Rahasia Hati

Rahasia Hati
59


__ADS_3

Julia baru saja keluar dari kamar mandi ketika mendengar suara deru motor gede milik raskal. Cewek berkaos pendek warna biru dengan jins selutut nya itu mengeryit.


"Yeee.. Ada kak raskal.."


Pekikan senang anya membuat julia semakin merasa penasaran. Raskal sama sekali tidak mengatakan akan datang ke rumah nya siang tadi.


Dengan cepat julia melangkahkan kakinya keluar rumah. Cewek itu tersenyum tipis ketika mendapati raskal yang sedang menggendong anya yang terlihat begitu senang akan kedatangan nya.


"Kal.." Senyum julia.


Raskal membalas tersenyum. Cowok ganteng itu membawa anya yang berada di gendongan nya mendekat pada julia.


"Lo tadi kenapa nggak bilang mau pergi?" Tanya nya langsung.


Julia berdecak. Cewek itu lupa memberitahu raskal dan omanya bahwa dirinya pergi bersama dengan tiara tadi siang.


"Oma khawatir banget tau nggak sama lo. Dia sampe marah marah ke gue." Tambah raskal menatap julia dengan wajah sebal nya.


Julia hanya meringis saja. Cewek itu sama sekali tidak bermaksud membuat oma raskal khawatir. Tapi dirinya benar benar lupa karna keberadaan tiara tadi.


"Sorry kal.. Tadi gue balik bareng tiara. Dia nyusul ke rumah sakit dan ngajakin gue buat jenguk kak tasya." Kata julia merasa sangat tidak enak hati pada raskal.


Raskal menghela nafas. Cowok itu menurunkan anya dari gendongan nya kemudian melengos ketika menatap julia.


"Se enggak nya kan lo bisa telpon kek. Ini malah sendirinya hp nya nggak aktif." Sebal raskal.


"Iya.. Soalnya hp gue juga lowbet.. Sorry." Balas julia meringis.


Raskal menghela nafas mendengar nya. Cowok itu kemudian mendudukan dirinya di kursi yang berada di teras rumah sederhana julia.


"Ayah sama bunda lo mana?" Tanya raskal menatap julia yang masih berdiri di ambang pintu utama rumah nya.


"Ayah belum pulang. Bunda juga belum pulang lagi nganterin baju baju para tetangga." Jawab julia.


Raskal menganggukan kepalanya. Tiba tiba raskal tersenyum. Raskal merasa konyol sendiri dengan pertanyaan nya pada julia.


"Oya kal lo mau teh nggak?" Tanya julia menawarkan.


"Boleh.. Tapi jangan terlalu manis ya." Jawab raskal tersenyum menatap wajah manis julia.

__ADS_1


"Oke.." Angguk julia kemudian berlalu masuk ke dalam rumah.


Raskal menghela nafas dengan senyuman yang terus terukir di bibir nya. Raskal masih sangat tidak menyangka dirinya bisa begitu dekat dengan julia bahkan sampai dekat dengan keluarga cewek itu begitu pun sebalik nya.


"Kak raskal." Panggil anya membuyarkan semua yang sedang di pikirkan oleh raskal.


"Ya dek.. kenapa?" Saut raskal kemudian bertanya dengan penuh perhatian menatap anak kecil itu.


"Em kak raskal mau nggak jadi pacar anya?"


Raskal melongo mendengar pertanyaan anya. Rasanya seperti mimpi karna tiba tiba di tembak oleh anak kecil yang tidak lain adalah adik julia. Cewek yang sedang berusaha raskal dekati.


"Dek kamu apaan sih nanya nya.." Kata julia yang muncul dari dalam rumah dengan segelas teh hangat di tangan nya.


Sedangkan raskal, cowok itu masih melongo tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengar nya.


"Temen temen anya aja udah punya pacar kak. Masa anya nggak boleh sih." Kata anya dengan bibir mengerucut sebal.


Julia meringis. Obrolan teman teman anya memang terkadang terdengar konyol. Julia pernah sekali mendengar obrolan anya dan teman teman nya saat julia menjemput anya pulang sekolah.


"Kak raskal mau kan?" Tanya anya lagi menatap raskal penuh harap.


Raskal meringis. Cowok itu tidak tau harus menjawab apa. Karna menjawab iya akan buruk akibat nya. Dan menjawab tidak akan membuat anya menangis.


"Nggak papa kak. Kak raskal nya pasti mau kok jadi pacar nya anya." Sela anya menatap julia yang berdiri di samping raskal.


Julia menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal itu. Jangan kan raskal, dirinya saja bingung harus berkata apa pada adik nya itu.


"Kal minum dulu.." Kata julia memberikan segelas teh yang di buat nya untuk raskal.


Raskal menerima dan langsung meminum segelas teh hangat tersebut dalam diam. Rasanya masih sangat tidak percaya dengan pertanyaan yang di lontarkan anya tadi.


"Sorry ya kal.." Lirih julia merasa tidak enak hati.


Suara deru motor metik rendy membuat julia dan anya langsung menoleh begitu juga dengan raskal.


"Ayah....!!" Pekik anya senang.


Julia dan raskal saling menatap sesaat sebelum akhirnya kembali menatap rendy yang masih mengenakan jaket ojeg online nya. Raskal bangkit berdiri dari duduk nya menyambut kedatangan rendy.

__ADS_1


Mereka berdua berharap anya lupa dengan pertanyaan nya tadi pada raskal sehingga tidak lagi menuntut jawaban pada cowok ganteng itu.


"Wah ada nak raskal ternyata." Senyum rendy begitu turun dari motor metik nya.


Pria berkumis tipis itu menggendong tubuh kecil anya dan membawanya mendekat pada raskal dan julia yang berdiri berdampingan.


"Udah dari tadi nak?" Tanya rendy tersenyum ramah pada raskal.


"Lumayan om.." Jawab raskal kemudian menyalimi rendy begitu juga dengan julia.


"Kalau begitu om masuk dulu yah.." Kata rendy tersenyum.


"Iya om.." Balas raskal menganggukan kepalanya.


Tidak lama setelah rendy masuk, nia muncul dengan sepeda nya. Wanita cantik itu tersenyum menatap raskal dan julia yang berdiri di depan pintu.


"Tante.." Sapa raskal langsung menyalimi nia dengan sopan.


"Tante masuk yah.." Senyum nia kemudian.


Wanita itu menepuk pelan bahu putrinya sebelum masuk menyusul suaminya bersama dengan putri bungsunya.


"Huft.. Gue lagi nggak mimpi kan?" Gumam raskal yang tentu saja masih bisa di dengar dengan jelas oleh julia.


Julia menghela nafas. Pertanyaan yang di lontarkan anya memang konyol dan sangat aneh. Dengan begitu polosnya anak kecil itu menanyakan apakah raskal mau atau tidak menjadi pacar nya.


"Coba kalau tadi lo yang nanya gituh ke gue langsung gue iyain.." Kata raskal tanpa sadar.


"Hah? Kenapa kal?" Tanya julia terkejut mendengar nya.


"Ah enggak. Nggak papa." Jawab raskal malu sendiri.


"Oh iya kalau gitu gue pulang yah.." Kata raskal kemudian.


Julia menganggukan kepalanya. Cewek itu mengikuti langkah raskal menuju motor gedenya.


"Ati ati yah. Dan sorry untuk pertanyaan aneh anya tadi. Salam juga buat oma." Kata julia berdiri di depan motor raskal.


"Oke.." Angguk raskal kemudian naik ke motor dan memakai helm full face nya.

__ADS_1


Raskal menstater motor gedenya. Cowok itu memundurkan motor nya kemudian membelokan nya dan berlalu dari pekarangan rumah sederhana keluarga julia.


Pertanyaan konyol anya benar benar membuat gue nggak habis pikir. Adik gue dengan polos nya nembak raskal di depan gue. Yang lebih membuat gue tidak menyangka lagi adalah ucapan raskal tadi. Entah gue salah dengar atau gimana, tapi ucapan nya terdengar begitu jelas di telinga gue.


__ADS_2