Rahasia Hati

Rahasia Hati
They Say


__ADS_3

Aku tersenyum bahagia sambil menggenggam erat tangan Miko. Semua prosesi pernikahan sudah selesai dan para tamu bertepuk tangan. Mama sebagai orang yang pertama memberi ucapan selamat pada kami berdua.


Dengan sedikit terbata Mama berucap seraya menatap aku dan Miko.


"Rasanya baru kemarin saya melahirkan Kia, mengurus dan berbincang tentang keseharian dia sekolah. Bercanda, memarahi hingga menangis berdua meratapi kesedihan yang anak saya rasa. Rasa putus asa kalau dia tidak mau mencari pendamping dan berumah tangga. Akhirnya hari ini semua kekhawatiran saya terjawab jelas bahwa itu salah, Kia mama yang cantik akhirnya menikah juga. Bahagia sekali rasanya kami sebagai keluarga besar," sejenak Mama melihat ke arah meja keluargaku. Teelihat Tamte menggangguk sambil tersenyum.


"Miko.... Mama hanya minta sayangi Kia seperti kamu menyayangi dirimu sendiri. Anakku, kamu tetap gadis Mama seperti dulu, apapun yang terjadi Mama selalu ada untukmu."


Mama menutup kalimat sambil menunduk dan terisak. Ingin rasanya berlari menghambur ke pelukan Mama, tapi kutahan, aku hanya bisa berucap pelan.


"I love you Ma, Pa dan  kalian semua," sambil menoleh pada Mama yang sudah duduk bersama keuargaku. Miko menggenggam tanganku lebih erat seakan memberi kekuatan agar aku berhemti menangis.


Kak Lina sebagai wakil keluarga Miko maju ke depan sambil mengelus bahu Miko saat lewat di samping kursi kami duduk.


"Aku menyayangi Miko sama seperti semua adikku, walau berlainan Ibu. Selama tinggal bersamaku banyak kenangan tak terlupakan. Miko yang pendiam lebih banyak menyendiri mungkin masih malu karena bukan adik kandung saya. Miko yang selalu belajar karena sangat ingin menjadi orang sukses. Miko yang penurut dan selalu mengalah. Saya sangat kaget ketika tahu bahwa dia akan menikah dengan Kia. Apapun alasannya, kami semua merestui apa yang ingin kamu jalani. Selamat adikku, tidak ada doa selain bahagia bagi kamu. Semoga kalian langgeng sampai akhir, amin," kalimat terakhir kak Lina berhasil membuat Miko haru. Saat kak Lina akan kembali duduk, Miko memeluk beberapa saat.


"Terima kasih atas doa dan segalanya Kak," ucap Miko lirih.


Dio kemudian maju ke depan dan menatap ayahnya dengan senyum lebar.


"Dio selalu medoakan ayah supaya bahagia, sekarang harus di tambah jadi ayah dan mama. Ayah... kamu beruntung sekali. Mama... kamu cantik sekali.Dio juga merasa sangat beruntung memiliki kalian, Dio cinta kalian," anak itu langsung menghampiri kami dan memeluk Miko dengan erat, kemudian memelukku juga.


"Mama yang beruntung punya Dio, karena Dio anak baik, ucapku sambil membelai kepala dan mengajak Dio duduk di samping kami.


Tak lama Riza maju ke depan, tersenyum dan mengacungkan jempol pada Miko.


"Saya adalah orang yang menemani Miko saat dia pertama kali jatuh cinta. Bodoh dan absurd sekali, yang pasti akan menggelikan kalau mengenang hal itu," semua yang hadir saat itu tertawa tertahan. Miko bahkan menutup muka menyembunyikan tawa. Aku memandangnya dengan perasaan penasaran, kemudian menoleh kembali pada Riza.


"Lanjutkan," pinta yang lain.


"Kamu harus tahu Kia, dia bahkan menabung uang jajan untuk membelikan kamu coklat. Hingga aku harus  selalu mentraktir makan dia di kantin sekolah. Dan yang paling menggelikan dia sering menulis sesuatu di buku harian serta memandang bintang malam. Aku selalu meledeknya kalau Kia itu persis seperti bintang yang hanya bisa kamu pandang, tidak mungkin akan kamu miliki. Tapi sekarang aku percaya kalian adalah takdir. Benar katamu dulu Mik, kalau memang Kia untukmu pasti akan kembali ke sisi kamu. Selamat sahabat, takdir ternyata berpihak padamu, semoga bahagia."


Rima tersenyum menatapku saat dia diminta ke depan.


"Kami sahabat dari SMA, banyak sekali kenangan bersama Kia. Baik hati tapi manja, selalu perhatian tapi sering merajuk. Saya merasakan saat dia ngambek bertahun-tahun kami tidak bertemu. Tapi Kia tetap sahabat yang baik, dia bahkan mencari sampai ke tempat kerja saya. Saya orang yang paling ingin melihat dia bahagia dengan seorang pendamping yang baik.  Sahabat... tidak ada kata lain selain ucapan yang tulus dariku, selamat menempuh hidup yang baru dan semoga bahagia sampai akhir."


Rima tidak menghampiri aku yang sedari tadi menatap dia dengan haru. Dia hanya melambai tangan dan memberikan kiss jauh sebagai tanda sayang.


Wiwin berdiri dan beranjak ke depan sambil melambai tangan ke arahku.


"Pertama kali mengetahui Kia serius ingin menikah dengan Miko, aku senang dan bahagia. Tapi terselip rasa ragu apa nanti Miko akan menerima Kia. Kia yang saya tahu sangat manja, keras hati dan yang paling fatal dia tidak bisa mengerjakan pekerjaan di rumah seperti memasak dan lain-lain," Wiwin menghentikan kalimat dan tertawa sambil menatapku.


"hey... jangan buka aibku di sini........"


Aku melotot balik ke arahnya seakan mengancam agar jangan diteruskan.


"Selamat Cinta... kamu sudah memiliki pendamping yang sangat pengertian. Terima kasih Miko telah mengerti dan memahami semua yang ada pada Kia. Congratulation Sister... happy forever. Dan yang pasti mulai sekarang harus belajar memasak untuk suami."


Aku memeluk Wiwin saat dia lewat di samping aku duduk.


"I love you Cinta, selalu jadi saudara yang baik untukku."


Giliran kak Arya maju, terlihat dia penuh semangat sekali.Miko hanya tersenyum sambil menggeleng kepala menahan tawa.


"Bagi saya Miko adalah sahabat yang mau menang sendiri. Melakukan semau dia tanpa perduli teman setuju apa tidak.


Sebelum pacaran sama Kia, banyak sekali wanita yang menempel tapi heran semua tanpa status," kak Arya menghentikan kalimat dan tertawa sambil menunduk.


"Woy Bro... mau balas dendam ya?" tanya Miko dengan keras.


"Tapi yang lalu biarlah berlalu, sekarang sudah resmi jadi suami Kia. Satu yang saya sesalkan bahwa saya tidak bisa lagi ngajak dia bersenang-senang. Sorry Kia sebenarnya aku setengah hati merestui kalian," ucap kak Arya tanpa.rasa bersalah.


"Ihhh, sumpah pengen kutimpuk pakai gelas yang ada di atas meja," kesalku dan Miko hanya tersenyum geli.

__ADS_1


"Selamat bahagia Bro... semoga langgeng sampai ajal memisahkan," kak Arya berlalu dan menatap kami berdua dengan ekspresi senang.


"Terima kasih," Miko mengangkat tangan ke arah kak Arya.


Luthfi dengan tergesa ke depan, dia memberikan selamat juga pada kami.


"Kia bagi saya adalah sahabat, adik dan keluarga dekat. Dulu saat kami masih bersama saya yang paling khawatir bila mendengar dia sedih. Saya langsung berlari ke dia saat mendengar dia terluka. Sayang kakak terhadap.adik yang saya rasakan sangat membekas dikenangan kami. Impian kakak yang ingin melihat adiknya bahagia sudah terkabul. Oh ya... Hery titip salam Kia, dia tidak bisa datang karena ada tugas di luar kota. Yang pasti kami semua sahabatmu benar-benar bahagia dengan pernikahan kamu. Selamat adikku, doa kami selalu untukmu," Luthfi menutup ucapan dan air mataku menetes tanpa bisa kuhentikan. Mengingat kenangan kami dulu bersama, perhatian dan rasa sayang dia padaku sebagai adik benar adanya.


Akhirnya aku dan Miko ke depan memberi ucapan terima kasih pada semua yang hadir. Miko berbicara sambil menatapku.


"Orang sering bilang, cinta pertama jarang sekali bersatu. Ternyata tidak berlaku bagi kami, kenyataan sekarang aku mengenggam dan mengucap janji sehidup semati dengan cinta pertamaku. Serasa mimpi kalau ini terjadi tapi  inilah kebenarannya, bahwa aku sekarang suami Kia. Kia sudah resmi menjadi milikku seutuhnya. Hai Isteriku yang cantik, aku cinta padamu. Tolong ingatkan aku kalau salah dan satu lagi jangan pernah pergi meninggalkan aku," Miko mencium tangan dan pipiku.


Tak terasa haru menyeruak hingga tak terasa air mataku kembali menetes, saat Miko mengucap kata cinta, mencium tangan dan kedua pipiku.


"Aku percaya kamu adalah jodoh terpilih untukku. Aku berjanji tidak akan meninggalkanmu, hanya Tuhan yang bisa memisahkan kita. I love you suamiku... kamu tampan sekali. You look amazing today."


Aku kemudian memeluk Miko, semua yang hadir bertepuk tangan. Miko mengisyaratkan pada MC untuk memulai musik.


"Ayo Beb...cintanya aku," pinta Miko sambil membuka buku lirik lagu  besar di depan kami.


"Kamu dulu, aku setelahnya," anggukku setuju dan Miko mulai menyanyi.


Tergetar aku tepat di hadapanmu.


Debar jantungku berdetak saat ku genggam tanganmu.


Beruntung aku kini dapatkan cintamu


yang tercantik di hatiku sejak awal kubertemu.


Janji padaku jangan ada lagi


hati yang lain selain aku.


Kau memang cinta pertamaku sungguh aku bahagia.


Miko menyerahkan mikropon padaku, menyuruh aku melanjutkan.


Yang kurasakan denganmu semua berbeda.


Kekasih yang baik hati kini ada di sampingku.


Janji padaku jangan kau lukai hati seperti kisah yang lalu.


Kau bukan cinta pertamaku namun aku berharap.


Mulai hati ini saat ini engkau cintanya aku........


(Lagu by Arsy dan Tiara, Cintanya Aku).


Miko mengecup keningku setelah kami selesai menyanyikan lagu itu. Suasana makin meriah saat band memainkan  Sugar dari Maroon 5. Miko menarik tanganku ke depan  mengajak menari di ikuti yang lain. Tanteku juga ikut menari bersama Omku, Wiwin dengan Alan apalagi dan yang lebih heboh kak Arya menarik tangan Lisa supaya ikut. Walau seperti terpaksa akhirnya Lisa mau dan kak Arya sukses mendapatkan pukulan di.bahu beberapa kali oleh Lisa.


"Kenapa tidak pacaran sama Lisa saja?" tanya Miko ketika kak Arya di samping.


"Hey... dia seperti adikku dan aku tidak.


mau pacaran se-kantor."


"Hmmm.... kayak Lisa mau sama kamu,"cibirku setengah sebal.


"Iya... Lisa terpaksa kak Miko, kasihan nanti dia malu,' kata Lisa tanpa.ragu.


"Jangan begitu, nanti susah kamu naik jabatan. Dia spesialis lobi terbaik di perusahaan kita, yang aku tahu sih," ujar Miko.

__ADS_1


"Eh... maaf kak Arya. Lisa ikhlas deh," mohon Lisa disambut dengan muka cemberut kak Arya.


Aku tertawa tertahan, mengelus belakang Lisa dan melanjutkan menari sambil memegang tangan Miko.


Sampai di ujung acara, tibalah saat aku melempar buket bunga tangan.


"Siap semua........"


"Lempar ke arah Arya, satu langkah di sebelah kananmu Beb,'"bisik Miko


aku menoleh sebentar ke belakang dan mengangguk tersenyum pada Miko. Segera kulempar dan ternyata tepat di.sambut oleh kak Arya. Semua tamu bertepuk tangan dan meneriakan kata ajakan.


"Kawin.... ayo kawin... ayo kawin........."


Kak Arya melotot ke arahku dan langsung memberikan buket pada Lisa.


"Nih... buat kamu saja."


Kami semua tertawa, kak Santi sampai terduduk dan menutup mulut saking geli dengan kelakuan kak Arya.


"Selamat pada pengantin, semoga bahagia sampai tua. Terima kasih pada tamu semua," MC menutup.acara.


********


Di kamar ganti, Miko.sudah melepaskan baju pengantin dan memakai pakaian biasa. Muncul Rima dan Nisa, aku langsung berdiri tapi di tahan oleh penata rias yang ingin segera menyelesaikan pekerjaan mengganti gaunku.


"Tunggu sebentar," pintaku pada mereka.


Setelah selesai aku langsung menemui mereka. Kami bertiga berpelukan lama dan Miko keluar membiarkan aku bersama sahabat lamaku.


"Harus bahagia kamu Kia, aku selalu mendoakan," ujar Nisa.


"Kalau pulang harus hubungi aku, awas kalau tidak," ancam Rima sambil menatapku serius.


"Iya.... terima kasih atas doa dan kuenya, semoga aku bisa membalas nanti."


"Selamat Kia," sekali lagi Nisa menggenggam tanganku dan mereka pamit kemudian.


*********


"Ayo........"


Miko menarik tanganku keluar dan aku menurut saja. Tapi aku bingung saat Miko membawaku ke arah mobilnya yang terparkir di depan hotel.


"Bukannya kita menginap di sini?" tanyaku masih heran.


"Tidak.... kita akan ke suatu tempat untuk bulan madu," jawabnya membuka pintu mobil dan menyuruhku masuk. Kulihat ada koper pakaianku dan Miko di belakang, semakin membuatku penasaran.


"Kita kemana?"


"Kamu suka laut, kita akan ke sana," Miko menyalakan mesin mobil sambil memperlihatkan dua tiket peaawat dan aku hampir meloncat kegirangan.


"Lombok.... Gili... we comming,'  bisik Miko di telingaku, langsung mengecup pipi dan tersenyum mesra.


*******


**Yang request Miko nyanyi saat menikah, sudah di penuhi tambah bonus, Kia juga ikut. Maaf lagu saya sesuaikan dengan cerita jadi agak berbeda liriknya.


**Yang request bulan madu, mohon nantikan chapter berikutnya. Yang minta undangan saat Kia nikah, maaf tidak bisa di penuhi karena terbatas hanya untuk keluarga dan teman dekat.


**Setiap kata adalah doa, doakan yang baik-baik pada siapapun termasuk orang yang membencimu. Karena apa yang kita doakan niscaya akan berbalik pada diri kita sendiri.


**Terima kasih pada pembaca setia Rahasia hati atas dukungan selama ini. Kalian pemberi semangat pada saya. I love you guys, kalian ter-the best. Maafkan saya yang selalu terlambat update. Semoga dukungan kalian di balas dengan yang baik juga, amin... amin.

__ADS_1


**Ayo teman-teman selalu datang ke karya saya , like dan komen yah. Nanti saya feedback balik walau terlambat. Jangan takut untuk saling dukung dalam kebaikan dan kesuksesan, because you are your own. Jangan dengarkan kata orang berpeganglah pada prinsip sendiri. Ukuran sukses tiap orang berbeda, bagi saya karya ini ada yang membaca, saya sudah merasa sukses🤗


**Bagi teman-teman Kia jangan lupa jaga kesehatan yah, tetap patuhi aturan kesehatan. Covid tiap bulan bermutasi lebih menakutkan.Saya doakan para reader dan teman-teman semua dilindungi dari penyakit ini. Stay healthy... stay happy and stay with Kia. See you next time.


__ADS_2