
Raskal mengantar julia sampai rumah nya. Cowok itu mengikuti julia yang menggoes sepeda nya dengan melajukan motor nya tepat di belakang julia.
Julia menghela nafas sambil memasuki rumah sederhananya.
"Gue nggak di suruh masuk nih?" Tanya raskal tersenyum menatap punggung julia.
"Kas raskal....!!!"
Pekikan anya membuat julia dan raskal langsung menoleh kan kepalanya.
Raskal yang melihat anya berlari ke arah nya langsung turun dari motor nya. Cowok itu menyambut anya dengan memeluk kemudian menggendong nya.
Julia yang melihat nya hanya diam saja. Cewek itu menatap lengan nya yang di gulung oleh perban kemudian melangkah masuk ke dalam rumah nya.
"Anya nggak sekolah?" Tanya raskal perhatian.
"Udah pulang dari tadi kak.." Jawab anak kecil itu.
Raskal menganggukan kepalanya. Cowok itu melangkah menuju rumah sederhana julia kemudian mendudukan dirinya di kursi panjang yang berada tepat di depan rumah itu.
"Sudah makan?" Tanya raskal lagi.
Anya menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan raskal. Anak kecil itu menatap sendu wajah ganteng raskal.
"Kenapa?" Tanya raskal bingung.
"Anya mau ayam goreng.."
Raskal tersenyum mendengar nya. Cowok itu mendudukan anya di samping nya.
"Sebentar yah.." Senyum nya.
Raskal merogoh saku celana jins nya. Cowok itu mengeluarkan ponsel nya kemudian menyalakan nya. Untuk sesaat raskal fokus dengan benda pipih itu kemudian kembali beralih pada anya yang hanya diam di samping nya.
"Anya suka banget yah sama ayam goreng?" Tanya raskal pada anya.
"Ya kak. Anya suka banget sama ayam goreng. Tapi anya juga suka banget kok sama kakak."
Jawaban anya berhasil membuat raskal salah tingkah. Cowok itu menggaruk tengkuk nya yang sebenar nya tidak gatal.
"Gitu yah..?" Ringis raskal.
"Iyah. Kakak suka nggak sama ayam goreng?" Tanya anya menatap raskal polos.
"Suka kok." Jawab raskal tersenyum.
__ADS_1
"Kalau sama anya suka nggak?"
Raskal menelan ludah nya. Pertanyaan anya membuat raskal kembali salah tingkah.
"Raskal minum dulu." Kata nia yang muncul dengan membawa segelas es teh di atas nampan.
Raskal menghela nafas. Cowok itu tersenyum lega menatap nia.
"Oh iya tante.." Senyum nya membalas.
"Kita masuk yuk?" Ajak raskal kembali beralih menatap anya yang duduk anteng di samping nya.
"Iya kak." Balas anya mengangguk menurut.
Raskal menuntun anya masuk ke dalam rumah sederhana itu. Raskal benar benar di buat tidak bisa berkutik tadi karna pertanyaan anya. Beruntung nia muncul sehingga raskal tidak perlu menjawab pertanyaan anya.
"Kamu nggak sama julia?"
Pertanyaan nia membuat raskal mengeryit bingung. Cowok itu merasa bingung karna julia tadi sudah masuk lebih dulu ke dalam rumah.
"Loh. Tante tadi kan julia udah masuk.." Jawab raskal menatap nia.
Nia mengeryit.
"Oh begitu.. Ya udah tante coba cek ke kamar nya yah.."
"Iya tante.." Jawab raskal mengangguk.
"Kamu minum dulu.." Kata nia sebelum beranjak menuju kamar putri sulung nya.
Raskal hanya mengangguk dengan senyuman di bibir nya. Cowok itu beranggapan mungkin julia memang sengaja langsung masuk ke dalam kamar nya karna tidak ingin membuat nia khawatir melihat lenganya di balut perban.
"Permisi.."
Raskal menoleh ke arah pintu dan tersenyum melihat seorang cowok yang mungkin seumuran dengan nya menggunakan seragam merah KFC berdiri di ambang pintu.
"Tuh ayam goreng nya datang." Senyum cowok itu menatap anya yang berada di samping nya.
"Ayam goreng buat anya?" Tanya anya menatap raskal dengan wajah senang.
Raskal mengangguk dengan senyuman di bibir nya. Cowok itu bangkit dari duduk nya dan menghampiri petugas KFC tersebut. Raskal menerima sekotak ayam goreng yang di pesan nya kemudian kembali duduk di samping anya.
"Nah.. kan sekarang udah ada ayam goreng nya, anya makan yah.." Katanya sambil membuka dan menunjukan beberapa potong ayam goreng pada anya.
"Yee... ayam goreng.." Pekik anya senang.
__ADS_1
Anya segera berlalu menuju dapur untuk meminta nasi pada nia. Anak kecil itu berlari dengan sangat semangat sambil memanggil manggil bunda nya.
Sedangkan di dalam kamar julia, nia menatap kasihan pada lengan putrinya yang berbalut kain kasa.
"Apa yang terjadi sayang?" Tanya nya pelan dan penuh kelembutan.
Julia menunduk menatap lengan nya. Cewek itu kemudian menegakkan kepalanya membalas tatapan nia.
"Julia hanya berusaha menolong teman bunda." Jawab julia jujur.
"Menolong teman?" Tanya nia lagi.
"Iya. Kakak kelas julia di sekolah mengalami kecelakaan. Mobil nya meledak. Dan untung nya julia masih sempat mengeluarkan mereka dari mobil nya sebelum mobil nya meledak." Jelas julia menjawab pertanyaan nia.
Nia menghela nafas.
"Kamu bisa minta tolong sama orang lain kan jul? Jangan membahayakan diri sendiri.."
Julia tersenyum samar.
Hatinya saat ini sedang tidak menentu. Cewek itu hanya diam saja tanpa berniat menyauti ucapan sang bunda.
Nia tersenyum menatap putrinya. Dengan lembut di peluk nya tubuh ramping julia.
"Gara gara bantuin bunda kamu jadi seperti ini nak." Lirih nia dengan mata berkaca kaca.
"Bunda. Anya mau makan."
Suara anya membuat nia melepaskan pelukan nya pada julia. Nia menoleh ke arah pintu dimana anya berdiri di sana.
"Kak raskal beliin anya ayam goreng." Kata anya.
Julia dan nia saling memandang.
Keduanya merasa bingung dengan apa yang di katakan anya.
"Kak raskal beliin kamu ayam goreng?" Tanya julia memastikan.
"Iya kak." Jawab anya tersenyum lebar.
Julia menghela nafas.
Cewek itu merasa sangat tidak enak hati pada raskal. Cowok itu selalu membantunya bahkan sampai menjajani adik nya.
"Raskal anak yang baik." Senyum nia menatap julia.
__ADS_1