
Tiara mendudukan dirinya di samping julia yang sedang menyantap siomay kesukaan nya.
"Heran gue, hampir tiap hari lo makan itu mulu. Emang nggak bosen?" Tanya tiara menatap aneh julia.
Julia hanya tertawa dengan mulut penuh siomay. Sepertinya tidak ada keniatan bagi julia untuk menjawab pertanyaan tiara.
"Gue beliin yang lain ya?" Tanya tiara menawarkan.
"Enggak usah ra, ini udah cukup kok" Jawab julia tersenyum.
"Beneran? lo nggak pengin donat? apa mau mie tek tek?" Kembali tiara bertanya mencoba menawarkan berbagai menu makanan yang tersedia di kantin.
Julia terkekeh mendengar nya. Dengan lembut julia menolak tawaran sahabat nya itu. Julia tidak ingin selalu merepotkan tiara.
Bosen memang.
Tapi mau gimana lagi? gue harus hemat.
Julia mengedarkan pandangan nya keseluruh penjuru kantin. Semuanya tampak ramai seperti biasanya. Suara riuh obrolan, canda tawa serta teriakan saling bersautan di sana.
"Oh iya jul, lo tadi pagi bilang kaya kenal pak sam. Kenal dimana?" Tanya tiara sambil mengunyah pentol baso dalam mulut nya.
"Pak sam?" Tanya julia mengeryit.
"Iya pak sam, yang tadi pagi lo tabrak itu." Jawab tiara tidak sabar.
"Oh itu, nggak tau sih. Tapi kayak nya gue pernah ketemu" Ujar julia mengedikkan bahu nya tidak peduli.
"Jangan ngaco deh lo jul, pak sam itu baru pulang 3 hari yang lalu dari amerika. Dia baru nyelesein kuliah nya disana tau" Kata tiara.
"Mungkin cuma mirip" balas julia tidak perduli.
"Gue cariin dari tadi, ternyata udah pada disini"
Julia dan tiara mengangkat kepalanya kompak menatap raskal yang berdiri di depan meja nya. Cowok itu tampak sangat cool dengan penampilanya saat ini. Sepertinya raskal baru saja selesai membersihkan diri nya setelah berolah raga.
Tiara melongokan kepalanya ke kanan mencari sosok natalie yang mungkin saja membuntuti raskal dari belakang.
"Kenapa ra?" Tanya raskal bingung.
"Oh, nggak. Nggak papa" Jawab tiara tersenyum.
Julia menghela nafas.
Dengan malas julia menyendok siomay dan memasukan nya ke dalam mulut.
"Gue duduk yah?" Ujar raskal meminta izin yang langsung di angguki oleh tiara.
Raskal melirik julia yang terus diam. Raskal merasa julia sedang menganggap nya tidak ada.
Gue nggak tau salah gue apa, tapi julia terus saja diemin gue.
__ADS_1
_____
"Apa oma? julia di liburin sampe 2 minggu?" Tanya julia tidak percaya.
Julia benar benar sangat terkejut dengan apa yang di katakan oma raskal yang mendadak meliburkan nya selama itu.
Oma raskal mengangguk dengan senyuman di bibir nya.
"Tapi oma, julia sangat butuh pekerjaan ini" Ujar julia sendu.
"Libur nya tidak di potong gaji kok jul, kamu cukup gunain waktu libur ini untuk belajar lebih giat" Julia menatap oma raskal yang sedang tersenyum padanya.
Entah kenapa julia merasa oma raskal seakan tau semua tentang nya.
"Minggu depan gaji kamu tetep full" Kata oma raskal lagi.
"Oma, apa oma kurang suka dengan cara kerja julia? atau julia kurang rajin? kurang tepat waktu?" Tanya julia.
Oma raskal menggelengkan kepalanya. Dengan lembut di sentuh nya kedua pundak julia.
"Oma puas dengan kerja kamu nak, libur kamu untuk belajar" Jawab oma raskal menatap lembut julia.
Julia mengeryit mendengar nya.
Suara klakson motor membuat oma raskal dan julia menatap ke luar toko. Di luar sudah ada raskal yang duduk di atas motor dengan mesin nya yang masih menyala.
"Raskal sudah jemput, gih pergi" Ujar oma raskal pada julia.
Raskal menatap julia bingung. Julia tampak sangat tidak bersemangat dengan wajah nya yang tertunduk lesu.
"Jul, gue anter pulang ya?" Ujar raskal bertanya.
Julia berhenti melangkah tepat di depan motor raskal. Mendadak tatapan lesu julia berubah menjadi tatapan serius, seakan sedang mengintimidasi raskal.
"Gue mau ngomong sama lo" Katanya.
Raskal menelan ludah mendengar nya. Nada suara julia terdengar sangat serius.
"Oh okay" Jawab raskal.
Tanpa berkata apapun julia segera naik ke boncengan raskal.
"Kemana?" Tanya raskal hati hati.
Bukan takut, hanya raskal tidak terbiasa dengan sikap serius julia yang seperti sekarang.
"Ke rumah lo" Jawab julia.
Raskal mengangguk. Dengan kecepatan sedang raskal mulai melajukan motor nya memutar arah menuju kompleks perumahan tempat nya tinggal.
Setelah 15 menit perjalanan motor raskal sampai di halaman rumah nya. Raskal mematikan mesin motor nya dan julia pun segera turun dari boncengan nya. Julia masih diam sejak dari toko bunga.
__ADS_1
Raskal melepaskan helm nya. Cowok itu menghela nafas melirik julia yang berdiri di samping nya.
Kenapa lagi nih cewek?
"Masuk yuk?" Ajak raskal yang langsung di angguki julia.
Keduanya pun melangkah menuju pintu utama rumah raskal.
"Lo duduk dulu, gue ke dalem bentar" Kata raskal saat sampai di ruang tamu.
"Kenapa oma ngeliburin gue?" Tanya julia langsung.
Raskal mematung mendengar pertanyaan julia. Tatapan mata julia seakan sedang menuntut nya untuk berkata jujur.
"Gue nggak bodoh kal, di dunia ini tidak ada yang kebetulan" Kata julia masih menatap raskal.
"Gue tau semua ini pasti karena lo juga" Sambung julia.
Raskal menghela nafas.
Raskal memejamkan matanya sesaat sebelum membalas tatapan julia. Dengan pelan raskal mendekat dan berdiri tepat di depan julia. Raskal sedikit menunduk untuk menatap mata julia.
"Oke, gue ngaku, semuanya emang karena gue. Gue yang kasih tau oma semuanya. Gue kasih tau oma tentang keinginan lo untuk dapetin beasiswa itu" Ujar raskal serius.
Julia menggeleng pelan mendengar nya. Tatapan nya menunjukan ketidak percayaan dengan apa yang di lakukan raskal untuk nya.
"Gue lakuin itu karna gue perduli sama lo" Kata raskal lagi.
"Jadi libur kemarin juga karna lo?" Kembali julia bertanya. Kedua matanya tampak berair dengan hidung nya yang mulai memerah seperti menahan sesuatu.
"Iya, karna gue" Jawab raskal jujur.
Julia membuang pandangan nya. Air matanya menetes saat matanya berkedip.
"Buat apa lo lakuin ini?" Tanya julia lirih namun masih dapat di dengar jelas oleh raskal.
Dengan pelan raskal meraih kedua tangan julia, menggenggam dan mengangkat nya sampai batas dada.
"Jul, gue lakuin semua ini karna gue mau bantu lo. Karna gue perduli sama lo" Kata raskal menatap julia yang masih membuang muka.
Dengan pelan julia kembali menatap raskal. Julia mencoba mencari kebenaran lewat manik coklat terang cowok di depanya. Senyum julia mengembang saat melihat pancaran ketulusan di mata raskal.
"Gue nggak tau harus bilang apa, tapi makasih banyak atas semuanya" Ujar julia.
Raskal tersenyum lega mendengar nya. Dengan lembut di sekanya air mata yang membasahi pipi julia.
"Cengeng banget sih lo" Ledek raskal.
Julia tertawa kecil dalam tangis nya.
Raskal benar, julia memang merasa menjadi cengeng semenjak hari itu.
__ADS_1
Lo emang yang terbaik raskal.