Rahasia Hati

Rahasia Hati
31


__ADS_3

Sejak pengakuan raskal saat itu hubungan gue sama dia jadi semakin dekat.


Raskal selalu bantuin gue buat belajar selama seminggu ini. Dia juga begitu rajin ngajak ade gue keliling kampung.


Pernah sekali raskal nginep di rumah gue gara gara anya yang nggak mau di tinggal.


Jujur gue juga bingung sama sikap anya yang terlalu lengket sama raskal.


Tapi itu nggak terlalu penting buat gue. Toh, raskal juga nggak terlihat keberatan.


"Gue liat hubungan kalian makin deket aja, kemana mana barengan" Ujar tiara menatap julia dan raskal secara bergantian.


Julia memang belum memberitahu perihal raskal yang selalu membantunya pada tiara.


Julia juga belum memberitahu tentang dirinya dan raskal yang selalu belajar bersama selama seminggu ini.


Raskal dan julia saling menatap kemudian membalas kompak tatapan tiara.


"Emang nya salah kalo kita deket?" Tanya raskal mengulum senyum nya.


Julia yang mendengar juga melihat ekspresi lucu tiara hanya tertawa.


Tiara terlihat kesal dengan pertanyaan serta ekspresi wajah raskal saat membalas tatapan nya.


"Emang gue nggak boleh tau?!" Tanya balik tiara sebal.


Tawa raskal pecah mendengar nya.


Cowok itu membuat hampir seluruh pengunjung kantin siang itu menatap nya.


Julia terkekeh melihat ekspresi sebal sahabat nya. Dengan pelan julia menggeser kursinya lebih dekat dengan tiara yang membuang muka tidak mau menatap nya dan raskal.


"Em ra, emang nya salah kalo kita jadi sahabat?" Tanya julia menyentuh pundak tiara.


Mendengar itu tiara menolehkan cepat kepalanya pada julia kemudian menatap sekilas pada raskal.


"Sahabat? maksud nya lo? sama dia?" Tanya tiara menatap julia tidak percaya.


Julia tersenyum kemudian menganggukan kepalanya sebagai jawaban untuk pertanyaan tidak percaya tiara.


"Lo serius?" Tanya tiara masih tidak percaya.


"Nggak cuma gue sama julia kali ra, lo juga" Timpal raskal menatap tiara.


"Hah? gue juga?" Tiara semakin tidak percaya.


Julia terkekeh melihat wajah tiara.

__ADS_1


"Iya, kita bertiga. Lo, gue, sama raskal" Kata julia.


"Gue masih nggak ngerti sumpah, sejak kapan lo mau sahabatan sama cowok ini?" Raskal mendelik mendengar pertanyaan tiara pada julia kali ini.


Tiara menatap nya seolah julia pernah punya rasa tidak suka pada raskal.


"Emmm,, sejak gue tau kalo gue nggak sendirian" Jawab julia tersenyum manis.


Tiara menatap aneh pada julia.


"Sahabat?" Raskal mengulur kan tanganya ke tengah meja. Cowok itu menatap julia dan tiara secara bergantian menunggu kedua cewek itu melakukan hal yang nya.


"Sahabat" Julia tersenyum dan menumpukan tangan nya pada tangan raskal.


Sedangkan tiara, cewek itu masih diam menatap tangan raskal dan julia yang sudah menyatu di depan nya.


"Yah okay, sahabat" Ujar tiara akhir nya.


Tiara menyerah dan mengikuti julia dengan menumpukan tanganya di atas tangan julia.


Sahabat?


Gue ngrasa ada yang aneh sama dada gue mendengar kata sahabat yang keluar dari mulut julia.


Gue pengin protes tapi gue nggak tau kenapa gue pengen protes.


Tapi biarlah, yang terpenting gue selalu bisa bantu julia dan bisa bikin julia tersenyum.


"Noh lo liat kan? semakin hari semakin deket aja si julia sama si raskal" Ujar tasya menatap raskal yang tertawa bersama julia juga tiara.


"Gue yakin gosip tentang mereka pacaran bukan cuma sekedar gosip nat" Sambung tasya lagi.


Natalie mengepalkan tanganya mendengar ucapan tasya. Tidak berbeda dengan tasya, natalie juga sedang menatap keceriaan raskal dengan julia dan tiara.


Natalie melirik pada tasya yang berada di samping nya. Tanpa berkata apa pun natalie bangkit dari duduk nya meninggalkan tasya yang terlihat bingung.


"Nat, mau kemana?" Tanya tasya yang sama sekali tidak di gubris natalie.


Bahkan natalie sama sekali tidak menoleh padanya.


Natalie melangkahkan kakinya menuju meja dimana raskal, tiara dan julia berada. Cewek berkaca mata dengan rambut panjang lurus itu terus menatap pada julia.


Kedua tanganya mengepal karna tidak suka dengan apa yang sedang di lihat nya sekarang.


"Gue boleh gabung?" Tanya natalie setelah sampai di meja dimana julia, tiara dan raskal berada.


Cewek berkaca mata itu menampakan senyum manis di bibir nya.

__ADS_1


Sangat jauh berbeda dengan tatapan nya tadi saat melangkah.


Julia, tiara juga raskal menghentikan obrolan nya. Mereka bertiga menatap pada natalie yang berdiri tepat di samping kursi yang di duduki raskal.


"Kak natalie" Kata raskal.


Tiara memutar bola matanya jengah. Jelas sekali jika tiara sangat menolak keberadaan natalie.


Berbeda dengan julia yang hanya diam.


"Boleh kok kak, duduk aja" Senyum raskal menatap natalie.


Julia dan tiara mendelik kompak mendengar ucapan raskal yang tidak meminta persetujuan kedua nya terlebih dulu.


___


"Ini gaji kamu ya, dan ini bonus untuk kamu" Ujar oma raskal menyerahkan 2 amplop putih pada julia.


"Bonus? julia dapat bonus oma?" Tanya julia tidak percaya.


Oma raskal tersenyum dan mengangguk menjawab pertanyaan julia.


"Makasih oma, makasiihh banget" Julia mencium punggung tangan oma raskal berkali kali saking seneng nya. Julia tidak menyangka jika akan mendapatkan gaji serta bonus dari oma raskal hari ini.


"Iya sama sama" Kata oma raskal mengelus lembut punggung julia.


"Oma, julia benar benar berterimakasih atas semua kebaikan oma" Ujar julia menatap oma raskal dengan air mata yang sudah mengaburkan pandangan nya. Julia benar benar merasa sangat bersyukur karna mempunyai orang orang baik di sekeliling nya.


"Sudah menjadi kewajiban kita kan untuk saling membantu? kamu dapet gaji karna kerja disini, dan kamu dapet bonus karna oma puas dengan hasil kerja kamu" Kata oma raskal tersenyum membalas tatapan julia.


Air mata julia menetes mendengar nya. Tidak pernah terbayangkan sebelum nya jika dirinya akan bertemu dengan oma raskal yang begitu baik padanya.


"Jangan nangis" Oma raskal menyeka air mata julia dengan ibu jarinya.


Sementara itu di luar toko bunga tampak raskal yang duduk di motor nya dengan wajah kesal.


Raskal menghela nafas melihat tiara yang berdiri di depan pintu keluar toko bunga milik omanya dengan gaya seperti body guard. Tiara melipat kedua tangan nya dengan gaya angkuh dan seperti mengabaikan keberadaan raskal yang tidak jauh darinya.


Sejak kemunculan natalie di kantin saat istirahat tiara memang sudah memasang wajah tidak bersahabat padanya begitu juga dengan julia.


Kedua cewek itu bahkan hanya diam saat raskal dan natalie mengajak nya ngobrol.


Yang lebih membuat raskal lebih kesal adalah sikap tiara yang memonopoli julia. Tiara bahkan kali ini rela mengantar dan menunggu julia untuk mengambil gaji pertamanya.


Tiara juga melarang keras untuk raskal mendekati julia.


"Dasar cewek aneh" Gumam raskal sebal.

__ADS_1


__ADS_2