Rahasia Hati

Rahasia Hati
Tiga Kali Jatuh Cinta


__ADS_3

Handphoneku berdering ketika aku mau menjalankan mobil yang ku ambil dari rumah Bimo setelah diantar oleh Luthfi. Kulihat dari Lala istrinya Andi mungkin Mama yang menyuruh menelponku.


"Kamu di mana?" tanya Lala dengan cemas.


"Apa Papa baik-baik saja?" tanyaku balik pada Lala.


"Besok sudah bisa pulang, jadi cepat kemari kamu dicari Tante," jawabnya.


Aku menjalankan mobil menuju Rumah sakit. Kuurungkan saja membuka kotak dari Bimo walaupun hatiku penasaran. Malam itu aku menenani Papa di rumah sakit karena besok pagi harus di periksa oleh Dokter dan aku sebagai anaknya harus ada memdampingi Papa.


Saat aku menatap Papa, aku masih belum percaya dengan kenyataan yang ku ketahui dari keluarga Bimo. Hatiku masih sangsi bahwa Papa sanggup mencelakai orang yang sangat ku cintai dan calon menantunya. Tapi kenyataan tetaplah kenyataan sekarang aku hanya bisa pasrah.


Kejadian masa lalu diantara aku dengan Bimo bukan hanya melibatkan kami berdua tapi keluarga. Makanya Bimo sangat kuat menyimpan rahasia itu kalau aku mengetahuinya aku pasti akan terluka.


Papa sudah di perbolehkan pulang, Dokter mengizinkannya saat pemeriksaan tadi. Papa sangat gembira sambil memeluk Mama dan aku. Kami pulang dengan perasaan lega walau hatiku masih sakit karena ulah Papa dulu.


***********


Malam hari aku membawa kotak yang diberikan Mama Bimo ke kamar dengan perasaan berdebar. Sangat penasaran sebenarnya mulai kemarin malam tapi aku coba menahannya.


Aku membuka kotak yang diberikan Bimo dengan perlahan. Ada jam tangan hadiah ulang tahun yang pernah kuberikan saat terakhir Bimo pelatihan. Ada juga foto- foto kami berdua saat Bimo balap bahkan ada juga foto bersama teman-temannya satu tim. Foto saat kami liburan ke Bali dan juga saat wisuda Bimo. Dia ganteng sekali dengan setelan jas dan dia tersenyum sambil memelukku.


Ada lukisan bergambar wajahku saat menyalin catatan di perpustakaan dulu saat kami masih SMA. Saat itu aku sangat mencintainya dan tidak ada nama lain selain Bimo. Aku sampai tidak pernah melihat lelaki lain saat berhubungan dengan Bimo. Aku tersenyum sedih melihat lukisan itu di bawahnya bertuliskan.


"Hey... Coklat, aku sayang kamu."


Gelang tangan tali dengan huruf B dari emas ini adalah hadiah ulang tahun Bimo terakhir dariku yang kuberikan saat kami di Sangata. Malam yang menguras air mataku karena itulah terakhir aku bertemu kasih sebagai pasangannya. Handphone lama Bimo masih bagus hanya baterainya habis, aku kemudian mencari chargernya dan mengisi baterainya.


Laptop Bimo yang sering digunakannya memang bukan laptop yang dulu tapi ada di kotak ini. Tempat cincin masih bagus dan cincin pasangan yang diberikan Bimo padaku sebagai hadiah ulang tahunku waktu di Bali ternyata masih ada. Sebuah pigura dengan gambar dua janinku dan ada buku catatan kecil. Bahkan buku komik yang kubaca di lapangan golf yaitu komik doraemon juga masih ada.


Tak terasa air mataku jatuh sambil terisak aku mencoba memeriksa isi kotak yang ternyata semua barang-barang kenangan kami. Bimo memyimpannya sangat baik bahkan tiket pesawat saat kami ke Bali masih ada membuat hatiku hancur kalau memgingat semuanya.


Aku membuka handphone Bimo yang masih di charger dan di dalamnya masih ada foto kami saat camping bersama. Ada juga video yang direkam Heri saat aku makan, menyanyi dan ucapan semangat dua tahun yang lalu saat kami reuni. Itulah terakhir aku bertemu dengan Bimo.

__ADS_1


Yang membuatku sangat terkejut ada rekaman suara Bimo saat mengucapkan akad nikah waktu kami berdua di Bali. Saat kami merasa dunia milik kami berdua tidak menyadari badai yang akan datang. Aku sampai menepuk dadaku menahan sakit yang kurasa saat ini.


"Bagaimana aku melupakannya, Bim...tolong aku," isakku sambil menutup muka dengan kedua tanganku.


Suaraku saat menelponnya ketika Bimo di Balikpapan, aku yang mengatakan bahagia tidak dapat di cari tapi diciptakan sendiri terdengar suara kecil Bimo dan dia menjawab bahwa akulah bahagianya saat itu.


"Aku kangen kamu sekarang, Bim," bisikku.


Ada juga fotoku dan Bimo waktu aku wisuda bersama dengan orang tuaku dan Andi sepupuku sekaligus sahabat Bimo. Beberapa foto kami saat di Balikpapan saat aku menyusul Bimo ke sana karena Bimo bekerja di sana saat itu. Bahkan ada foto Papa dan Mamaku juga ketika kami semua ada di rumah Tanteku di Balikpapan.


Aku langsung menangis melihatnya, setelah apa yang Papaku lakukan padanya tapi Bimo masih menyimpan foto ke dua orang tuaku. Aku membuka laptopnya ternyata masih ada tugas-tugasnya saat diklat di Bali yang pernah kubuat supaya Bimo tidak bingung. Dia bahkan mengganti semua nama foldernya dengan nama Coklat.


Aku kemudian membuka kotak cincin yang ternyata cincin milik Bimo masih ada di situ aku tidak menyangka karena dulu dikatakannya cincin kusimpan di tempat yang aman ketika kutanyakan. Hatiku masih disini kalimat itu tertulis jelas di sebuah kertas kecil di dalamnya. Aku kemudian meraih kotak yang ada di atas meja riasku dan mengambil cincinku yang ingin ku kembalikan pada Bimo. Menatapnya dengan masih menangis ternyata Bimo masih menyimpannya dengan baik, aku meletakan cincinku satu kotak dengan cincin milik Bimo.


Aku juga menatap pigura bergambar janinku dulu. Ternyata Bimo juga mempunyai gambarnya, Nisa yang memberikannya pada Bimo. Dia yang selalu mendesak Bimo untuk kembali padaku. Ternyata Bimo juga sangat menyayangi mereka calon anak-anaknya.


"Papa sudah menyusul kalian, kalian pasti sudah bertemu sekarang," kataku sambil mengusap air mataku.


Aku membuka buku kecil yang ada di kotak dan perlahan membacanya dengan perasaan yang tidak bisa dilukiskan.


Coklatku yang cantik dan baik. Didalam hidupku percayalah aku tiga kali jatuh cinta padamu, pertama di kantor guru saat kita SMA aku melihat matamu memandangku. Yang kedua saat melihatmu menyanyi di kampusmu ketika aku melepaskanmu untuk sementara karena aku ingin sukses. Ketiga saat aku melihatmu bekerja di kantor, kamu terlihat cantik dan manis dengan tingkah lucumu.


Kau tahu Coklat, aku bahkan mengikutimu seharian agar bisa tahu bagaimana keseharianmu. Aku menyewa kamar hotel persis di depan kantormu dan aku juga membelikan bubur saat kau bilang mau sarapan bubur. Aku tidak pernah menyangka Coklatku bisa sukses dan kembali cantik yang membuatku sangat menyesal dengan keputusanku meninggalkanmu. Aku ingin sekali menjelaskan mengapa aku sampai meninggalkanmu menikah tapi nanti Mama yang akan menceritakannya karena Mamalah yang harus minta maaf padamu.


Aku akan menceritakan sesuatu tapi ini rahasia hanya aku, kamu, Luthfi, Heri dan seseorang yang tahu. Aku bertemu Papamu saat di rumah sakit beliau tidak mengenaliku. Aku sangat terkejut ketika Mamamu menjelaskan semuanya. Papamu berbicara padaku saat mendengar suaraku bicara dengan Mamamu. Beliau menanyakan sesuatu yang tidak pernah ku duga.


"Bimo! Kapan datang? Kenapa tidak ke rumah? Kapan melamar Kia?"


Aku sangat terkejut mengetahui penyakit yang diderita Om ternyata Om terkena penurunan daya ingat dan glukoma parah. Mamamu menceritakan semua keadaan Papamu. Aku sudah minta maaf pada Papa dan Mamamu dan mereka sudah memaafkanku.


Kalau kamu mendengar cerita Mamaku kamu pasti tidak menyangka bahwa ada kejadian itu. Aku juga tidak menyangka Om bisa se-marah itu denganku. Jangan khawatir aku sudah memaafkan Papamu. Aku benar-benar sudah memaafkan beliau jadi kamu jangan takut.


Aku adalah orang yang sangat bersalah atas semua peristiwa yang terjadi padamu. Tentang anak-anak kita semua karena aku. Bagaimana aku harus menebus semua dosaku pada Coklatku. Setiap aku membayangkan kata-kata Nisa

__ADS_1


"Kia datang dengan sangat kesakitan dan berdarah di situ di tempatmu duduk."


Aku pikir aku tidak akan bisa mendapatkan maaf darimu karena saat kamu kehilangan anak kita aku malah menikah dengan orang lain. Aku menyesal Coklat, amat sangat jadi maafkanlah aku tentang anak-anak.


Karena itu aku memutuskan untuk memberikan kornea mataku pada Papamu. Agar aku masih bisa melihat Coklatku yang tersenyum menatap mataku. Aku ingin lebih lama lagi melihat Coklatku. Melihat kamu tersenyum sambil memegang wajahmu.


Aku sangat merindukanmu Coklat, merindukan saat kita bersama Ketika cinta kita membuat waktu berhenti dan saat aku memelukmu serta berada di sampingmu. Melihat tawamu dan manjamu, saat Coklatku yang cengeng menangis karena merajuk.


Tentang mataku ini hanya Luthfi dan beberapa orang saja yang tahu jadi berjanjilah padaku untuk menyimpannya. Jangan ada seorangpun dari keluargaku yang tahu, aku tidak mau membuat kegaduhan nanti saat aku tidak ada.


Aku ingin kamu tahu Coklat bahwa aku tidak pernah melepaskan hatiku darimu walau kita berpisah. Meskipun aku menikah aku tetap mencintaimu, percayalah hanya kamu di hatiku. Tapi aku ternyata seorang pengecut yang tidak pernah berani meminta maaf padamu dan itulah yang aku sesali sampai akhir.


Aku akan mengatakan sesuatu, yang selalu kamu inginkan dari dulu dan selalu kamu paksa aku mengatakannya tapi tidak pernah kulakukan sampai aku tiada.


"Aku mencintaimu Coklat."


Tidak pernah ada yang lain di hatiku hanya kamu, walau aku tiada dan ada di alam lain aku tidak pernah berhenti mencintaimu. Aku sangat mencintaimu Coklat jadi aku mohon jangan menangis lagi. Mulai sekarang cobalah untuk mencari bahagia di tempat yang lain, bukalah hatimu untuk siapapun agar dia bisa mengobati luka yang pernah aku tinggalkan.


Aku pergi dengan bahagia percayalah dan aku menyusul anak-anak. Mereka mungkin akan memarahiku karena sudah membuat Mama mereka menderita. Tapi aku akan mencari cara agar mereka bisa memaafkanku. Maafkan aku pergi mendahuluimu menemui mereka.


Jadi Coklatku sayang kamu harus mau memaafkanku dan beritahu pada mereka agar mau memaafkanku juga. Berjanji padaku jangan menangis lagi kamu harus bahagia sekarang. Aku sangat mencintaimu dan aku akan menunggumu di sana, ayo kita bertemu dan berkumpul di sana bersama anak-anak. Aku bersedia menunggu kamu datang dan meminta maaf langsung kalau itu memang hukumanku karena sudah memberikanmu rasa sakit. Ingatlah Bimo selalu mencintai Coklat tidak ada nama lain dihatiku selain Coklatku.


Bimo menyudahi catatannya dengan gambar dua orang wajahku dan wajahnya sama seperti yang di ganbarnya di tanganku saat ulang tahunnya. Di mana aku menyerahkan segalanya untuknya.


"Bimo... aku mencintaimu," desahku pelan sambil membawa buku itu ke dadaku.


Air mataku tidak bisa berhenti mengalir. Malam itu aku tidur dengan memeluk semua barang yang diberikan Bimo. Sekarang aku tahu Bimo ku tidak pernah berhenti mencintaiku dan tidak pernah berpaling dariku. Aku tiga kali jatuh cinta padamu selama hidupku, kata-kata yang ditulis Bimo masih terbayang jelas di pikiranku sampai aku tertidur karena lelah menangis.


***********


**Kenangan bisa menjadi pelajaran hidup yang paling berharga. Tapi jangan juga hidup dalam kenangan karena kenyataan walaupun pahit itulah yang harus kita jalani. Realita hidup yang benar-benar harus kita perjuangkan.


**Bagaimana keadaan Papa Kia setelah mendapat donor kornea mata dari Bimo dan bagaimana cara Kia menatap mata orang yang pernah sangat dicintainya dan mampu berkorban untuknya.

__ADS_1


**Selamat membaca, masih kita explore keadaan setelah kematian Bimo dan apa yang ditinggalkannya untuk Kia. Terima kasih atas semua dukungannya, jangan lupa vote, like dan komen😊.


__ADS_2