
Selama jam pelajaran berlangsung raskal tidak bisa fokus. Pikiranya terus tertuju pada julia yang entah kenapa tiba tiba bersikap tidak bersahabat padanya.
Bel tanda usai nya pelajaran bergema di seluruh sudut ruangan. Raskal segera memasukan seluruh peralatan tulis nya ke dalam tas.
"Baik, cukup sekian untuk hari ini. Selamat siang"
Raskal buru buru lari keluar kelas bahkan sebelum guru yang mengajar sampe di ambang pintu.
Semua teman kelas yang melihat nya bingung termasuk radit, teman sebangkunya.
“Tumben semangat banget" Gumam radit.
Sementara raskal yang sudah berada di koridor terus berlari. Raskal harus bertemu dengan julia sekarang dan mengatakan apa yang membuat julia bersikap demikian padanya.
Raskal juga sengaja buru buru menghampiri julia agar natalie tidak lebih dulu mengajak nya berbasa basi.
Sejujur nya raskal mulai bosan dengan sikap natalie yang terkesan di buat buat itu.
Raskal sampai di lantai 1 dimana kelas julia berada. Cowok ganteng itu tampak sangat ngos ngosan dengan keringat bercucuran di kening nya.
Guru kelas yang mengajar tampak baru saja keluar di susul para siswa siswi teman sekelas julia.
Raskal yang melihat nya tidak membuang waktu. Cowok itu segera melongokan kepala nya memastikan julia masih berada di dalam kelas.
Raskal tersenyum.
Usahanya tidak sia sia. Cewek itu masih berada di dalam kelas bersama tiara.
"Biar gue tebak, pasti lo pulang bareng raskal" Kata tiara menatap julia yang sedang memasukan alat tulis nya ke dalam tas.
"Hh.. lo nggak usah asal tebak deh. Gue di jemput sama ayah gue" Balas julia sewot.
Tiara mengeryit.
Cewek bermata belo itu bingung juga sebenar nya dengan julia yang tampak sangat tidak suka pada raskal hari ini.
"Jul. Gue nanya boleh?" Tanya tiara menatap julia dari samping.
"Nggak!" Jawab julia galak.
"Buset. Sewot amat lo" Tiara mendelik tidak percaya.
"Udah ah, gue buru buru" Kata julia bangkit dan berlalu begitu saja.
"Ya tuhan,, gue di tinggalin gitu aja. Julia tunggu !!"
Tiara mengejar julia yang sudah lebih dulu keluar kelas. Ketika sampai di luar kelas tiara kembali kebingungan melihat julia dan raskal sedang berdebat.
"Lo harus ikut gue jul" Kata raskal menahan lengan julia.
__ADS_1
"Lepasin tangan gue" Galak julia.
Tiara hanya diam menonton.
Dia tidak berniat menengahi kedua sahabat nya.
"Jul, ada yang mau gue tanya" Kata raskal terus menahan julia.
"Gue nggak mau. Lepasin gue atau gue bakal teriak" Balas julia mengancam.
Raskal menghela nafas.
Julia terlihat benar benar membencinya kali ini. Dan raskal tidak tau sebab nya.
Sorry kalo gue maksa dan nyakitin lo.
Tapi gue bener bener harus tau kenapa lo seperti ini sama gue.
"Ikut gue" Raskal menarik julia yang terus meronta ronta berusaha melepaskan cekalan tangan raskal di lengan nya.
"Lepasin gue. Gue nggak mau. Tiara tolongin gue !!"
Tiara yang di mintai tolong hanya berdiri menatap julia yang di seret paksa olih raskal. Tiara sama sekali tidak berniat melerai keduanya. Tiara meyakini kalau raskal tidak mungkin menyakiti julia.
Mereka berdua apaan sih?
Sementara itu julia terus saja meronta ronta dan berteriak membuat semua siswa siswi menatap heran padanya juga raskal.
"Raskal lepasin gue !!" Teriak julia.
Raskal tidak perduli.
Cowok itu seakan menulikan pendengaran nya dan terus menyeret julia paksa agar mengikutinya.
Cowok nyebelinnnnn !!!!
Raskal melepaskan cekalan nya di lengan julia saat sampai di taman. Cowok itu menatap serius pada julia yang meringis memegangi bekas cekalan raskal.
Raskal terkejut saat melihat lengan julia memerah karna cekalan nya yang terlalu kuat.
"Ya tuhan, jul lengan lo_"
"Jangan sentuh gue !!" Mata julia berkaca kaca menatap raskal.
Julia bahkan melangkah mundur menghindari raskal yang melangkah mendekatinya.
"Lo kenapa sih jul? Kenapa tiba tiba lo marah marah nggak jelas sama gue? salah gue apa?" Tanya raskal tidak sabar.
Julia terdiam.
__ADS_1
Cewek itu terus menatap penuh benci pada raskal dengan air mata yang sudah menggenangi pelupuk matanya.
"Lo nyakitin gue" Lirih julia.
Raskal tau apa yang di maksud menyakiti oleh julia. Tapi raskal melakukan nya karna terpaksa. Julia tidak akan mau mengikutinya kalau tidak di paksa.
"Jawab jul. Apa salah gue sama lo?" Tanya raskal menatap julia serius.
"Lo nggak salah. Tapi gue yang salah" Air mata julia menetes saat menjawab pertanyaan raskal.
Entah kenapa tiba tiba julia merasa bodoh sendiri karna bersikap seperti itu pada raskal.
"Gue nggak ngerti maksud lo"
"Gue yang salah. Gue nggak seharus nya marah marah sama lo cuma karna_" Julia berhenti berucap.
Julia ragu untuk menyebut nama natalie di depan raskal.
"Cuma karna apa?" Tanya raskal penasaran.
"Kak natalie" Jawab julia lirih.
Cewek itu membuang mukanya tidak lagi menatap raskal.
Raskal mengeryit.
Cowok itu tidak mengerti dengan apa yang di maksud julia menyebut nama natalie.
"Gue nggak ngerti. Kenapa lo bawa nama kak natalie?"
Julia tersenyum kecut.
Julia merasa tidak seharus nya dia menjelaskan sesuatu yang tidak penting bagi raskal.
"Udah lah. Nggak penting" Kata julia.
Julia menghapus air matanya.
Cewek itu melangkah meninggalkan raskal yang masih belum juga mengerti apa yang di maksud dirinya.
Gue emang bodoh.
Gue terlalu percaya diri menganggap raskal peduli sama gue.
Gue terlalu naif.
Air mata julia terus menetes saat melangkah di koridor. Beruntung suasana sudah sangat sepi sehingga julia tidak harus menyembunyikan air matanya.
Julia sendiri tidak tau kenapa hatinya bisa sesakit ini. Yang julia tau julia tidak suka melihat raskal dengan natalie bersama.
__ADS_1