PUNCAK CINTA

PUNCAK CINTA
Berjanjilah...


__ADS_3

"Jangan menangis El, tenangkan dirimu." Ucap Ivan sembari merengkuh tubuh Elsa yang bergetar dalam dekapannya.


Ya, saat ini mereka berdua sedang berada di Taman Brantas Indah, suatu tempat bersejarah bagi mereka berdua. Ivan mengusap bahu Elsa dengan lembut untuk menenangkan hatinya yang sedang di penuhi rasa sesak karena masalah tadi malam yang terjadi di antara dirinya dan sang Mama.


Tadi pagi Ivan begitu terkejut ketika melihat Elsa dengan kondisi matanya yang sembab. Elsa tak mau menjawab pertanyaan Ivan di sekolah namun sepulang sekolah Elsa meminta Ivan untuk membawanya ke taman yang dulu pernah ia kunjungi.


"Jadi kamu tidak mau menceritakan apa yang sebenarnya terjadi El?" Akhirnya Ivan membuka suara setelah lama terdiam.


"Padahal aku sudah mengorbankan waktu sholat jumatku untuk nemenin kamu disini loh el..." Lanjut Ivan sembari mengurai tubuh Elsa.


"Katakan apa yang sudah terjadi El?" Ivan menatap Elsa dengan tajam sembari memegang kedua bahunya.


Elsa memutar bola matanya untuk menyudahi tangisannya. Ia mengedarkan pandangannya ke arah lain untuk mencari kata yang tepat untuk di ungkapkan kepada Ivan.


Elsa menarik nafasnya yang berat, ia menata hatinya untuk bisa menyampaikan masalah yang di hadapinya kepada Ivan. Sejujurnya ia begitu takut Ivan akan meninggalkannya jika tahu Bu Kana tidak menyukainya.


"Berjanjilah kepadaku Van, untuk tidak meninggalkan aku walau ke depannya banyak masalah yang akan kita hadapi." Ucap Elsa sembari menatap manik hitam milik Ivan.


Mendengar kata-kata Elsa yang begitu berat membuat Ivan tertegun. Ia menatap manik hitam Elsa untuk menerka apa yang sebenarnya terjadi, lalu Ivan menatap wajah sendu gadis pujaan hati nya ini.


"Baiklah. Apapun yang akan terjadi nanti, aku tidak akan meninggalkanmu Elsa..." Ucap Ivan sembari menggenggam tangan Elsa.


Sebelum mulai bercerita, Elsa menarik nafasnya lagi. Lalu ia menceritakan semua yang terjadi kepadanya, Ia juga mengatakan bahwa Bu Kana begitu murka dengan nya.


"Lalu apa yang harus kita lakukan El?" Tanya Ivan setelah selesai mendengarkan Elsa bicara.


"Kita akan tetap seperti ini Van, aku tidak perduli." Ucap Elsa sambil menatap manik hitam Ivan.


"Tolong jangan beritahu Bu Nurul tentang masalah ini Van, aku tidak mau jika Bu Nurul juga menentang hubungan ini. Aku ingin terus bersamamu sampai kapan pun Van." Ujar Elsa sembari menggenggam tangan Ivan.


Ivan hanya diam sembari menatap Elsa. Ia bingung harus bagaimana karena hati dan logikanya tidak sejalan. Logikanya mengatakan untuk tidak meneruskan hubungan tanpa adanya izin dari orangtua namun hatinya mengatakan untuk terus bersama Elsa.


"Kamu ingin menyerah Van dengan hubungan ini?" Tanya Elsa sekali lagi kepada Ivan.

__ADS_1


"Jawablah Van!!" Lanjut Elsa.


"Elsa... Jika orangtuamu tidak mengizinkan kita berpacaran, lalu bagaimana kita akan menjalani nya? Apa kamu sudah memikirkan konsekuensi yang akan kamu terima jika membantah orangtuamu?" Ivan bertanya balik kepada Elsa.


"Sudah Van, aku akan menerima apapun konsekuensi yang aku terima nanti." Jawab Elsa dengan yakin.


"Kalau begitu kita jalani saja hubungan ini. Berdoalah semoga di masa depan kita berjodoh El." Ucap Ivan dengan di iringi senyum manis yang terbit dari bibirnya.


Elsa ikut tersenyum mendengar jawaban Ivan. Hatinya menjadi lega karena Ivan tidak akan meninggalkannya. Elsa terus menatap wajah tampan Ivan yang selalu di impikannya.


"Aku akan berdoa kepada tuhan agar tidak memberikanmu jodoh selain aku, Elsara Anjani putri dari pak Roni." Ucap Elsa sembari menatap Ivan dengan lekat.


Ivan tersenyum mendengar ucapan Elsa. Ia mengusap pipi Elsa dengan penuh perasaan cinta yang begitu besar. Gadis berisik yang berhasil mengalihkan dunianya yang tenang menjadi dunia penuh warna.


"Kita pulang yuk El, ini sudah jam dua." Ajak Ivan setelah melihat jam tangan yang melingkar di tangannya.


"Antar aku ke stasiun aja Van. Kak Emran pasti sudah nungguin disana." Ucap Elsa sembari memakai jaket nya.


"Aku pulang dulu Van... hati-hati dijalan ya!!" Ucap Elsa sebelum pergi meninggalkan Ivan yang duduk di atas motor nya.


"Iya, kamu juga hati-hati El. I love you..." Ucap Ivan sembari menatap Elsa.


"I you too baby..." ucap Elsa dengan wajah yang bersemu merah setelah mendengar ucapan Ivan. Ia senyum-senyum sendiri sambil mengedarkan pandangan ke arah lain.


...💠💠💠💠...


Satu minggu kemudian....


Sudah lebih dari satu minggu Elsa tidak bisa berkomunikasi dengan Ivan melalui ponselnya. ia juga tidak bisa mengendarai mobil merah kesayangannya. Setiap hari Elsa pergi ke sekolah mengendarai motor matic yang ada di garasi mobilnya. Bu Kana benar-benar menghukum Elsa dengan mengambil fasilitas yang di berikan kepadanya selama ini.


"Sampai kapan Mama akan marah seperti ini??" Elsa bertanya pada dirinya sendiri sembari memberi makan ikan koi yang ada di kolam kecil di taman belakang rumahnya.


"Neng Elsa, Neng di tunggu Bu Kana di ruang keluarga." tiba-tiba terdengar suara Mak Tina di belakangnya.

__ADS_1


"ah iya Mak... Terima kasih." Ucap Elsa sembari meletakkan bungkus makanan ikan koi nya.


Elsa berjalan masuk menuju ruang keluarga. Terlihat disana ada Pak Roni dan Bu Kana yang sedang menatap layar televisi yang ada di hadapannya.


"Ada apa Mama memanggil Elsa?" Tanya Elsa ketika mendaratkan tubuhnya di sofa yang ada di dekat Pak Roni.


Bu Kana meletakkan sebuah ponsel baru yang masih tersimpan di dalam dosbooknya di meja tepat di hadapan Elsa. Beliau menatap Elsa dengan Lekat sampai membuat Elsa menjadi salah tingkah.


"Ini ponsel baru beserta simcardnya untuk kamu. Mama harap setelah ini kamu bisa berubah dan tidak lagi berhubungan dengan temanmu itu." Ucap Bu Kana dengan wajah yang terlihat tegas.


"Terima kasih Ma...." Ucap Elsa dengan senyum manis yang mengembang dari wajahnya.


"Nanti malam Mama akan berangkat ke Bandung untuk mengikuti acara kampus tempat Mama kuliah dulu. Jangan kemana-mana selama Mama tidak di rumah!! Mama akan memantau dimana kamu berada melalui ponsel itu." Ujar Bu Kana untuk memperingatkan Elsa.


"Berarti Elsa dirumah sendirian?" tanya Elsa


"Papa di rumah El, Papa tidak ada jadwal keluar kota." Sahut Pak Roni sembari menatap Elsa.


Elsa tersenyum setelah mendengar ucapan Sang Papa. Hatinya sedikit lega karena Bu Kana sudah mulai berbaik hati dengannya. Rasa takut selama satu minggu ini perlahan mulai hilang ketika menatap wajah Bu Kana yang tak lagi menunjukkan kemarahannya.


"Elsa... Kalau bukan karena permintaan Papa, mungkin saat ini Mama masih ingin menghukummu. Kamu terlalu banyak membohongi Mama Elsa...." Gumam Bu Kana sembari menatap Elsa yang ada di dekat pak Roni.


_


_


Happy Reading kak, semoga suka😍♥️


_


_


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2