Rahasia Hati

Rahasia Hati
44


__ADS_3

Julia menatap pantulan dirinya di cermin. Hari ini adalah hari yang sangat di tunggu tunggu oleh julia. Yah, hari ini adalah hari tes beasiswa.


"Julia"


Panggilan nia dari luar kamar membuat julia tersentak. Cewek itu buru buru menguncir rambut nya kemudian meraih tas slempang nya. Dengan langkah cepat julia melangkah menuju pintu kamar nya.


"Ayo sarapan dulu" Kata nia ketika julia muncul membuka pintu.


"Iya bunda" Jawab julia tersenyum.


Julia memang tidak memberitahukan kepada ayah dan bunda nya. Julia ingin memberikan kejutan pada keduanya. Itu pun jika dirinya berhasil.


"Pagi ayah" Sapa julia saat duduk di kursi di samping rendy.


"Pagiii" Jawab rendy tersenyum.


Julia tersenyum menatap sang ayah. Di lirik nya anya yang sedang mengunyah sarapan nya. Seperti biasa nia selalu menyuapi anya setiap makan.


"Anya coba belajar makan sendiri" Kata rendy menatap putri kecil nya.


Anya menatap rendy polos dengan mulut penuh dengan makanan.


"Nanti ayah, kalo anya sudah kelas 3" Jawab anya menyunggingkan senyum pada rendy.


Julia dan nia tertawa mendengar nya. Baru kali ini anya berani menjawab ucapan ayah nya.


Rendy menggeleng mendengar jawaban putrinya. Pria yang juga berprovesi sebagai ojol itu menatap anya dengan mata menyipit berakting sebal.


"Ayah, bunda do'ain julia yah?"


Ucapan julia membuat rendy dan nia menatap nya. Kedua nya saling pandang kemudian kembali menatap julia bingung.


"Do'a bunda dan ayah selalu menyertai kalian berdua nak" Balas rendy tersenyum.


Julia terkekeh.


Rasanya tidak harus sekarang julia memberitahu tentang tes yang di ikutinya.


"Iya ayah"


Nia menggeleng.


Wanita itu kembali menyuapi anya.


"Ayo makan nya. Nanti terlambat lagi"


Julia dan anya mengangguk kompak mendengar intruksi dari sang ayah.


Setelah selesai sarapan julia segera berangkat bersama rendy. Sebenar nya kemarin raskal mengatakan akan menjemput nya namun julia menolak. Julia tidak ingin membuat adik nya cemburu lagi.


"Jul, nggak di jemput raskal lagi?" Tanya rendy sambil mengendarai motornya.


"Nggak ayah. Takut ngrepotin" Jawab julia.


"Takut ngrepotin apa takut anya marah?" Tanya rendy lagi.


Julia tersenyum mendengar nya.


"Dua duanya ayah"

__ADS_1


Motor rendy sampai di depan gerbang sekolah julia. Cewek itu segera turun dan menyalimi rendy.


"Belajar yang pinter ya nak" Kata rendy menatap julia.


"Ya ayah. Ayah juga hati hati" Balas julia tersenyum.


Rendy mengangguk menjawab ucapan putrinya. Pria itu kembali menghidupkan mesin motor nya kemudian berlalu menuju tempat kerjanya.


Julia menghela nafas melihat kepergian ayah nya. Sampai sekarang bahkan julia belum tau apa pekerjaan ayah nya. Julia ingin sekali bertanya. Tapi julia takut jika dirinya kembali tidak bisa menerima kenyataan.


Tanpa julia ketahui mobil natalie berada tidak jauh darinya.


Natalie yang berada di dalam mobil bersama sahabat nya tersenyum sinis.


"Nat, itu kan si julia" Kata tasya menurunkan kaca mobil natalie menatap julia yang masih bediri di depan gerbang.


"Iya gue liat" Balas natalie menoleh sekilas pada tasya.


"Jadi bokap nya dia ojol?" Tanya tasya menatap tidak percaya pada julia.


"Kayaknya sih gituh" Jawab natalie tersenyum sinis.


"Jadi lo saingan sama anak tukang ojeg nat?" Tasya menertawakan natalie yang sedang berusaha merebut perhatian raskal.


"Asal lo tau sya. Dia itu belum cukup pantas buat saingan sama gue" Kata natalie angkuh.


"Hh.. oke oke"


___________________________________________


Raskal masih duduk di atas motor nya di parkiran. Cowok itu sengaja di parkiran untuk menunggu kedatangan julia. Raskal tau julia pasti belum datang karna cowok itu sengaja datang lebih awal.


"Julia mana sih?" Gumam raskal menghela nafas.


"Raskal!"


Raskal menolehkan kepalanya mendengar suara cempreng tiara. Cowok itu tersenyum saat melihat tiara baru turun dari mobil nya.


"Lo ngapain disini?" Tanya tiara setelah sampai di samping motor gede raskal.


"Yang nggak jelas nggak nungguin lo" Jawab raskal tertawa.


"Dih. Gue juga ogah lo tungguin" Balas tiara sengit.


Raskal tertawa lagi.


Tiara sudah tidak sejudes dulu padanya. Sepertinya cewek itu sudah benar benar menganggap nya sahabat.


"Eh, kal. Hari ini kan julia tes. Kita harus semangatin dia" Ujar tiara menatap raskal.


"Iya. Kita harus selalu dukung julia" Kata raskal tersenyum.


"Lagi pada ngomongin apa sih?"


Raskal dan tiara menoleh kompak mendengar suara julia. Entah sejak kapan julia sudah berdiri di depan motor raskal.


"Eh jul. Lama banget sih lo. Gue tungguin juga"


Raskal mendelik mendengar ucapan tiara.

__ADS_1


Jelas jelas cewek itu baru datang juga. Justru yang menunggu kedatangan julia lama adalah dirinya.


"Haha.. iya maaf" Jawab julia tertawa.


"Lo udah siapkan jul buat tes nya?" Tanya tiara menatap julia serius.


"Siap dong" Jawab julia yakin.


Raskal tersenyum mendengar nya.


Cowok itu berharap julia mengingat semua materi yang di ajarkan nya sehingga julia bisa lolos tes untuk mendapatkan beasiswa.


Raskal berdehem.


Cowok itu bangkit dari motor nya dan mendekati julia.


Raskal menatap lembut dengan wajah yang begitu dekat sehingga julia harus mendongak untuk membalas tatapan nya.


Dengan pelan di raih nya tangan julia dan di genggam lembut oleh raskal.


"Gue yakin lo pasti bisa kok" Kata raskal lirih.


Julia terdiam.


Untuk sekedar bergerak pun rasanya julia tidak bisa. Tatapan raskal benar benar seperti menghipnotisnya sampai cewek itu tidak bisa berpaling.


Ya tuhan.... jantung gueeee


"Eh eh apaan nih. Ada gue disini" Kata tiara melepaskan paksa genggaman tangan raskal pada julia.


Julia tersadar.


Cewek itu tersenyum kikuk begitu juga dengan raskal.


"Sialan lo kal. Gue bukan obat nyamuk" Tambah tiara menatap raskal jengkel.


Raskal hanya tertawa pelan.


Cowok itu menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal karna merasa tidak enak pada tiara.


"Udah yuk jul. Jangan mau di gombalin dia"


Julia hanya diam saat tiara menarik lenganya meninggalkan raskal. Cewek itu masih merasa detak jantung nya begitu cepat karna tatapan raskal tadi.


"Ck. Malah gue yang di tinggal" Decak raskal.


Dari kejauhan natalie dan tasya melihat nya. Natalie mengepalkan kedua tanganya melihat perlakuan manis raskal pada julia.


Berbeda dengan tasya yang begitu heboh.


"Ya tuhan.. lo liat kan nat tadi? tatapan nya ya ampunn.." Heboh tasya di samping natalie.


"Gue nggak akan sanggup kalo jadi julia" Tambah tasya.


"Ck, apaan sih lo sya. Biasa aja kali" Kesal natalie.


Natalie melangkah cepat meninggalkan tasya yang masih heboh di tempat nya.


Apa bagus nya sih si julia itu?

__ADS_1


Gue nggak bakal diem aja.


Raskal cuma milik gue.


__ADS_2