Rahasia Hati

Rahasia Hati
61


__ADS_3

Julia sedang membantu bundanya saat tiba tiba tiara datang dengan tergopoh gopoh. Cewek bermata belo itu langsung menarik julia dan menyuruh julia agar ikut ke mobilnya.


"Ada apa sih ra?"


Julia menatap penuh tanda tanya pada tiara yang terlihat begitu gusar. Entah apa yang terjadi julia benar benar merasa sangat penasaran.


"Raskal Jul.."


"Raskal? kenapa dengan Raskal?"


Julia mulai panik. Julia takut sesuatu yang buruk menimpa cowok ganteng itu.


Tiara menggelengkan kepalanya. Semester dua akan segera di mulai, tapi tiba tiba Raskal memutuskan untuk pindah sekolah keluar negeri. Namun anehnya Raskal tidak pernah mengatakan apapun padanya juga Julia.


"Ra, kenapa? Ada apa dengan Raskal? Dia nggak kenapa napakan?"


Tiara menahan napas sejenak. Cewek itu menambah laju mobilnya menuju bandara. Raskal sudah berada di bandara sekarang dengan neneknya.


"Raskal, dia akan pindah keluar negeri."


Kedua mata Julia langsung membulat dengan sempurna. Julia terkejut sesaat namun kemudian tertawa merasa tidak percaya dengan apa yang Tiara katakan. Julia mengira Tiara hanya sedang mengerjainya.


"Loh Jul, kenapa lo malah ketawa sih? gue serius. Raskal bakal pindah keluar negeri ikut sama daddy nya."


"Udah deh Ra.. Lo nggak usah ngerjain gue. Gue lagi sibuk bantuin bunda. Laundry an lagi banyak banget. Kasian kalau bunda ngerjain sendiri. Mumpung gue lagi libur kerja nih..”


Tiara berdecak. Sebenarnya wajar jika Julia tidak percaya karna Julia juga hampir setiap hari bertemu dan bersama Raskal di toko bunga milik omanya.


"Udah ya Ra.. Sorry banget nih, gue bener bener lagi sibuk banget."


"Ck."


Tiara berdecak dan mencekal lengan Julia yang hendak kembali masuk kedalam rumahnya.


"Ra..."


"Gue serius Jul. Gue nggak lagi bercanda. Raskal akan pindah sekolah keluar negeri atas permintaan Daddy nya."


Julia menatap Tiara yang begitu serius menatapnya. Cewek bermata belo itu bahkan berkaca kaca saat mengatakan-nya.


"Ra lo..."


"Mending sekarang lo ikut gue Jul. Gue nggak mau lo nyesel karna nggak sempet ketemu Raskal lagi."


Tiara langsung kembali menarik tangan Julia dan menyuruhnya masuk kedalam mobil miliknya. Dengan kecepatan maximal Tiara mengemudikan mobilnya. Tiara tidak ingin sampai Julia tidak sempat bertemu dengan Raskal lagi.

__ADS_1


Sedangkan Julia, cewek itu mulai menangis. Julia yakin Tiara tidak sedang mengerjainya. Tiara tidak sedang bercanda. Buktinya wajah Tiara juga terlihat tidak tenang sekarang.


"Kita langsung ke bandara aja jul." Ujar Tiara.


Julia hanya diam saja. Perasaan-nya benar benar aneh sekarang. Julia merasakan sesuatu yang sebelumnya tidak pernah Julia rasakan. Raskal adalah cowok pertama yang bisa begitu dekat dengan-nya. Raskal baik dan selalu ada untuknya. Raskal bahkan selalu membantunya tanpa pamrih. Termasuk saat membantu Julia belajar agar Julia bisa mendapatkan beasiswa.


30 Menit perjalanan mereka sampai dibandara. Saat itu juga Raskal dan omanya juga seorang yang tidak Julia kenal baru turun dari mobil.


Sesaat Julia diam. Julia mengerjapkan beberapa kali kedua matanya berharap semua itu hanya mimpi. Hingga akhirnya sentuhan tangan Tiara dilengan-nya membuat Julia sadar. Semua itu nyata. Raskal akan pergi. Raskal akan menempuh pendidikan ditempat yang berbeda dengan Julia.


Julia menoleh menatap Tiara yang menganggukan kepala padanya seolah memberi dukungan pada Julia agar mereka segera mendekat pada Raskal.


"Ayo, Jul.."


Julia menarik napas panjang kemudian menghembuskan-nya. Julia tersenyum tipis dan mengangguk.


Ketika mereka mulai melangkah untuk mendekat pada Raskal dan keluarganya, saat itu juga pandangan Julia mulai mengabur. Air mata menghalangi kerja indra penglihatan-nya. Sesak juga sakit saat itu Julia rasakan.


"Raskal."


Panggilan Tiara membuat Raskan, Oma, juga mommy Raskal menoleh.


Cowok itu terlihat terkejut sesaat sebelum akhirnya tersenyum menatap Tiara dan Julia.


"Hay..." Sapanya tersenyum tipis.


"Gue harus pergi. Sorry nggak ngasih tau kalian. Ini juga mendadak." Katanya.


Oma hanya bisa diam disamping Raskal. Semua itu juga tidak di inginkan oma. Namun demi masa depan cemerlang cucu kesayangan-nya Oma rela berpisah dalam waktu yang belum bisa ditentukan.


"Yah.. Nggak papa. Paling enggak gue tau sekarang dan gue bisa nganterin lo, Kal." Senyum paksa Julia.


Raskal menatap Julia dalam diam. Berat rasanya harus berpisah dengan Julia. Cewek galak yang akhirnya mau dekat dengan-nya.


"Lo hati hati ya Kal. Cepat balik. Kita berdua tungguin lo.."


Tiara tidak bisa menahan tangisnya. Mendadak cewek bermata belo itu bersikap dramastis.


Oma yang mengerti ketiganya memerlukan waktu untuk mengobrol sebelum berpisah segera mengajak mommy Raskal untuk menjauh.


Melihat Tiara menangis Raskal tertawa. Kepergian-nya tidak pernah Raskal rencanakan. Raskal juga tidak menghendaki. Tapi Raskal tidak bisa menolak. Raskal harus tetap pergi dan menempuh pendidikan-nya dinegara yang bukan tempat kelahiran-nya.


Raskal kemudian menatap pada Julia. Cewek itu hanya diam dan sesekali menundukan kepalanya.


"Jul, lo nggak nangis juga?" Gurau Raskal membuat Julia tertawa namun air matanya juga ikut menetes membasahi pipinya.

__ADS_1


Julia tertawa sambil menangis.


"Lo jahat banget kal. Lo nggak bilang sama kita mau pergi. Untung Tiara tau dan cepet ajak gue kesini." Ujar Julia sambil menangis.


Raskal tertawa. Sekali lagi, kepergian-nya bukan kehendaknya. Jika boleh memilih Raskal ingin tetap tinggal dan terus bersama Julia juga Tiara.


"Gue kan udah bilang ini mendadak. Jangan pada cengeng dong. Kan kita masih bisa berhubungan lewat sosmed." Senyumnya.


Raskal mendekat pada Julia. Dengan lembut cowok itu mengusap air mata Julia. Tatapan-nya begitu dalam dan lembut membuat Tiara yang melihatnya memilih untuk sedikit menjauh. Tiara tau Raskal memiliki perasaan pada sahabatnya, Julia. Begitu juga sebaliknya.


"Simpan air mata lo buat nanti ya.." Ujar Raskal pelan.


"Maksud lo?" Tanya Julia bingung.


"Gue punya rahasia yang siapapun bahkan oma nggak tau."


Julia mengeryit.


"Oh ya?"


"Ya.. Dan satu satunya orang yang harus tau itu cuma lo Jul. Ini rahasia hati gue. Dan itu tentang Lo."


Julia terdiam. Jantungnya bekerja diluar kendali normalnya. Tatapan Raskal begitu dalam dan langsung mengenai relung hatinya.


"Apa?" Tanya Julia lirih. Julia sangat penasaran ingin tau rahasia apa yang Raskal maksud.


Raskal semakin mendekatkan wajahnya pada julia membuatnya harus sedikit menundukan kepalanya.


"Dengar baik baik. Gue suka sama lo Jul." Ungkapnya membuat Julia terkejut.


"Gue nggak butuh jawaban lo. Karna gue yakin lo juga punya rasa yang sama ke gue."


Julia terus saja diam. Julia tidak tau harus berkata apa. Tapi Julia merasa seperti ada ribuan kupu kupu yang mengelilinginya dan Raskal saat itu.


"Tunggu gue balik dan gue bakal buka rahasia ini didepan semua orang. Oke?"


Julia tidak bisa menjawab apapun sampai akhirnya mommy Raskal memanggil. Saat itu Julia benar benar merasa ada yang hilang dari dirinya.


"Gue suka sama lo jul. Jaga rahasia hati kita sampai gue balik." Begitu Raskal berucap sebelum menjauh dari Julia.


Julia terus berdiri ditempatnya menatap Raskal yang pergi menjauh darinya. Mulai detik itu juga Julia akan menjalani harinya disekolah hanya bersama Tiara dan tanpa Raskal. Tapi satu yang Julia yakini. Raskal pasti akan kembali untuk membuktikan ucapan-nya. Julia percaya pada cowok ganteng berambut coklat itu.


"Gue bakal tungguin lo balik Kal." Gumam Julia lirih.


Dan mereka berpisah dibandara. Raskal harus melanjutkan pendidikan-nya diluar negeri.

__ADS_1


END.


__ADS_2