Rahasia Hati

Rahasia Hati
JANGAN


__ADS_3

Sore terlihat mendung, saat dua orang yang lama belum bertemu saling menatap. Manik mata tajam Miko seakan ingin menelan Gadis karena rasa kesal.


"Apa yang ingin kamu dapatkan sekarang?"


"Aku... kaget kamu ada di sini, aku kira kamu masih di ujung pulau. Kapan datang? kenapa selama ini tidak menghubungiku?"


Alih-alih menjawab pertanyaan Gadis, Miko malah mendekati Bella. Dengan tatapan agak hangat dia tersenyum sambil bertanya.


"Mana Mama kamu?"


"Di rumah," ucapan cedal Bella membuat Gadis panik dia langsung menjauhkan Bella dari Miko.


Miko kembali berdiri dan tersenyum sinis. Dia memandang Gadis yang kebingungan sambil menggendong Bella. Miko menarik napas panjang dan menghempaskan kembali.


"Aku pernah bertemu Vina sebelum hari pernikahanku dan aku tahu ini anaknya. Saat itu dia bilang kamu masih bekerja seperti dulu ."


Gadis seketika tercengang, dia tidak menyangka Miko tahu keadaannya selama ini, yang lebih mengejutkan Miko tahu dia masih bekerja.


"Aku memberikan kamu uang banyak supaya kamu bisa pulang kampung dan memulai usaha, tapi kamu malah masih di sini. Kenapa? Apa kamu berikan semua dengan kekasihmu? apa masih dengannya sekarang?"


Air mata Gadis keluar, dengan agak tersedu dia menjawab.


"Maaf Mik, aku menyesal. Uang itu aku berikan untuk investasi tapi ternyata dia membohongiku. Aku... aku... cuma mencintaimu."


"Mencintaiku atau mencintai uangku?"


"Aku mencintaimu," dengan suara tertahan dan kepala tertunduk Gadis menahan malu. Dia sangat terkejut Miko mengetahui semua  bahkan dari tadi Miko mencecar dengan pertanyaan tanpa memberi waktu Gadis menjawab panjang lebar.


Dari kejauhan seorang tergesa  menghampiri mereka. Terlihat Arya dengan wajah kaget menatap Gadis tapi dia malah mendekati Bella yang sedang bermain bunga plastik penghias depan kantor. Dengan cepat dia membawa Bella menjauh dari Miko dan Gadis.


"Cari tempat lain, kenapa harus mengorbankan anak kecil dalam masalah kalian. Kamu belum putus juga sama dia Mik?"


"Kamu tidak tahu kalau Miko  sudah menikah? Vina belum memberitahumu?" Arya menatap Gadis heran.


"Kamu kapan bertemu Vina?" Tanya Miko.


"Sebelum pernikahanmu, aku memberitahu segalanya. Tidak mungkin dia tidak memberitahumu."


"Aku tidak tahu," jawab Gadis cepat.


"Berikan alamat Vina, aku antar Bella. Kalian selesaikan sampai tuntas. Kamu Dis, berpikir jernih. Kamu Mik , jangan sampai terimbas pada Kia."


Arya berlalu menggendong Bella dan dia meninggalkan mereka berdua yang masih terdiam.


"Ikut aku, jangan di sini. Tidak enak dilihat orang. Aku tidak mau orang memberitahu pada Kia dan isteriku akan salah sangka," Miko mengajak Gadis pergi menjauh dari kantor.


*******


"Mama............"


Teriakan Bella membuat Vina kaget langsung berlari menghampiri Arya yang masih menggendong Bella.


"Mana Gadis? Apa yang terjadi?"


"Dia menemui Miko."


"Dasar bo*oh... aku sudah menahan semua, tapi dia malah mengacuhkanku," jelas Vina tersengal.


"Kamu tidak memberitahu semua?"


"Aku kasihan, dia seperti masih berharap jadi aku simpan saja, aku tidak memyangka Miko ada di sini. Apa dia pindah? katanya dia di lain propinsi?"


"Setelah menikah dia pindah ke sini."


Vina baru menyadari kalau mereka bicara di luar dan segera mengajak Arya masuk, tapi ditolak.


"Tidak enak dengan suami kamu, apa kata orang. Aku cuma mengantar Bella saja."


Vina mengerti, dia memang pernah berhubungan dengan Arya tapi dia memilih suami sekarang karena dulu Arya belum bisa memberi kepastian.


"Suamiku memang pegawai pabrik rendah tapi dia baik dan selalu berusaha untuk kami itu yang membuatku bagga padanya."

__ADS_1


"Suami kamu beruntung, aku sudah melupakan semua. Jadi jangan khawatir Vin, jaga Bella baik-baik jangan sampai lengah."


"Terima kasih Kak, semoga kamu juga bahagia."


*********


flash back on.


Gadis membuka mata, dia memandang Miko yang tidur di sebelahnya  sambil tersenyum.


"Sayang sudah siang."


Perlahan Miko membuka mata dan melihat jam sudah pukul delapan pagi. Dia meloncat seakan baru ingat ini hari senin.


"Aah... aku terlambat, pasti ketinggalan pesawat."


"Memang kamu mau kemana?"


"Aku dikirim keluar daerah bersama tim, nanti saja ikut penerbangan selanjutnya."


Miko mengusap wajah sambil berjalan ke arah kamar mandi.


"Mau ikut?" Tanya nya pada Gadis. Dengan cepat Gadis mengikuti Miko sambil bergelayut di tangan.


"Setelah ini kita makan, ada yang ingin aku bicarakan sama kamu."


*****


Pelayan hotel sudah mengantar sarapan pagi, mereka berdua menyantap dengan lahap. Miko memandang Gadis yang masih terlihat senang.


"Berhenti dari pekerjaanmu, pulang kampung dan mulai usaha yang baik."


Suapan Gadis terhenti, dia memandang Miko dengan bingung.


"Kamu tahu kan aku tidak bisa berhubungan serius jadi tidak bisa kamu harapkan. Pulang, mulai usaha baru nanti aku kasih modal dan cari suami yang baik."


Hampir tersedak Gadis mendengar kalimat Miko. Dia tidak menyangka Miko memikirkan hal itu.


"Kenapa kita tidak bisa bersama?"


"Aku masih berharap kamu berubah Mik. Aku mencintaimu... sungguh," desis Gadis.


Miko memberikan selembar kertas cek berisi nominal uang pada Gadis.


"Aku mau pindah, aku mohon turuti kataku berhenti dari pekerjaanmu sekarang dan pulang ke orang tuamu, mulai hidup baik dan coba usaha baru serta cari suami yang baik."


"Kami memutuskanku?" Isak Gadis tertahan.


"Kita tidak punya hubungan selain ini Dis, ayolah aku tahu kamu masih muda tapi pahami bagaimana posisi aku dan kamu."


Gadis memang belum 20 tahun jadi pemikirannya masih belum dewasa. Miko juga tidak tahu bagaimana dia bisa ada di sini dengan pekerjaan seperti ini. Miko tidak pernah menanyakan lebih dalam selain daerah asal dan kehidupan orang tua Gadis. Dia juga tidak mau Gadis berharap lebih dan menganggap serius, jadi sekarang waktunya Miko berhenti sebelum semua lebih jauh, karena Gadis pasti akan terluka.


"Berjanji padaku, turuti kataku. Hanya ini yang bisa aku lakukan untuk membantumu. Cari orang yang mencintaimu, terima kasih sudah menemaniku selama ini."


Miko pergi meninggalkan Gadis yang masih terdiam dan berlinang air mata.


flash back off.


********


Arya melangkahkan kaki memasuki kantor. Dia sangat khawatir dengan kejadian barusan. Lebih kaget ketika melihatku keluar bersama pegawai yang lain.


"Kenapa seperti itu melihatku? Ada yang salah?" Tanyaku heran.


"Tidak apa Kia, kamu mau kemana?"


"Mau pulang, tapi tunggu Miko jemput."


"Sepertinya Miko lagi sibuk mungkin agak lama."


"Kamu dari sana?" Tanyaku. Kak Arya mengangguk sambil menatap ke arah parkiran.

__ADS_1


"Kalau kelamaan biar aku antar," Arya menawarkan diri.


"Enggak  usah nanti merepotkan, kalau Miko masih sibuk biar aku pakai taksi online."


Arya menatapku sambil tersenyum tapi bagiku seperti ada sesuatu yang di simpan.


"Ayo Kia sama aku, biar kuantar sampai rumah," ajak kak Santi sambil merangkulku. Sambil masuk ke dalam mobil kak Santi aku berusaha menelepon Miko tapi tidak di angkat, mungkin lagi ada kerjaan yang tidak bisa di ganggu pikirku.


********


Duduk di rumah makan yang agak sepi Miko kembali berusaha meyakinkan Gadis.


"Katakan apa yang kamu pikirkan, aku akan mendengarkan. Tapi aku pastikan ini yang terakhir kita bertemu."


"Kamu tidak kasihan sedikitpun padaku Mik?"


Miko cuma diam sambil menghisap rokok.


"Seperti yang kamu tahu, aku sudah punya isteri dan aku tidak mau berkhianat. Jadi kalau kamu berharap aku senang kedatanganmu, kamu salah."


Gadis menatap Miko lama, dia tahu tidak ada harapan untuknya. Seketika dia menangis tersedu. Laki laki yang dia cintai ternyata sekarang jauh berbeda. Dulu walau sedikit kasar tapi masih ada sikap lembut sekarang hanya ada tatapan dingin untuknya.


"Apa aku tidak boleh mencintai kamu Mik. Aku sanggup jadi simpanan kamu asal kamu masih mau bersamaku. Miko lihat aku sebentar saja."


Miko terbelalak mendengar kalimat Gadis.


"Astaga Gadis... aku kira kamu akan berubah sejalan waktu tapi makin kesini kamu makin aneh. Jalanmu masih panjang, tidak alasan untuk jadi orang ketiga hanya karena cinta."


"Aku cuma mau kamu Mik, bukan yang lain."


"Benarkah? Pelangganmu selama ini kau sebut apa? Jangan buat aku muntah, Dis," sinis Miko.


Wanita di depannya sekarang masih di umur 20-an, tapi masih bodoh berpikir bahwa siapa dirinya.


"Apa kamu mau uang? nanti setelah kuberi kamu kasihkan lagi sama laki laki breng*ek yang bersandiwara menyayangimu."


Miko tidak habis pikir kenapa Gadis sangat keras.


"Jangan lagi mengejekku Mik, kalau aku marah aku akan mengatakan semua pada isterimu."


"Wah... kamu mengancamku? Katakan berapa yang kamu butuhkan, setelah itu pergi dari hidupku. Jangan pernah berani muncul dihadapanku." Rahang Miko mengeras, dia tidak menyangka Gadis berani berkata seperti itu.


Sambil mengusap air mata Gadis memandang Miko.


"Kenapa kamu takut? Kamu belum cerita ke isterimu tentang kita?"


Handphone di tangan Miko bergetar dan betapa kaget melihat aku sudah beberapa kali menghubungi. Dia membuka chat voiceku dan bernapas lega.


"Masih sibuk? Tidak usah dijemput. Aku sama kak Santi lagi makan bebek goreng, setelah itu aku langsung pulang."


Isi chat voiceku membuat Miko ingin bergegas  mengakhiri pertemuan dengan Gadis.


"Aku tidak mau bercerita kalau itu akan menyakiti Kia. Itu cuma cerita lalu yang sudah selesai buatku."


"Kau... begitukah melindungi perasaanya? Bagaimana dengan perasaanku?."


"Aku melindungimu dulu saat aku bilang berhenti, pulang dan mulai usaha yang baik. Kamu sudah lupa saat itu aku memohon agar kamu menuruti ucapanku."


"Sekarangpun aku melindungimu dengan mengatakan jangan menemui isteriku, karena pasti akan membuatmu malu karena kebod*hanmu sendiri."


Gadis diam menatap Miko marah dan Miko merasakan semua.


"Jadi Gadis aku mohon,  tolong jangan buat aku kecewa, jangan menyakiti isteriku dan jangan hancurkan harga dirimu."


********


-Dalam berhubungan yang baik harus saling menguntungkan kedua belah pihak. Kalau cuma satu pihak saja yang untung maka itu bukan hubungan yang sehat. Jadi lebih baik pikir pikirlah atau tinggalkan sekalian.


-Sehina-hina manusia pasti ada sesuatu yang berharga dalam dirinya. Kalau kau menyakiti seseorang semua akan berbalik padamu. Dalam berpasangan harus saling terbuka tapi ada juga sesuatu yang harus tetap dijaga untuk diri sendiri apalagi itu akan menyakiti orang yang kita cintai.


-Dulu Bimo menyimpan rahasia tetapi menyakiti Kia juga akhirnya. Sekarang Miko menyimpan rahasia masa lalu dengan maksud  agar tidak menyakiti Kia, apakah selamanya akan seperti itu? Apakah benar seperti yang dipikirkan Miko? Nantikan semua di next bab.

__ADS_1


-Hai reader Kia tersayang , so... maaf banget sampai selama ini up next bab. Saya punya keperluan yang harus diutamakan, sekali lagi maafkan saya guys dan happy read. Jangan lupa tetap dukung Kia, stay happy... stay healthy... stay strong... stay with Kia. Thank you all, see you next time.


.


__ADS_2