
Dalam perjalanan kembali menuju toko bunga julia terus terdiam. Julia sama sekali tidak mengeluarkan suara sejak sampai di rumah megah berpagar hitam itu. Raskal yang merasa bingung dengan sikap diam julia hanya mampu menghela nafas. Obrolan nya benar benar tidak di hiraukan oleh julia.
"Jul, kamu laper nggak?" Tanya raskal memelankan laju motor nya.
"Bisa tolong langsung antar gue balik ke toko nggak?" Raskal menelan ludah nya. Julia tidak menjawab. Cewek itu justru balik bertanya dengan nada tegas.
"Oh, oke deh" Jawab raskal mengangguk pasrah.
Setibanya di toko bunga julia langsung turun dari boncengan raskal. Cewek itu berlalu memasuki toko tanpa sepatah kata pun pada raskal.
Raskal benar benar tidak mengerti dengan sikap julia yang mendadak berubah. Raskal hanya menghela nafas. Cowok itu melepas helm nya kemudian turun dari motor nya dan melangkah memasuki toko mengikuti julia.
"Udah jul?" Tanya oma raskal melihat julia yang melintasinya.
Julia hanya mengangguk dengan senyum tipis nya dan terus melangkah melewatinya.
Oma raskal yang merasa heran dengan sikap julia pun mengerutkan kening nya. Oma raskal menatap punggung julia yang melangkah menuju kamar ganti.
"Julia kenapa?" Tanya oma raskal pada raskal yang baru sampai di depan nya.
"Raskal juga nggak tau oma" Jawab raskal menghela nafas.
Oma raskal menyipitkan kedua matanya menatap cucu laki lakinya yang tampak lesu di depan nya.
Raskal yang merasa di tatap pun membalas tatapan omanya. Cowok itu mengangkat sebelah alis nya.
"Raskal nggak berbuat apa apa" Katanya.
Raskal tau jika tatapan omanya itu sedang mencurigai nya melakukan sesuatu pada julia.
"Baik, oma percaya" Ujar oma raskal mengangguk.
__ADS_1
Raskal menghela nafas kasar. Cowok itu tidak menyangka jika oma nya akan curiga kepadanya.
___
"Makasih ya kak, besok ajak anya muter muter lagi ya" Ujar anya saat raskal menurunkan tubuh kecil nya dari motor nya.
Raskal hanya mengangguk dengan senyum manis nya.
Raskal tidak pernah mengira jika anya akan begitu suka pada nya. Raskal tadi hendak pulang namun anya minta di ajak muter muter keliling kampung. Raskal tau itu adalah salah satu cara anya menahanya pulang.
Julia yang sedari tadi menunggu kepulangan anya dan raskal hanya diam di tempat nya. Wajah manis julia tampak sangat tidak bersemangat.
"Kakak !!" Suara teriakan anya membuat julia mau tidak mau mengukir senyum nya. Julia segera menghampiri anya dan raskal.
Julia mengambil alih tangan anya dari raskal, menggandeng lembut tangan kecil adik nya itu.
"Kalo gitu kakak pulang yah." Ujar raskal tersenyum pada anya.
"Gue pulang ya jul" Kata raskal menatap julia.
"Okay, thank's yah" Senyum julia.
Raskal kembali menaiki motor nya. Sebelum mengenakan kembali helm nya raskal melirik julia sekilas. Raskal masih penasaran dengan apa yang di rasakan julia sejak siang tadi.
Raskal menstater motor nya, cowok itu tersenyum di balik helm nya menatap wajah manis julia sebelum benar benar berlalu.
____
Nia melangkah mendekati julia yang tampak fokus belajar. Sedari pulang dari kerjaan nya julia tampak murung. Nia tau ada sesuatu yang membuat putri sulung nya seperti itu.
"Sayang" Julia mengangkat kepalanya. Julia tersenyum tipis melihat sang bunda yang sudah berdiri di samping nya. Senyum paksa yang langsung bisa di baca oleh nia.
__ADS_1
"Bunda" Kata julia.
"Semangat banget belajar nya" Ujar nia mengelus lembut rambut sebahu julia.
Julia hanya tersenyum menanggapi nya.
"Bunda liat kamu tampak murung sejak pulang tadi. Apa ada sesuatu yang mengganggu?" Pertanyaan lembut nia membuat julia terdiam.
Julia meletakan pulpen nya dan menghela nafas.
"Julia tadi nganterin pesanan ke alamat rumah kita dulu bun" Nia mengeryit mendengar nya.
"Rasanya aneh banget bunda. Dulu itu rumah kita, julia bisa keluar masuk semau julia. Tapi tadi julia datang sebagai pengantar bunga. Julia memencet bel, julia juga menunggu di luar. Benar benar seperti mimpi" Lanjut julia.
Nia tersenyum mendengar nya. Dengan lembut di tuntun nya kedua pundak julia untuk berdiri menghadap nya.
"Dulu mungkin itu rumah kita, tapi sekarang ini rumah kita. Istana kita" Kata nia menatap lembut pada julia.
Julia diam.
Julia membalas tatapan lembut nia. Dengan sangat jelas julia dapat melihat kedua mata nia berair.
"Maaf bunda" Sesal julia.
"Nggak papa, nggak papa sayang" senyum nia menggelengkan kepalanya.
Nia menangkup kedua pipi julia dengan kedua tanganya. Dengan penuh sayang di kecup nya kening julia. Nia benar benar tidak bisa berbuat apa apa. Semuanya sudah terjadi dan berlalu begitu saja.
Julia memejamkan matanya merasakan kecupan di kening nya. Julia lupa jika bukan hanya dirinya yang merasakan nya.
"Maafin julia bunda" Kata julia berhambur memeluk nia.
__ADS_1