
*** Pernikahan Rin ***
Dave dan Rin sudah siap - siap untuk menikah, Rin merasa seperti ada sesuatu di terus memikirkan keluarganya. Dave sangat senang akhirnya bisa menikah dengan Rin orang yang dia cintai.
Semua persiapan pernikahan sudah disiapkan oleh semua teman - teman Dave disana. Rin merasa bahagia saat bersama Dave walau dia masih merasa ada yang mengganjal entah apa, dia belum bisa memikirkannya.
Dave "sayang akhirnya kita akan menikah" mengelus rambut Rin yang sedang dirias
Rin "iya Dave, tapi kenapa perasaan ku ragu"
Dave "apa yang kau ragukan sayang?"
Rin "aku kepikiran Bapak dan ibu "
Dave "percaya sama aku setelah ini kita akan disetujui dan akan bisa bersama selamanya"
Rin "baiklah"
Pernikahan pun dilangsungkan, akhirnya mereka sah menjadi keluarga kecil. Rin tidak sabar untuk kembali ke rumah dan memberikan berita yang bahagia ini. Rin berharap setelah ini keluarganya akan setuju dan mereka mendapatkan kebahagian. Rin juga berharap setelah ini bisa melanjutkan sekolahnya seperti yang dikatakan Dave.
*** Rin Kembali bersama Dave ***
Rin yang merasa gugup bertemu keluarganya berusaha memberanikan diri.
Rin "aku sangat takut"
Dave "sudahlah kita akan baik - baik saja kok istri ku"
Rin "tapi kenapa warung Ibu gak buka ya Dave?"
Dave "mungkin emang gak jualan"
Rin "gak biasanya, Ibu gak pernah gak buka kecuali ada hal buruk di rumah"
Dave "iya sayang, jangan pikir aneh - aneh percaya semua akan baik saja kok"
Rin "percaya sih tapi perasaan ku aneh Dave"
Dave "kita masuk saja ya, kita lihat apa yang terjadi di dalam"
Rin "baiklah semoga semuanya baik - baik saja"
Rin dan Dave membuka pintu dan masuk ke dalam rumah. Rumah Rin sepi terdengar suara batuk di dalam, Rin mendengar itu adalah suara Bapak. Rin lari masuk ke dalam, Rin melihat Bapak sakit berbaring di kamar Rin ditemani Ibu Rin.
Bapak Rin "Rin?"
Ibu Rin menoleh "Rin?"
Rin "Bapak (menghampiri Bapak) Bapak sakit? semenjak kapan?"
Bapak Rin "semenjak kamu pergi nak, kamu kemana selama ini? Kenapa kamu pergi dari rumah?"
Ibu Rin yang masih kesal dengan Rin "kamu ngapain pulang? kenapa kamu gak sekalian mati ah (mendorong Rin) kamu itu anak durhaka, demi laki - laki baru kamu kenal, kamu sudah main kabur, gara - gara kamu Bapak sakit Rin"
Bapak "sudah Bu, yang penting anak kita kembali" berusaha duduk
Rin berlutut depan Ibu dan Bapak nya "Maafin Rin Pak Bu, Rin salah, Rin gak akan lakuin itu, Rin minta maaf, maafin Rin" menangis sambil meminta maaf
Dave "Bu Pak kita …" mulut di tutup Rin
Rin " dave kamu bisa di luar dulu, aku mau bicara dengan keluarga ku"
Dave mengerti maksud Rin "oke Rin" Dave keluar menunggu di luar
Bapak "Rin sini" memeluk Rin
__ADS_1
Ibu Rin "Bapak terlalu manjain anak, gini nie jadinya ngelunjak jadi anak"
Bapak "sudahlah Bu, dia anak kita juga"
Ibu Rin "Rin kamu sudah menyakiti hati orang tua mu, kamu akan susah kehidupan mu"
Rin "maafin Rin Pak , Bu"
Bapak "sudah sekarang kita sudah bersama, jadi kita gak usah mikirin yang lain"
Rin "iya Pak, Rin mau keluar nyuruh Dave pulang ya"
Bapak "iya Rin"
Rin menghampiri Dave diluar yang sedang menunggu.
Dave "gimana sayang, kamu dah bilang kita sudah nikah? Trus orang tua mu gimana? setuju kan?"
Rin yang belum bisa jujur "Maaf Dave aku tidak jujur dengan orang tua ku, berikan aku waktu buat mengatakan yang sebenarnya ke orang tua ku"
Dave "apa harus aku yang ngomong?"
Rin "berikan aku waktu Dave, aku akan bicara tapi biarkan aku memikirkan nya dulu"
Dave "ya udah terserah mu"
Rin "Dave kamu pulang dulu, nanti jika kedua orang tua ku sudah tahu baru kita tinggal bersama"
Dave "baiklah aku pulang ya"
Rin "iya hati - hati di jalan"
Dave pulang ke kost nya, Dave bingung bagaimana bisa sepasang suami istri tidak tinggal bersama. Dave belum bisa juga memaksa Rin untuk jujur.
Rin yang baru kembali bingung harus memberitahu keluarganya dengan bagaimana, dia takut Bapak shock dan jatuh sakit lagi. Rin tidak mau membuat keluarga nya susah, Rin merasa bersalah telah menikah tanpa izin dari orang tua nya.
Dave sudah di rumah, Rin yang masih bersiap - siap ke sekolah. Bapak Rin sudah berangkat kerja lebih duluan. Rin mendengar keributan dari luar yang terdengar suara Ibu nya.
Ibu Rin "pergi kamu (menyiram air cucian piring) kamu perusak anak orang, gak sudi saya lihat kamu dirumah saya"
Dave "Bu maaf saya cuma mau ketemu istri saya"
Ibu Rin "enak aja kamu main bilang anak saya istri mu, sampai kapan pun gak akan pernah saya nikah kan kamu dengan anak saya, mimpi kamu?"
Dave "Lo emang kenyataan bukan mimpi Bu"
Ibu Rin "jangan asal bicara kamu, kamu sudah guna - guna anak saya pasti sampai dia bisa menyukai kamu"
Rin "Bu stop, jangan kasar sama Dave terus Bu"
Ibu Rin "masuk kamu, hari ini kamu gak usah sekolah"
Rin "gak Bu , aku mau sekolah"
Ibu Rin "denger Ibu , besok perjodohan kamu akan kita sah kan jadi kamu gak usah sekolah, nanti kabur lagi” dengan sinis
Rin “Bu apa yang dibilang Dave benar, kita sudah nikah saat kita berdua kabur Bu”
Ibu Rin menampar Rin “kamu itu dikasik apa sih sama dia, sampai segitu nya?”
Dave membela Rin “Rin berkata jujur, saya bawa buku nikah kita” mengeluarkan buku nikah
Ibu Rin mengambil Buku nikah dan kaget menjatuhkan buku nikah nya “kamu benar - benar keterlaluan Rin” lemas sedih
Rin “maafin Rin”
__ADS_1
Ibu Rin mengusir Dave “pergi kamu dari sini”
Rin “Ibu jangan” melarang
Ibu Rin menarik rambut Rin dan mengunci pintu kamar Rin “kamu bukan anak Ibu lagi Rin, kamu sudah keterlaluan bercandanya”
Dave dari luar meminta dibuka kan pintu namun Ibu Rin tidak memperdulikan. Ibu Rin menunggu Bapak Rin datang. Dave masih menunggu depan pintu gerbang. Sore pun tiba Bapak Rin sudah kembali dari bekerja dengan adik - adik Rin,
Bapak Rin “loh Dave kok disini?”
Dave “Pak saya mau bicara serius”
Bapak Rin menyuruh anak - anak masuk terlebih dahulu “anak - anak kalian masuk duluan”
Ibu Rin membuka kan pintu “Pak masuk tanpa manusia kayak dia”
Bapak Rin yang belum tahu “jangan begitu Bu, ajak saja dia masuk”
Ibu Rin “ngga”
Bapak Rin akhirnya masuk tanpa Dave “Bu ada apa sebenarnya”
Ibu Rin “kita harus persiapan perjodohan Rin”
Bapak Rin “iya tapi kita gak enak sama tetangga kalau ada orang di luar”
Ibu Rin “jangan pedulikan , Ibu akan urus, Bapak mending bersiap - siap”
*** Pengakuan Dave ***
Perjodohan akan dimulai, Dave sangat bingung sedangkan Rin hanya bisa menangis di kamar. Bapak Rin mencoba menanyakan Rin ada apa, Rin menceritakan semuanya, Bapak Rin sangat kecewa dan kaget tapi tidak bisa berbuat apa. Bapak Rin pun menunda perjodohan.
Ibu Rin “Pak ayo kita siap - siap”
Bapak Rin “kita tidak bisa menikahkan jika putri kita sudah menikah”
Ibu Rin “kenapa tidak bisa kita ceraikan saja”
Bapak Rin membuka pintu untuk Dave “masuk Dave”
Dave “terima kasih Pak”
Ibu Rin “ngga ngerti deh sama orang disini, sudah tahu dia gak jelas masih aja dibaikin”
Bapak Rin “Dave tolong jelaskan kenapa kamu menikah tanpa persetujuan kami?”
Dave “Rin hamil Pak, anak Dave”
Ibu Rin yang dengar hal itu sangat marah dan menampar Dave dengan keras “kamu apain anak saya” berteriak dan memangis karena kesal
Rin keluar dari kamar “Ibu jangan gitu, terima lah kenyataan”
Bapak Rin yang bingung harus jawab apa “Dave kamu pulang dulu, Rin kamu masuk kamar”
Dave “tapi Pak”
Bapak Rin membentak “saya suruh pulang , ya pulang ngerti”
Dave pun pulang, Rin masuk kamar, Bapak Rin hanya diam dan duduk tidak tahu harus berbuat apa lagi.
^u^ Terima kasih sudah berkunjung dan membaca novel author "Rahasia Hati". Jangan sampai lupa like, berikan bintang, favorit, kritik dan saran di kolom komentar sangat ditunggu author. ^u^
Kunjungi juga novel lainnya berjudul :
*** Perjuangan CInta
__ADS_1
*** Rissa dan Si Driver Ojol
Terima kasih banyak semua, dukungan kalian yang selalu author nanti.