nya saat ini.
"Mama penasaran Gadis mana yang beruntung mendapatkan putra kita yang tampan dan mapan itu." Ucap Bu Kana dengan senyum yang mengembang di pipi nya.
"Ya gak bisa gitu dong pa, siapapun yang akan menjadi pendamping anak-anak kita ya minimal harus sepadan dong dengan kita, Apalagi untuk Elsa. Mama ingin dia mendapat suami yang benar-benar mapan demi untuk mempertahankan kebahagiaan nya Pa." Ucap Bu Kana panjang lebar.
Pak Roni menutup koran nya, beliau menatap Bu Kana dengan tajam. Sejenak Pak Roni diam untuk merangkai kata yang tepat untuk menjawab ucapan istrinya itu.
"Ma, kita tidak tahu seperti apa jodoh anak-anak kita. Papa gak setuju dengan pemikiran Mama yang seperti itu. Biarkan Emran dan Elsa bahagia dengan pilihan nya sendiri." Ucap Pak Roni
"Ya ya ya ya... terserah papa aja!! Mama tetap pada prinsip Mama." Ucap Bu Kana sambil membuka tutup gelas yang berisi susu hangat.
__ADS_1
Bu Kana memandang Elsa yang terlihat ceria dari biasanya. Beliau menerka apa yang membuat putri nya bahagia seperti itu.
"Apa Elsa sudah mulai mengenal cinta ya, di lihat dari tatapan matanya dia seperti jatuh cinta dengan seseorang, tapi laki-laki mana yang berhasil merebut hati Elsa." Gumam Bu Kana dalam hati sambil terus menatap Elsa yang sedang memegang raket nya.
Bu Kana seorang wanita yang terlahir dari keluarga kaya, jadi sejak kecil beliau memang di manjakan orangtuanya dengan harta yang berlimpah. Dalam keluarga besarnya kesetaraan derajat sangat di perhatikan dalam bergaul apalagi dalam memilih pasangan hidup.
Beda hal nya dengan Pak Roni meski beliau terlahir dari keluarga kaya raya tapi keluarganya tidak pernah membedakan status sosial dengan orang lain, semua di izinkan menikah dengan siapapun asal mereka bahagia dalam menjalani hidupnya. Sungguh berbeda sekali pemikiran sepasang orangtua Elsa ini.
Elsa dan Emran telah selesai melakukan kegiatan pagi nya. Mereka berdua ikut duduk bersama kedua orangtua nya sembari menikmati makanan ringan dan minuman yang sudah di sediakan oleh Mak Tina.
Gelak tawa terdengar di teras rumah Pak Roni ketika Elsa menceritakan kejadian lucu yang pernah di lakukan Emran dulu ketika ia masih duduk di bangku SMA. Emran membungkam mulut Elsa yang tidak bisa di rem di hadapan kedua orangtuanya.
Momen kebersamaan seperti ini jarang terjadi di rumah Elsa, hanya ketika ada Emran di rumah, Pak Roni dan Bu Kana berada di rumah. Hanya sebulan sekali Elsa merasakan kehangatan di dalam rumah nya. Biasanya meski di hari libur Pak Roni dan Bu Kana sering pergi keluar kota untuk keperluan pekerjaan.
"Kebahagiaan ku bersama keluarga hanya terjadi sebulan sekali, Kak Emran kapan lulus sih kak biar kita bisa berkumpul setiap hari seperti ini. Setidaknya kalau ada kakak aku tidak akan kesepian di rumah ketika Papa dan Mama sibuk bekerja." Gumam Elsa dalam hati sambil menatap satu persatu wajah keluarganya.
_
_
Happy Reading kak semoga suka😍
_
__ADS_1
_
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥