
Suara bel menggema di seluruh sudut sekolah pertanda jam pelajaran hari ini telah usai.
Setelah mengucapkan sapaan selamat siang guru fisika yang bernama pak budi pun segera meninggalkan ruang kelas.
Raskal menghela nafas.
Dengan malas cowok itu memasukan seluruh peralatan tulis nya ke dalam tas hitam milik nya.
"Lo kenapa kal? loyo banget hari ini?" Tanya radit menatap raskal heran.
"Gue nggak papa" Jawab raskal judes.
Radit mengeryit mendengar jawaban tidak biasa dari raskal. Menurut radit raskal seperti cewek yang sedang dalam masa tamu bulanan nya.
"Judes amat" Cibir radit.
Raskal mendengar nya dengan jelas cibiran radit, namun raskal merasa sangat tidak penting untuk saat ini meladeni radit.
"Gue duluan" Ujar raskal bangkit dan berlalu keluar dari kelas meninggalkan radit begitu saja.
Gue masih nggak ngerti dengan maksud julia saat istirahat tadi. Sangat aneh, kalo memang gue nggak ada salah kenapa mereka cuekin gue. Apa lagi tiara begitu galak.
Gue ngrasa mereka berdua sedang nyembunyiin sesuatu.
"Lo udah siap belum? tes beasiswa akan di laksanakan 3 hari lagi"
Raskal menghentikan langkah nya saat akan menuruni tangga mendengar seorang siswa membicarakan tentang beasiswa.
Mendadak bayangan wajah manis julia muncul di depan nya, raskal ingat jika julia pun sangat berambisi untuk mengikuti tes beasiswa itu.
Raskal mempercepat langkah nya menuruni satu persatu anak tangga. Cowok itu berniat untuk menemui julia.
Meskipun sebenar nya masih ada rasa kesal karna tingkah julia dan tiara padanya kemarin.
Ketika sampai di depan kelas julia, raskal melihat dua cewek itu sedang asik mengobrol. Keduanya bahkan terlihat enggan untuk beranjak dari tempat duduk nya.
Raskal tersenyum saat beberapa cewek yang keluar dari kelas julia menyapa nya. Cowok itu berusaha menunjukan keramahan nya di balik rasa kesal yang sedang menyelimuti hatinya saat ini.
"Lo berdua kaya nya betah banget di kelas" Kata raskal berkacak pinggang di samping julia yang membelakanginya.
Julia menoleh dan mengeryit melihat raskal sudah berdiri di samping meja nya dengan raut wajah tidak bersahabat.
"Lo ngapain disini?" Tanya tiara menatap raskal bingung.
Raskal menatap sekilas pada tiara kemudian menatap serius pada julia yang juga sedang menunggu jawaban atas pertanyaan yang di lontarkan tiara.
"Lo, ikut gue" Kata raskal menarik pergelangan tangan julia agar mengikuti nya.
"Eh, kemana?" Tanya julia bingung namun menurut pada cowok itu untuk mengikutinya.
__ADS_1
Tiara yang melihat raskal menarik julia segera mengikutinya. Meskipun tiara tau raskal tidak akan berbuat macam macam pada julia, tapi tiara merasa harus mengikuti keduanya.
"Kal, pelan pelan" Kata julia meringis menahan sakit di pergelangan tangan nya.
Raskal terus menyeret julia yang dengan begitu susah payah mengimbangi langkah nya.
"Kita mau kemana sih?" Tanya julia bingung.
Raskal berhenti melangkah mendengar pertanyaan julia. Cowok itu berbalik dan menatap serius pada julia yang sedang mengusap pergelangan tangan nya yang memerah karna cekalan erat raskal.
"Jul, lo nggak papa" Tiara muncul dengan wajah khawatir nya melihat julia mengusap bekas cekalan raskal.
Tiara terkejut saat melihat pergelangan tangan julia memerah.
"Eh, lo apa apaan sih?!" Semprot tiara menatap raskal marah.
Raskal tampak menyesal begitu melihat pergelangan tangan julia. Raskal tidak sadar jika cekalan nya pada julia begitu erat sampai membekas.
"Sorry jul, gue nggak sengaja" Sesal raskal.
"Nggak sengaja gimana? jelas jelas lo nyeret paksa julia begitu?!" Bentak tiara tidak terima.
"Udah nggak papa ra" Kata julia berusaha menenangkan tiara.
"Gue nggak papa kok" Sambung julia lagi.
"Ada apa kal?" Tanya julia menatap raskal.
Raskal menatap julia dengan tatapan bersalah nya.
"Gue cuma mau ngasih tau tentang beasiswa itu. Sorry kalo gue nyakitin lo" Jawab raskal pelan.
"Beasiswa? maksud nya?" Tanya tiara bingung.
Julia memang belum sempat memberitahu tiara tentang keinginan nya mengikuti tes beasiswa tahun ini.
Raskal yang langsung bisa menebak dengan kebingungan tiara hanya diam saja. Raskal membiarkan julia yang memberitahu tiara tentang beasiswa itu.
"Kalian lagi ngapain disini?"
Suara natalie membuat ketiga sahabat itu menoleh kompak ke arah nya.
Tatapan tidak suka langsung di tunjukan oleh tiara dan julia pada cewek berkaca mata itu.
Kedua cewek itu merasa natalie seperti hantu yang bisa muncul dimana saja jika ada raskal.
"Eh, kak" Sapa raskal tersenyum tipis.
"Tangan julia kenapa?" Tanya natalie mengeryit melihat bekas cekalan raskal di pergelangan tangan julia.
__ADS_1
Julia segera menyembunyikan tanganya menghindari tatapan penasaran natalie.
"Oh, nggak papa kok kak" Jawab julia.
Tiara yang merasa sangat muak dengan kehadiran natalie memilih untuk membuang muka.
"Kak, sorry yah kita bertiga lagi buru buru. Jadi kita duluan" Kata raskal menatap natalie.
"Oh okay" Jawab natalie tersenyum tipis.
Setelah mendengar jawaban natalie raskal menarik pelan tangan julia dan tiara untuk mengikutinya.
Cowok itu melangkah membawa kedua sahabat nya menjauh dari natalie yang berdiri menatap tidak suka ke arah raskal, julia juga tiara.
Dari awal lo cuma milik gue kal.
Dan lo, cuma boleh deket sama gue.
Dalam perjalanan menuju rumah raskal julia menceritakan tentang keinginan nya mengikuti tes beasiswa pada tiara. Julia juga memberi tahu sebab dirinya ingin mendapatkan beasiswa itu.
"Terus kita mau ngapain ke rumah raskal?" Tanya tiara sembari mengemudikan mobil nya.
"Belajar" Jawab julia tersenyum.
Tiara menatap julia sekilas kemudian mengeryit bingung.
"Emang harus gitu belajarnya di rumah raskal?" Tanya tiara tidak mengerti.
Julia tersenyum sebelum menjawab pertanyaan tiara.
"Kan dia yang ngajarin gue belajar" Jawab nya.
"Hah? dia yang ngajarin lo? lo nggak salah?" Tanya tiara lagi.
Julia hanya tersenyum dan menggeleng menjawab pertanyaan tiara kali ini.
"Hh,, gue nggak nyangka banget tau nggak sih, raskal lebih tau lo dari gue ternyata" Ujar tiara menghela nafas.
Julia mengeryit mendengar nya.
"Maksud lo?" Tanya julia tidak mengerti.
Tiara hanya mengedikkan bahu nya. Cewek itu sama sekali tidak menjawab pertanyaan julia dan memilih diam menatap raskal yang sedang mengemudikan motor di depan mobil nya.
Gue nggak tau apa yang di pikirkan tiara saat ini. Tapi gue perhatiin tiara tampak sedikit berbeda. Gue rasa, mungkin tiara nganggep gue lebih terbuka sama raskal dari pada sama dia.
Gue sendiri bingung harus bagaimana menjelaskan nya sama tiara.
Gue nggak bermaksud merahasiakan tentang ini sama dia. Gue cuma nggak mau terus merepotkan orang lain.
__ADS_1