Rahasia Hati

Rahasia Hati
33


__ADS_3

Pagi menjelang.


Julia keluar dari kamar nya dengan penampilan nya yang sudah rapi. Saat akan melangkah menuju ruang tamu dimana ayah dan adik nya sedang bercanda, julia mengurungkan niat nya ketika indra penciumanya menangkap aroma harum masakan yang berasal dari dapur.


"Bunda" Gumam nya.


Julia melangkah menuju dapur.


Senyum nya mengembang saat mendapati nia sedang sibuk mengaduk nasi goreng dalam wajan dengan posisi membelakangi nya.


"Julia bantu ya bunda" Kata julia melangkah menghampiri nia.


Nia menoleh dan tersenyum melihat julia sudah rapi dengan seragam nya.


"Iya, tolong ambilkan piring sayang" Ujar nia lembut.


Julia mengangguk dan segera mengambil piring di dalam lemari. Julia menata nya agar nia dapat langsung menuang nasi goreng nya di piring piring itu.


Julia menatap nia yang begitu telaten. Nia masih sama seperti dulu.


Dulu meskipun mereka adalah kluarga yang berada nia selalu terjun sendiri ke dapur untuk membuat masakan. Saat pagi, siang bahkan malam nia menyiapkan nya tanpa bantuan dari asisten rumah tangga.


"Bunda, julia punya sesuatu untuk bunda" Ujar julia menyodorkan amplop pada nia.


Nia mengeryit menatap putrinya. Di tatap nya sekilas amplop yang di sodorkan julia padanya.


"Apa itu?" Tanya nia penasaran.


Julia tersenyum.


Dengan pelan di raih nya tangan nia, julia menggenggamkan amplop tersebut pada tangan sang bunda.


"Ini gaji pertama julia bunda" Jawab julia tersenyum.


Nia tertegun namun hanya sesaat.


Saat nia akan menarik tangan nya julia semakin mengeratkan genggaman nya.


"Nak, ini_"


"Julia tau ini hanya sedikit bunda, tapi julia berharap bunda mau menerima nya. Julia ingin bisa membantu" Kata julia memotong ucapan nia.


Nia terdiam.


Wanita itu menatap amplop yang di genggam kan julia dengan mata berair.


"Julia mohon bunda" Kata julia lagi.


Nia tidak dapat lagi menahan tangis nya. Kedua bahunya bergetar dengan isak tangis nya yang mulai terdengar.


"Bunda"


"Bunda nggak tau harus bagaimana. Tapi terimakasih sayang" Ujar nia menatap julia dengan linangan air mata.


Julia mengangguk. Cewek itu ikut meneteskan air matanya melihat itu.


Dengan lembut nia memeluk julia yang berdiri tepat di samping nya.


"Terimakasih, dan maaf kalo bunda membebani kamu" Kata nia memejamkan matanya.

__ADS_1


"Bunda, sarapan nya mana?!"


Pakikan anya membuat nia dan julia saling melepaskan pelukan nya.


Kedua nya terkekeh kemudian segera mengusap air mata di pipinya. Nia juga julia sama sama tidak ingin rendy melihat nya menangis.


"Bunda akan kasih tau ayah" Kata nia tersenyum.


Julia hanya menganggukan kepala mendengar nya.


Nia meraih 2 piring nasi goreng dan membawanya menuju meja makan di ikuti julia.


"Sarapan sudah siap !" Ujar julia sedikit berseru.


Mendengar itu rendy juga anya segera melangkah menuju meja makan untuk sarapan.


"Ayam goreng nggak ada bunda?" Tanya anya setelah duduk di kursi nya.


Julia tersenyum mendengar pertanyaan anya. Dengan lembut di belai nya rambut lurus panjang anya.


"Pulang nanti kakak belikan ayam goreng" Katanya.


Anya langsung bersorak girang mendengar nya. Anya memang sangat menyukai ayam goreng.


Rendy hendak membuka mulut nya untuk berkata namun segera di tahan nia dengan cara menggenggam tangan suaminya itu.


"Nanti bunda kasih tau" Bisik nia.


_____


Di sekolah julia dan tiara masih tetap mengabaikan raskal. Kedua nya bersikap seolah tidak melihat raskal saat raskal melintas di depan nya, dan itu berhasil membuat raskal kebakaran jenggot.


Pertanyaan raskal berhasil menghentikan langkah julia dan tiara. Kedua nya kompak berbalik dan menatap raskal yang juga sedang menatap nya dengan wajah merah karna emosi.


Cowok itu bahkan sangat tidak tau malu karna bertanya dengan suara begitu keras tanpa memperhatikan sekitar nya. Akibat nya hampir semua cewek yang berada di sekitar nya saling berbisik menatap nya.


Tiara menghela nafas kemudian melangkah lebar menghampiri raskal yang masih berdiri di tempat nya.


"Ikut gue" Kata tiara menarik tangan raskal.


Raskal hanya menurut saja melangkah mengikuti tiara yang di ikuti juga oleh julia di belakang nya.


Saat sampai di taman tiara menghempaskan tangan raskal. Cewek itu melipat kedua tangan nya di bawah dada menatap raskal tajam. Julia sendiri hanya diam menatap raskal yang tampak kesal karna ulah tiara.


"Mau lo berdua apa sih? salah gue apa?" Tanya raskal lagi.


Julia menghela nafas. Julia memberi isyarat pada tiara untuk diam saat tiara akan menjawab pertanyaan raskal.


Julia tau jika tiara yang menjawab tidak akan ada ujung nya.


Saat ini raskal terlihat emosi, akan tidak baik jika tiara juga ikut emosi menjawab pertanyaan cowok itu.


"Duduk yuk" Kata julia tenang.


Raskal dan tiara menuruti perkataan julia, meskipun keduanya duduk berjauhan dengan tatapan sama tajam nya.


Julia mengambil posisi duduk di tengah raskal dan tiara. Cewek itu tersenyum menatap raskal yang masih memasang wajah sebal nya.


"Gue salah apa?" Tanya raskal melengos.

__ADS_1


Julia melirik tiara yang membuang muka sebelum menjawab pertanyaan raskal.


"Nggak ada, lo nggak ada salah apa apa" Jawab julia.


Raskal mengeryit mendengar nya. Cowok itu menatap wajah manis julia tidak mengerti.


"Terus kalo gue emang nggak ada salah kenapa lo berdua begitu sama gue?" Tanya raskal lagi.


Julia menggaruk tengkuk nya bingung. Julia tersenyum kikuk tidak tau harus menjawab apa.


Sedangkan tiara hanya diam karna julia melarang nya untuk bicara.


"Emmm,, ya udah kalo lo ngrasa begitu, gue sama tiara minta maaf" Kata julia.


Tiara mendelik mendengar perkataan julia.


Saat dirinya membuka mulut untuk bicara julia segera menutup nya dengan tangan kemudian menarik tanganya untuk meninggalkan raskal sendiri.


"Lo apa apaan sih jul?" Sebal tiara saat sampai di kelas nya.


Tiara bahkan menghempaskan kasar tubuh nya di atas kursi saking sebal nya.


Julia yang melihat itu hanya tersenyum kemudian mendudukan dirinya di samping tiara.


"Gue cuma ngrasa nggak pantes aja" Kata julia.


Tiara mengeryit mendengar nya.


"Maksud lo?" Bingung tiara.


Julia menghela nafas kemudian menoleh menatap tiara.


"Setelah gue pikir pikir apa yang kita lakuin itu salah ra. Dengan siapa raskal berteman itu bukan hak kita untuk melarang. Nggak sepantas nya kan kita melarang raskal temenan sama kak natalie? kita memang nggak suka sama dia, tapi kan raskal belum tentu begitu. Dan, raskal juga kan memang deket sama kak natalie" Jawab julia menjelaskan.


Tiara terdiam mendengar nya.


Meskipun pelan namun tiara mengangguk menetujui penjelasan julia.


"Iya, lo bener" Kata nya.


Julia tersenyum mendengar nya.


Tiara bisa dengan begitu mudah menerima penjelasan nya.


"Jadi?" Tanya julia memastikan.


"Apa lagi? kita kan cuma sahabat nya dia, jadi nggak seharus nya kaya kemaren" Jawab tiara mengedikan bahu.


"Justru karna kita sahabat ra" Kata julia.


"Iya okelah apa aja" Balas tiara.


Gue sadar apa yang gue lakuin sama tiara itu salah.


Gue sama tiara mungkin memang tidak suka sama kak natalie, tapi bukan berarti raskal juga harus ikut tidak suka.


Meskipun sahabat tapi gue tau kita punya hak untuk berteman dengan siapa aja.


Dan lagi, raskal sudah begitu baik sama gue.

__ADS_1


Gue nggak mau hanya karna gue sama tiara nggak suka sama kak natalie persahabatan kita jadi korban.


__ADS_2