
Suara mesin motor membuat oma raskal menghentikan aktivitas merangkai bunganya. Wanita baya itu menaruh gunting dan setangkai mawar merah yang di pegang kemudian beranjak dari tempat nya. Kedua kakinya melangkah melewati beberapa jenis bunga yang di tata sedemikian rapi.
Senyum manis mengembang di bibir oma raskal saat melihat julia turun dari boncengan cucu nya.
"Sampai" Kata raskal dengan senyuman di bibir nya.
Julia segera turun setelah raskal mematikan mesin motor nya. Cewek itu berdiri dalam diam menatap sebuah toko bunga bertuliskan intan flower's.
Ini tempat kerja gue?
Raskal turun dari motor nya kemudian berdiri di samping julia yang masih diam menatap toko bunga milik omanya itu.
"Kenapa jul?" Tanya nya bingung dengan kediaman julia.
Meskipun memang sejak dari sekolah julia sama sekali tidak mengeluarkan suara nya. Raskal berpikir mungkin julia akan takjub atau mungkin heboh berterimakasih saat melihat toko bunga omanya.
"Ah nggak apa apa" Jawab julia tersenyum kecil.
"Oh iya. Makasih ya udah nganterin gue sampe sini" Kata julia melanjutkan.
Cewek itu menatap raskal yang juga sedang menatap nya.
"Nyantai aja kali" Balas raskal.
Raskal menghela nafas.
Kedua tanganya cowok itu masukan ke dalam saku celana abu abunya. Julia masih menatap nya dengan jarak yang lumayan dekat membuat cowok itu sedikit salah tingkah.
Julia tersenyum melihat raskal yang tampak malu malu saat dia menatap nya. Tidak mau membuat raskal semakin malu julia pun mengalihkan perhatian nya kesekeliling nya. Jalanan di situ sangat sepi. Mungkin karna tempat itu masih berada tidak jauh dari kompleks rumah raskal. Wajar saja jika sangat jarang ada kendaraan berlalu lalang di tempat itu.
"Kalian sudah datang" Suara oma raskal membuat julia menolehkan kepalanya.
Cewek itu tersenyum dan segera menyalimi oma raskal.
"Siang oma" Sapa julia ramah.
"Siang sayang" Balas oma raskal tersenyum lembut.
__ADS_1
"Udah pada makan belum?" Tanya oma raskal menatap julia dan raskal bergantian.
"Sudah oma"
"Belum"
Jawaban serentak raskal dan julia membuat oma raskal mengerutkan kening nya.
Sedangkan julia dan raskal saling menatap.
"Jadi yang benar siapa?" Tanya oma raskal lagi.
"Emm,, julia sudah makan oma. Tapi kalo raskal mungkin belum" Ujar julia tersenyum lebar.
Raskal melotot mendengar nya. Jelas julia sedang berbohong. Entah apa yang membuat cewek itu berbohong raskal pun menjadi kesal di buat nya.
"Begitu ya? Ya udah raskal kamu pulang terus makan ya" Senyum oma raskal penuh perhatian.
Raskal hanya mengangguk kemudian menyalimi omanya dan berlalu tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada julia.
"Ini seragam nya. Kamu bisa mengganti seragam sekolah kamu di dalam" Oma raskal menyerahkan kaos berwarna pink lengkap topi berwarna senada pada julia.
Julia mengangguk patuh dan segera beranjak untuk mengganti seragam sekolah nya dengan seragam toko bunga milik oma raskal.
Julia menghembuskan nafas nya kasar. Di tatap nya bayangan dirinya di cermin. Kaos dengan topi berwarna pink itu begitu pas dia kenakan nya. Seulas senyum terukir di bibir cewek itu saat bayangan senyum kedua orang tua serta adik nya terlintas.
Jika bukan demi mereka tidak mungkin julia mau melakukan pekerjaan itu.
Siapapun pasti tidak ingin kehilangan masa masa indah remaja nya tapi tidak untuk julia.
Jika dulu julia selalu mementingkan dirinya kini dia juga harus mementingkan keluarga nya. Keadaan membuat nya harus berbuat demikian.
Ayah bunda julia rela melakukan apapun asal halal untuk membantu kalian.
Julia sayang sama ayah dan bunda juga anya.
Julia akan berusaha melakukan yang terbaik.
__ADS_1
Julia menghela nafas.
Cewek itu kembali mengecek penampilan nya sebelum keluar dari ruangan serba putih itu. Julia tidak ingin membuat oma raskal lama menunggu mengingat hari ini pertama kali dia bekerja.
Julia menatap sekeliling nya. Ada berbagai macam jenis bunga di toko bunga itu. Berbagai jenis mawar, anggrek serta lili yang mampu menyegarkan indra penciuman julia. Pandangan julia tertuju pada oma raskal yang terlihat sibuk merangkai bunga. Dengan senyuman manis yang terukir di bibir nya julia melangkah menghampiri wanita baya itu.
"Ada yang bisa julia bantu oma?" Tanya julia pelan.
Oma raskal menoleh dan tersenyum.
"Kamu tolong rapikan bunga bunga yang di depan ya. Tunggu setelah kerangka bunga ini selesai kamu bisa mengantar kan nya" Ujar oma raskal.
Julia mengangguk mengerti.
Cewek itu segera melakukan apa yang di katakan oma raskal. Dengan telaten julia menata dan merapikan posisi bunga yang di rasanya kurang rapi.
__
Di sisi lain raskal tampak enggan menyantap makan siang nya. Wajah ganteng cowok itu menampakan ekspresi yang tidak seperti biasanya.
"Abis ini mau kemana?" Pertanyaan natalie membuat raskal menghela nafas.
Cewek berkaca mata itu entah sejak kapan menunggu raskal karna saat raskal sampai rumah nya natalie sudah duduk santai menunggu nya di teras.
"Mau istirahat kak" Jawab raskal menatap natalie sekilas.
Natalie tersenyum mengerti.
"Ya udah kalo gitu gue pulang yah" Katanya.
Raskal mengangguk dengan mengunyah makanan di dalam mulut nya. Sebelum natalie berlalu raskal memamerkan senyuman nya pada cewek itu.
Entah kenapa gue sedikit kesal dengan jawaban bohong julia pada oma tadi. Jelas jelas selama sama gue dari sekolah sampai toko julia belum sama sekali memakan apapun. Minum pun belum.
Dasar cewek aneh.
Belum reda rasa kesal di hati gue muncul kak natalie. Entah kenapa akhir akhir ini kak natalie menjadi sering muncul di depan gue. Dan itu sukses membuat gue semakin kesal.
__ADS_1