Rahasia Hati

Rahasia Hati
19


__ADS_3

Julia keluar dari kamar mandi setelah selesai membersihkan diri. Cewek itu menggosok rambut sebahunya dengan handuk putih di tanganya. Julia menghela nafas. Hari ini julia benar benar tidak melihat sosok raskal. Baik di sekolah maupun di tempat nya bekerja.


"Capek banget ya?" Julia mengarahkan pandangan nya ke arah meja makan dimana nia berada.


Entah sejak kapan nia disitu julia pun tidak tahu. Mungkin karna cewek itu yang terlalu fokus dengan pemikiranya sendiri.


"Eh bunda" Senyum julia pada nia.


"Lumayan sih" Lanjut julia.


Nia tersenyum mendengar penuturan putri sulung nya. Wanita itu menepuk kursi di samping nya memberi kode agar julia duduk di sana.


Julia yang mengerti maksud sang bunda segera beranjak menghampiri dan duduk tepat di samping kursi di mana nia duduk.


"Sudah makan?" Tanya nia lembut. Nia menyentuh lembut puncak kepala julia dengan tatapan teduh nya.


"Belum sih" Jawab julia tersenyum tipis.


"Bunda siapin yah. Kamu mau makan apa?" Tanya nia lagi.


Wanita itu hendak beranjak ketika tangan julia menahan nya lembut.


"Bunda, Julia bisa siapin sendiri" Kata julia menatap sang bunda.


Nia tersenyum mendengar nya. Dengan lembut di belai nya rambut basah julia.


"Kamu tahu? Bunda sangat bahagia punya kamu" Ucap nia menatap tepat pada kedua bola mata julia.


"Kalau saja keadaan kita tidak seperti sekarang kamu mungkin masih bisa menghabiskan waktu bersama teman teman kamu. Kamu tidak perlu pindah sekolah. Tidak perlu bekerja" Mata nia berkaca kaca dengan suara bergetar. Hidung mancung wanita itu memerah. Bibir nya pun bergetar dengan tetesan bening yang mulai meluncur bebas di kedua pipi nya.


"Maafkan bunda. Maafkan ayah juga. Kami tidak bisa menjadi orang tua yang baik untuk kamu, untuk anya" Nia menundukan kepalanya. Pundak nya bergetar karna tangisan nya. Kedua tangan nya saling menggenggam di pangkuanya.


Julia ikut meneteskan air mata mendengar nya. Dengan lembut di sentuh nya tangan sang bunda.

__ADS_1


"Julia baik baik aja bunda. Julia sayang kalian. Dan julia juga senang bisa membantu" Ujar julia menatap nia yang juga mulai menatap nya.


"Bunda tidak perlu merasa bersalah. Ayah sama bunda adalah orang tua yang hebat. Selamanya kalian berdua adalah pahlawan untuk julia dan anya" Sambung julia. Cewek itu mengusap lembut air mata yang membasahi pipi nia dengan ibu jarinya.


Nia tersenyum mendengar nya. Beberapa kali nia menganggukan kepalanya sebelum meraih tubuh julia. Membawanya ke dalam dekapan hangat nya.


Apapun yang terjadi dan apapun kondisinya julia akan tetap menyayangi kalian berdua ayah bunda.


Suara mesin motor metik rendy membuat nia melepaskan dekapan nya. Buru buru wanita itu mengusap air matanya. Nia tidak ingin rendy melihat nya menangis.


"Ayah pulang" Katanya.


Julia menganggukan kepala mengerti. Julia tau kebiasaan nia yang akan selalu menyambut kepulangan rendy dengan senyum manis nya.


Setelah di rasa tidak ada lagi air mata yang membekas nia segera bangkit dari duduk nya. Nia melangkah menuju pintu utama rumah sederhananya untuk menyambut kepulangan sang suami.


°°°°


"Belajar yang pintar yah. Semangat untuk hari ini" Ucap rendy bermaksud menyemangati putri sulung nya.


Julia tertawa mendengar nya. Namun julia tetap membalas menyemangati sang ayah.


"Ayah juga semangat" Katanya.


Rendy mengangguk dengan senyuman di bibir nya.


"Ya udah ayah berangkat yah" Kata rendy lagi.


"Yah, hati hati di jalan ayah" Ujar julia sebelum motor metik rendy berlalu dari hadapan nya.


Julia tersenyum dan menghela nafas.


Setelah motor rendy sudah jauh julia pun melangkahkan kakinya memasuki area sekolah nya.

__ADS_1


Julia melangkah kan kakinya mantap di koridor. Seperti biasa, penampilanya selalu sederhana. Rambut sebahunya julia biarkan terurai tanpa hiasan apapun.


Ketika sampai tepat di depan pintu kelas nya tanpa sengaja pandangan julia mengarah ke lantai dua sekolah nya. Disana julia melihat sosok raskal yang dari kemarin sama sekali tidak muncul di hadapan nya.


Pandangan keduanya bertemu.


Raskal tersenyum menatap nya. Julia terdiam sesaat sebelum membalas senyuman raskal. Julia memberi kode pada raskal dengan mengarahkan jempol nya ke arah kelas. Raskal yang mengerti maksud julia pun menganggukan kepalanya. Dan julia pun masuk ke dalam kelas nya dengan lengkungan manis di bibir nya.


"Lo kenapa pagi pagi udah senyum senyum sendiri? Kesambet lo ya?" Tanya tiara melihat julia datang dengan senyuman di bibir nya.


"Nggak papa kok" Jawab julia duduk.


Tiara yang merasa bingung dengan tingkah julia pagi ini hanya mengerutkan kening nya.


Tidak lama setelah julia duduk bel masuk berbunyi pertanda jam pelajaran akan segera di mulai.


___


Untuk ke dua kalinya natalie melihat raskal memboncengkan julia. Rasa tidak suka terlihat jelas dari sorot matanya.


Natalie tau siapa dan bagaimana raskal. Selama ini natalie tidak pernah melihat raskal dekat dengan cewek manapun selain dengan nya di sekolah.


"Itu siapa nat?" Tanya tasya teman natalie.


"Bukanya itu murid yang katanya pindahan dari sekolah kartini yah?" Tanya tasya lagi.


Natalie berdecak mendengar pertanyaan tasya.


"Udah lah. Nggak penting juga" Jawab natalie ketus.


Tasya mengangkat sebelah alis nya. Tasya tau bagaimana natalie yang begitu gencar mendekati adik kelas nya itu. Dan tasya yakin natalie cemburu melihat nya.


"Ya udah yuk" Ajak natalie memasuki mobil nya. "Okay" Balas tasya mengikuti natalie masuk ke dalam mobil cewek berkaca mata itu.

__ADS_1


__ADS_2