
"Gimana kalau untuk merayakan keberhasilan julia kita makan makan?" Saran tiara ketika mereka melangkah di koridor sekolah.
"Gimana kal? lo setuju kan?" Tanya tiara pada raskal yang berada di samping kanan julia.
"Eemm.. Gue terserah julia aja." Senyum cowok ganteng itu.
Sedangkan julia, cewek berambut sebahu itu terdiam. Julia mungkin juga tidak mendengar saran dari tiara.
"Jul, lo kenapa malah nglamun. Mau nggak?" Tepuk tiara sedikit keras di bahu julia.
"Ah gue. Sorry banget ra. Gue kayaknya kurang setuju deh."
Tiara mengeryit.
Julia tampak tidak semangat meskipun sudah mendapat beasiswa itu.
"Lo kenapa sih?" Tanya tiara penasaran.
"Ra, kal, gimana kalau setelah ini kita ke rumah sakit. Gue khawatir sama keadaan kak nathalie dan kak tasya."
Tiara berdecak. Cewek itu menurunkan tangan nya dari bahu julia merasa jengah karna julia tiba tiba menyinggung tentang ke dua kakak kelas nya itu.
__ADS_1
"Gue nggak mau." Tolak tiara tanpa basa basi.
"Kalau lo mau kesana sama raskal aja sana. Gue mah ogah." Lanjut tiara kemudian berlalu.
Julia menghela nafas. Julia tau tiara memang sangat tidak menyukai nathalie. Tapi julia tidak menyangka jika tiara bahkan sampai tidak sudi menjenguk nya. Padahal saat ini nathalie sedang dalam keadaan sakit.
"Gue mau kok nemenin lo jenguk kak nathalie." Senyum raskal menatap julia.
Julia menolehkan kepalanya.
Tidak heran jika raskal mau menemaninya. Julia tau raskal memang sangat dekat dengan nathalie.
Julia menghela nafas lagi kemudian berdecak pelan.
Dia kenapa?
Raskal menatap bingung pada julia yang melangkah meninggalkan nya. Raskal tidak tau kenapa tiba tiba julia terlihat sendu dan meninggalkan nya dalam diam.
“Apa gue salah ngomong?” Gumam raskal bingung.
Raskal menghela nafas.
__ADS_1
Cowok ganteng itu melipat kedua tanganya di depan dada. Julia memang selalu berhasil membuat nya penasaran juga bingung. Sikap nya yang terkadang berubah membuat raskal semakin merasa tertarik untuk mendekati cewek itu.
Raskal menggelengkan kepalanya.
Dulu julia bahkan sangat cuek dan seperti tidak menyukai nya. Tapi sekarang mereka dekat. Raskal bahkan mengajari julia belajar. Raskal juga menolong julia sehingga julia bisa mendapatkan pekerjaan.
"Oke.. Ngadepin dia memang kudu sabar kal.. Lo harus sabar sabar dan sabar.." Gumam raskal menghela nafas.
Raskal kembali melangkah untuk mengejar julia yang sudah lebih dulu melangkah meninggalkan nya. Raskal sebenar nya masih merasa sangat penasaran dengan kecelakaan yang menimpa kedua kakak kelas nya itu. Apa lagi julia yang menyelamatkan kedua nya dari ledakan mobil mewah milik nathalie. Rasanya sangat terlalu kebetulan.
Sedangkan julia, cewek itu terus melangkah dengan wajah sendu nya. Entah kenapa julia merasa sangat tidak suka jika melihat raskal dekat dengan nathalie. Julia sendiri tidak tau kenapa bisa merasakan seperti itu. Padahal julia sendiri sadar dirinya bukan siapa siapa untuk raskal. Dan mungkin raskal dekat dengan nya juga karna kasihan. Buktinya cowok itu selalu saja membantunya mulai dari mencari pekerjaan sampai meraih beasiswa yang julia inginkan.
Julia menghela nafas. Julia tau dirinya tidak berhak marah kalaupun raskal dengan nathalie. Karna bagaimanapun juga nathalie lebih dulu kenal dan dekat dengan raskal di banding dirinya.
Seluruh siswa siswi di sekolah nya bahkan tau kedekatan raskal dan nathalie.
"Jadi nggak mau jenguk kak nathalie?"
Julia hanya menggerakan bola matanya saja melirik raskal yang berada di samping kirinya. Julia memang tidak suka pada nathalie sama seperti tiara. Tapi julia tidak mungkin tidak menjenguk kakak kelas nya itu. Bagaimanapun juga julia khawatir pada keadaan nathalie dan tasya. Julia melihat sendiri bahkan menolong mengeluarkan keduanya dari mobil yang akan meledak.
"Jadi. Tapi nanti ke toko sebentar yah. Gue kangen sama oma." Jawab julia tersenyum tipis.
__ADS_1
"Oke.. Akang siap mengantar eneng kemanapun eneng pergi." Kata raskal dengan tangan nya yang menempel di pelipis.
Julia tertawa merasa lucu dengan kata akang dan eneng yang keluar dari bibir tipis raskal.