
Raskal melanjukan motor nya dengan kecepatan sedang. Bukan sedang sebenar nya karna lagi lagi raskal tertinggal oleh para pengendara yang tadinya berada jauh di belakang nya.
Julia yang berada di boncengan nya merasa aneh dengan raskal yang begitu pelan melajukan kendaraan roda duanya.
"Kal motor lo nggak papa kan?!" Tanya julia sedikit berseru karna raskal yang mengenakan helm.
"Kenapa emang nya?" Raskal mengerutkan kening mendengar pertanyaan julia.
"Kayak nya lama banget kita di jalan. Apa cuma perasaan gue doang."
Raskal mengulum senyum nya. Cowok itu memang sengaja memelankan laju motor gede nya agar bisa lebih lama bersama julia.
"Perasaan lo aja kali jul." Kata raskal dengan senyuman di bibir nya.
Raskal merasa lucu dengan kepolosan julia.
"Masa sih? tapi dari tadi kita keselip yang lain terus loh kal." Bingung julia.
Raskal menggelengkan kepala dengan senyuman yang terus menghiasi bibir nya. Mungkin raskal memang bisa di bilang sedang membodohi julia karna tidak jujur bahkan membuat cewek itu kebingungan sendiri.
"Ke toko dulu mau nggak?" Raskal mencoba mengalihkan kebingungan julia.
Julia tampak berpikir sejenak. Cewek itu sebenar nya ingin cepat pulang karna mau membantu pekerjaan bunda nya. Tapi jika julia menolak ajakan secara tidak langsung raskal julia pasti akan merasa sangat tidak enak hati pada cowok itu.
"Jul? kok diem?"
Julia tersentak saat raskal kembali bertanya. Cewek itu tersenyum kemudian menganggukan kepalanya. Sadar raskal yang tidak bisa melihat nya mengangguk julia pun menjawab nya.
"Boleh." Jawab nya.
"Oke, kita ngebut yah."
Raskal menambah kecepatan motor nya dengan kecepatan maximal. Dan itu berhasil membuat julia terkejut. Refleks julia langsung memeluk pinggang raskal dan menyenderkan kepalanya di punggung kokoh cowok itu.
Andai lo tau jul, gue bahagia banget bisa bareng begini terus sama lo.
Raskal sampai di depan toko bunganya dengan waktu yang cukup singkat. Cowok itu segera mematikan mesin motor nya.
Senyum manis nya kembali terukir di bibir tipis cowok itu saat julia terus saja memeluk nya dengan erat.
Sepertinya julia tidak menyadari jika raskal sudah menghentikan laju motor nya.
"Jul, udah sampe." Kata raskal.
Julia membuka matanya pelan pelan. Setelah melihat ke sekitar nya julia segera melepaskan pelukan nya di pinggang raskal. Cewek itu turun dengan cepat dari boncengan raskal.
__ADS_1
"Bercanda nya nggak lucu tau nggak?!" Kesal julia melipat kedua tanganya di depan dada menatap raskal sebal.
Raskal terkekeh melihat ekspresi menggemaskan julia. Cowok itu melepaskan helm nya kemudian turun dari motor nya.
"Sorry deh..."
Julia menghembuskan kasar nafas nya. Tatapan nya begitu sebal pada raskal yang malah tersenyum tanpa merasa bersalah sedikitpun padanya.
"Nyebelin lo." Ketus julia.
Julia melangkah meninggalkan raskal dengan menghentakan keras kedua kakinya. Cewek itu memasuki toko milik oma raskal tempat nya bekerja dengan rasa kesal yang mengusai hatinya.
"Hy oma.."
Oma raskal menegakan kepalanya saat mendengar suara julia. Wanita baya itu tersenyum kemudian melepaskan bunga yang sedang di rangkai nya saat melihat sosok mungil julia.
"Ya tuhan cucuku.."
Oma raskal bangkit dari kursinya dan melangkah cepat menghampiri julia. Dengan cepat di raih dan di peluk nya julia penuh kerinduan.
"Oma kangen banget sama kamu sayang.."
Julia tersenyum di balik punggung oma raskal. Cewek itu membalas pelukan oma raskal dengan erat.
"Julia juga kangen sama oma.." Katanya.
"Kamu sama siapa kesini?" Tanya oma raskal menatap lembut julia.
"Sama raskal dong omaa.." Timpal raskal yang membuat oma dan julia langsung menoleh kearah nya.
Julia berdecak dan memutar kedua bola matanya melihat raskal yang mulai melangkah menghampiri mereka berdua. Julia masih sangat kesal dengan apa yang sudah di lakukan cowok itu tadi.
Dasar raskal nyebelin.
Oma raskal tersenyum menatap keduanya.
"Tumben pulang nya cepet nak?" Oma raskal mengeryit menatap dua sejoli itu merasa heran karna keduanya datang sebelum jam pulang sekolah.
"Iya oma, kebetulan aja lagi nggak ada kegiatan di sekolah." Jawab julia.
"Beneran? kalian berdua nggak bolos kan?" Tanya oma raskal lagi.
"Ya ampun omaa.. nggak percaya banget sama cucu sendiri." Raskal mengerucutkan bibir nya sebal karna merasa tidak di percaya oleh omanya.
"Iya oma percaya kok.. Kalian udah pada makan?" Tanya oma raskal tersenyum menatap julia dan raskal bergantian.
__ADS_1
"Udah oma."
"Belum oma."
Julia dan raskal kompak menjawab bersamaan meskipun dengan jawaban yang berbeda.
Keduanya saling menatap dengan raskal yang mengangkat sebelah alis nya merasa heran pada julia.
Sedangkan julia, cewek itu mendelik menatap raskal yang tidak sepemikiran dengan nya.
"Jadi yang bener yang mana?" Tanya oma raskal bingung.
"Yang bener belum oma, orang kita pulang langsung kesini." Jawab raskal terus menatap julia.
Oma raskal hanya tersenyum menanggapinya. Wanita baya itu mengerti sikap julia yang selalu merasa tidak enak padanya.
"Ya udah kalo begitu kita makan sama sama yah? kebetulan sebentar lagi mbak lia datang. Nanti kita bisa pergi sementara mbak lia jaga toko."
Julia terdiam mendengar nya. Julia tidak maksud untuk berbohong pada oma raskal. Julia hanya tidak ingin berlama lama di toko tersebut karna harus segera pulang untuk membantu bunda nya.
Nia memang tidak menyuruh nya. Tapi sebagai anak julia ingin bisa meringankan beban orang tuanya.
"Oma maaf sebelum nya, Tapi julia nggak bisa oma." Kata julia menatap oma raskal tidak enak hati.
"Kenapa sayang?" Tanya oma raskal bingung.
"Julia harus segera pulang oma. Ada sesuatu yang harus julia kerjakan di rumah."
Raskal mengeryit mendengar alasan julia. Terbesit rasa penyesalan di hati cowok itu karna telah mengajak julia ke toko omanya. Raskal tau julia pasti merasa sangat tidak hati karna menolak ajakan omanya.
"Ya sudah nggak papa nak. Mungkin lain kali aja kita makan sama sama nya." Senyum oma raskal mengusap bahu kanan julia penuh pengertian.
"Makasih oma. Kalau gitu julia pulang dulu."
Julia menyalimi dan memeluk oma raskal kemudian berlalu begitu saja tanpa sepatah katapun yang di ucapkan pada cowok itu.
Kok gue di cuekin sih?
Raskal menatap punggung julia yang menjauh dengan wajah sendu. Raskal tau julia masih marah padanya. Julia juga pasti akan menolak jika raskal menawarkan untuk mengantarkan nya pulang.
"Kenapa masih disini?" Bingung oma raskal.
Raskal hanya mengedikan bahunya. Cowok itu melangkah menuju kursi dan menghempaskan tubuh nya disana.
"Raskal kenapa malah duduk? anterin julia sana.."
__ADS_1
"Nggak ah oma, paling juga dia nggak mau." Jawab raskal malas.
Oma raskal menggelengkan kepala melihat tingkah cucunya. Wanita baya itu tau pasti raskal dan julia sedang sedikit ada masalah.