Rahasia Hati

Rahasia Hati
42


__ADS_3

"Berhenti pak" Kata julia menyuruh seorang ojeg yang di tumpanginya untuk berhenti.


Tukang ojeg itu menurut.


Dia segera menghentikan motor nya seperti yang di perintahkan julia.


Julia turun dan merogoh saku baju seragam nya. Cewek itu mengambil uang 30.000 dan segera memberikan nya pada tukang ojeg tersebut.


"Makasih neng" Kata si tukang ojeg.


Julia hanya mengangguk dengan senyum yang di paksakan.


Suasana hati cewek itu masih tidak menentu sekarang.


Julia membalikan badanya.


Kedua matanya mendelik menyadari dimana dirinya sekarang.


"Loh, kok gue ke toko" Gumam julia bingung.


Julia menatap toko oma raskal tempat nya bekerja. Seperti biasanya toko itu terlihat sangat rapi dan indah karna bunga bunga di sekitar nya.


Perlahan senyum julia mengembang.


Bayangan senyuman lembut oma raskal membuat suasana hatinya sedikit membaik. Jujur, julia sebenarnya sangat merindukan sosok oma raskal.


Rasanya sudah lama sekali julia tidak bertemu dengan wanita itu.


"Mbak julia"


Julia tersadar ketika mendengar suara seseorang menyebut namanya. Membalikan badanya julia melihat sosok asisten rumah tangga di rumah raskal sudah berdiri di belakang nya dengan menuntun sebuah sepeda.


"Eh, mbak lia" Senyum julia tipis.


"Mbak kok diem aja. Nggak masuk?" Tanya mbak lia bingung.


Julia terdiam sesaat.


Cewek itu menatap sendu pada mbak lia kemudian menggeleng lemah.


"Kenapa mbak?" Tanya mbak lia penasaran.


Julia hanya mampu tersenyum dalam diam nya. Julia tidak mempunyai sebuah jawaban atas pertanyaan yang di ajukan oleh mbak lia.


"Mbak dari mana?" Tanya julia mengalihkan pembicaraan.


"Oh. ini saya abis nganterin pesanan bunga mbak" Jawab mbak lia tersenyum.


Julia mengangguk.


Julia benar benar tidak tau harus bagaimana. Tidak mungkin jika dirinya langsung pergi begitu saja tanpa alesan yang jelas pada mbak lia.


Oma raskal sedang mengecek bunga bunga saat melihat julia dan mbak lia sedang mengobrol di luar toko.


Wanita baya yang masih terlihat cantik itu tersenyum kemudian melangkah menuju mejanya.


Oma raskal meraih ponsel milik nya kemudian mencari sebuah nomor yang akan di hubungi nya.


__________________________________________


Raskal memarkirkan motor nya di halaman rumah nya. Cowok itu melepaskan helm yang menjadi pelindung untuk kepalanya.


Ya tuhan..


Kenapa semuanya jadi begini.

__ADS_1


Raskal menghela nafas nya frustasi. Sedari sekolah sampai di rumah pikiran raskal terus saja tertuju pada julia.


Raskal benar benar tidak tau menau soal julia yang tiba tiba bersikap judes bahkan menangis saat dirinya meminta penjelasan.


"Kenapa sih ada aja masalah" Keluh raskal frustasi.


Deringan ponsel di sakunya membuat raskal berdecak. Raskal bersumpah tidak akan mengangkat nya bahkan akan mematikan ponselnya jika ternyata natalie yang menelpon nya.


"Oma?" Raskal mengeryit menatap layar ponsel nya.


Tidak mau membuat omanya menunggu, raskal segera mengangkat telpon tersebut.


"Halo oma"


"Raskal, julia disini" Ujar oma raskal di seberang telpon.


Senyum raskal mengembang mendengar nya.


"Raskal kesana sekarang oma" Balas raskal dan langsung memutuskan sambungan telpon nya.


Raskal kembali mengenakan helm nya kemudian menyalakan mesin motor nya dan berlalu dengan kecepatan full menuju toko bunga milik omanya.


Raskal sungguh sudah sangat tidak sabar ingin bertemu dan bertanya baik baik pada julia tentang apa yang sudah di perbuat nya hari ini.


Raskal sampai di depan toko bunga milik omanya dengan waktu yang sangat singkat. Cowok itu turun dari motor gedenya kemudian melepaskan helm nya.


Senyum raskal mengembang di bibir nya ketika melihat julia sedang duduk mengobrol dengan omanya di dalam.


"Gue harus lurusin masalah nggak jelas ini sekarang" Gumam raskal.


Raskal meletakan helm di jok motor nya. Setelah itu raskal segera melangkah cepat memasuki toko milik omanya.


"Hy" Sapa raskal pada julia.


Julia menoleh mendengar suara raskal.


Oma raskal yang melihat nya langsung mengerti. Oma raskal tau raskal dan julia sedang ada masalah.


"Oma ke belakang sebentar" Kata oma raskal.


Julia tersenyum dan mengangguk.


Cewek itu membiarkan oma raskal berlalu meskipun hatinya menolak di tinggalkan berdua saja dengan raskal.


"Gue duduk ya?" Tanya raskal menatap julia meminta persetujuan.


"Iya" Jawab julia mengangguk.


Julia berusaha untuk tidak menatap raskal.


Cewek itu mengedarkan pandanganya ke seluruh sudut yang di penuhi bunga itu untuk menghindari tatapan raskal.


Raskal yang melihat nya tersenyum.


Meskipun julia masih belum mau menatap nya, tapi seenggak nya cewek itu tidak lari menghindarinya.


"Jul" Panggil raskal.


"Ya?" Julia menyaut namun masih enggan menatap raskal.


Raskal terkekeh.


Julia sangat lucu di matanya sekarang.


"Maafin gue ya kalo gue nyakitin lo tadi. Dan maafin gue juga kalo gue ada salah hari ini" Kata raskal.

__ADS_1


Julia terdiam.


Dengan ragu di tatap nya wajah ganteng raskal yang juga sedang menatap nya.


Julia menatap langsung pada manik coklat milik raskal mencoba mencari ketulusan disana.


"Harus nya gue yang minta maaf" Balas julia menundukan kepalanya.


"Nggak seharus nya gue marah marah nggak jelas sama lo karna lo jalan sama kak natalie" Tambah julia tanpa sadar.


Raskal mengangkat sebelah alis nya mendengar kejujuran yang tidak di sadari julia. Berlahan senyuman manis di bibir cowok ganteng itu mengembang.


"Jadi ceritanya lo cemburu?"


Pertanyaan raskal membuat julia mendelik.


Cewek itu menegakkan kepalanya cepat. Matanya menatap raskal gugup. Sungguh julia tidak menyadari dengan apa yang baru saja di katakan nya.


"Gue, gue_"


"Nggak papa kok. gue malah seneng denger nya" Sela raskal tersenyum.


Julia menelan ludah nya gugup.


Bagaimana mungkin dirinya cemburu. Raskal hanya sahabat baginya.


"Sekarang udah nggak marah lagi kan?" Tanya raskal terus tersenyum menatap julia.


Julia memalingkan wajah nya.


Malu sekali rasanya.


"Jul" Panggil raskal.


"Iya iya nggak" Jawab julia dengan pipi merona.


Raskal menghela nafas lega.


Cowok itu sangat bahagia mendengar kejujuran julia. Raskal tidak menyangka jika julia marah hanya karna melihat nya jalan bersama natalie.


"Gue janji deh nggak akan deket deket lagi sama kak natalie" Kata raskal.


Julia mengeryit mendengar nya.


Raskal seperti sedang berjanji pada pacar nya.


"Eh nggak gitu kal. Lo nggak perlu begitu kok" Ujar julia tidak enak hati.


"Buat lo apa sih yang nggak" Senyum raskal terus menatap wajah manis julia.


Julia tersenyum malu mendengar nya. Rasa marah nya pada raskal mendadak sirna berganti dengan rasa malu karna kejujuran nya sendiri.


Ya tuhan..


Malu banget rasanya.


Masa iya gue cemburu liat raskal sama kak natalie?


"Ikut gue yuk?" Ajak raskal menarik lengan julia.


"Eh, kemana?" Tanya julia bingung.


"Udah ikut aja" Kata raskal menarik paksa lengan julia.


Julia tidak bisa menolak.

__ADS_1


Cewek itu mengikuti langkah raskal yang menarik nya keluar dari toko.


__ADS_2