
"Jul lo serius nggak papa?"
Ini adalah pertanyaan yang di layangkan tiara pada julia untuk yang kesekian kalinya. Cewek bermata belo itu tampak sangat mengkhawtirkan keadaan julia saat ini.
"Gue nggak papa ra." Senyum julia sambil mendudukan dirinya di bangku.
Tiara menghela nafas. Cewek itu mengikuti apa yang di lakukan julia duduk di bangku. Tiara tau jika julia sedang berbohong. Terlihat jelas dari raut wajah manis nya yang terlihat murung sejak masih mengikuti tes beasiswa itu.
"Lo jangan bohong jul. Gue tau lo lagi nggak baik baik aja."
Julia terdiam. Tiara memang tidak mudah untuk di bohongi. Lagi lagi julia merasa sangat beruntung karna bisa bertemu dengan tiara.
"Segitu care nya lo sama gue ra?" Tanya julia menoleh menatap tiara yang berada di samping nya.
"Ck. Lo apaan sih jul, meskipun gue suka bikin lo BT tapi kan gue sayang sama lo." Balas tiara mengerucutkan bibir nya.
"Gue kan sahabat lo." Tambah tiara.
Julia tersenyum mendengar nya.
“Thank's ya ra." Katanya.
"Sama sama. Terus tadi lo kenapa murung gitu?" Tanya tiara penasaran.
Julia menghela nafas.
Julia juga tidak tau kenapa tiba tiba merasa ragu dengan hasil pemikiran nya sendiri. Julia bahkan sempat meragukan raskal yang dengan suka rela mengajarinya.
"Gue juga nggak tau ra. Tapi gue merasa sedikit nggak percaya diri aja. Saingan gue banyak banget. Dan gue yakin mereka semua anak anak berprestasi. Nggak kaya gue yang cuma bisa mengandalkan pikiran pas pasan."
Tiara menghembuskan nafas mendengar nya. Tiara tidak menyangka jika julia bisa berubah sepesimis itu hanya karna saingan nya dalam tes beasiswa banyak.
"Jul, harusnya lo tuh bangga bisa bersaing sama mereka semua. Mereka memang anak anak berprestasi dan lo hebat karna lo bisa saingan sama mereka. Dan akan lebih hebat lagi kalo lo yang dapetin beasiswa itu." Kata tiara.
"Gue nggak yakin ra." Balas julia sendu.
"Lo harus percaya diri jul. Kan raskal yang ngajarin lo. Gue yakin lo pasti yang dapat. Otak encer raskal tuh udah nggak bisa di ragukan lagi tau nggak?"
Julia mengeryit mendengar ucapan tiara. Julia memang belum sepenuh nya mengenal raskal. Julia hanya tau kalo raskal adalah murid berprestasi dengan ke gantengan nya yang membuat cewek cewek di sekolah nya klepek klepek.
"Memang nya raskal sepintar itu?" Tanya julia penasaran.
"Ya elah jul lo hampir tiap hari belajar sama dia tapi lo nggak nyadar?"
__ADS_1
Julia menggeleng menjawab pertanyaan tiara.
"Parah emang lo. Kalo raskal tau bisa mati tersinggung dia." Tiara menggeleng karna kepolosan julia.
"Sejak kapan ada orang mati karna tersinggung?" Tanya julia heran.
"Udah lupain aja. Yang terpenting sekarang lo harus percaya sama kemampuan lo sendiri. Oke?"
Julia hanya mengangguk dengan senyuman di bibir nya. Apa yang di katakan tiara memang benar, harus nya julia merasa bangga karna bisa bersaing dengan murid murid berprestasi di sekolah nya. Apa lagi dirinya masih baru di sekolah itu.
Tiara benar gue harus percaya dengan apa yang sudah gue perjuangin. Gue yakin gue bisa.
Dari luar kelas tepat nya di depan pintu raskal mendengar percakapan kedua nya. Kebetulan kelas sedang sepi dan hanya ada julia dan tiara di dalam nya jadi raskal bisa dengan jelas mendengar semua yang di bicarakan oleh keduanya.
"Gue nggak nyangka ternyata tiara se care itu sama julia." Gumam raskal tersenyum.
Raskal menghela nafas.
Menatap julia rasanya tidak ada kata bosan baginya. Julia selalu berhasil membuat raskal merasakan getaran aneh di dadanya.
Sebelum nya raskal tidak pernah merasakan hal itu pada cewek manapun. Tapi pada julia, raskal selalu merasa harus melakukan yang terbaik untuk nya.
"Lagi liatin apa sih?"
Raskal menoleh saat mendengar suara adit. Teman sebangkunya itu entah sejak kapan sudah berada di samping nya. Adit melongokan kepalanya ke dalam kelas julia dan tiara mencari sesuatu yang membuat raskal begitu betah berdiri di depan pintu.
"Lagian lo betah banget disini gue jadi penasaran."
Raskal menatap jengah adit yang selalu saja ingin tau urusan orang lain.
"Lo pengin tau aja urusan orang." Kata raskal kemudian melangkah meninggalkan adit.
"Yah... gue di tinggalin."
Sekali lagi adit melongokan kepalanya. Cowok itu tersenyum saat melihat julia dan tiara yang sedang tertawa bersama. Adit menganggukan kepalanya mengerti.
"Ternyata liatin si dia toh..." Gumam adit menganggukan kepalanya.
"Haha gue tau sekarang."
Adit segera melangkahkan kakinya untuk menyusul raskal ke kelas nya. Cowok itu tau siapa yang mampu menarik perhatian raskal sekarang
Bel pulang sekolah menggema di seluruh sudut gedung sekolah menengah atas itu. Tidak lama berhambur lah seluruh siswa siswi yang keluar dari kelas nya masing masing termasuk julia dan tiara.
__ADS_1
"Lo mau kemana dulu?" Tanya tiara menatap julia yang melangkah di samping nya.
"Ya pulang lah. Kemana lagi." Jawab julia.
"Mau bareng gue nggak?" Tanya tiara lagi.
Julia terdiam sesaat. Biasanya pulang sekolah julia langsung bekerja di tempat oma raskal. Tapi karna sekarang dirinya sedang libur bekerja disana jadi julia tidak ada tujuan lain selain pulang sekarang.
"Nggak usah deh ra."
Tiara mengerucutkan bibir nya mendengar penolakan julia. Padahal tiara ingin sekali mengajak julia untuk mampir ke rumah nya.
"Lo mah." Sungut tiara.
"Emang nya lo nggak pengin apa main ke rumah gue?"
Julia menghela nafas.
Julia sebenar nya ingin sekali main ke rumah tiara, namun julia ingin cepat pulang sekarang agar bisa membantu pekerjaan ibunya yang setiap hari menumpuk.
"Kapan kapan ya ra? untuk sekarang gue lagi nggak bisa. Gue pengin istirahat." Senyum julia menyentuh bahu tiara.
"Oke, tapi bener yah kapan kapan?"
"Iyaa.." Balas julia tersenyum.
"Ya udah kalo gitu gue duluan yah? lo ati ati pulang nya." Kata tiara.
Julia mengangguk dengan senyuman di bibir nya. Tangan nya melambai saat tiara berlalu dari hadapan nya menuju parkiran dimana mobil cewek itu berada.
Julia menghela nafas. Cewek itu kembali melanjutkan langkah nya di koridor.
"Butuh ojeg nggak?"
Julia berhenti melangkah dan menoleh pada raskal yang tiba tiba sudah berada di samping nya. Cewek itu terkekeh menatap raskal yang juga sedang menatap nya.
"Gue lagi nggak ada duit bang." Canda julia tertawa.
"Khusus buat eneng abang gratisin deh." Balas raskal.
Julia tertawa mendengar balasan raskal. Entah kenapa julia merasa raskal selalu hadir di samping nya pada waktu yang tepat.
"Yuk bareng?" Ajak raskal menggandeng tangan julia.
__ADS_1
Julia tidak menolak. Cewek itu hanya diam dan menurut saat raskal menuntunya melangkah menyusuri koridor menuju parkiran.
Kenapa lo selalu ada di saat gue butuh? Apa lo malaikat yang di kirim tuhan buat gue kal?