
"Lo harus semangat jul. Gue yakin lo pasti bisa"
Raskal menggeleng di belakang julia dan tiara. Tiara sedari tadi terus mengoceh tanpa henti. Meskipun niat nya baik untuk menyemangati julia, tapi tetap saja suara cempreng tiara membuat raskal jengah.
"Iya ra. Thank's banget lo udah semangatin gue" Balas julia tersenyum.
"Lo nggak usah sungkan jul. Gue kan sahabat lo" Tiara tersenyum memperlihatkan gigi putih nya.
Julia mengangguk dengan senyuman di bibir nya. Diam diam julia menengok kebelakang dimana raskal sedang membuntutinya dengan tiara.
Raskal tersenyum.
Cowok itu mengacungkan kedua jempol nya pada julia memberi semangat.
"Semangat" Kata raskal lirih.
Julia tersenyum dan mengangguk.
Terimakasih tuhan..
Banyak orang orang yang mendukung dan menyayangiku.
Dan buat lo kal, gue bakal berusaha sebisa gue. Gue bakal berusaha buat dapetin beasiswa itu.
Raskal menghela nafas. Cowok itu memasukan kedua tanganya ke dalam saku clana abu abunya. Raskal terus melangkah mengikuti julia dan tiara menuju kelas dimana tes beasiswa akan di laksanakan pagi ini.
Julia menatap kerumunan siswa siswi di kelas dimana tes akan di laksanakan. Mendadak rasa ragu menyelimuti hatinya. Julia pikir yang mengikuti tes hanya dirinya dan beberapa siswa saja. Tapi ternyata yang mengikuti tes itu sangat banyak.
"Lo kenapa jul?" Tanya tiara menatap julia yang diam saja.
"Gue nggak papa kok"
Tiara mengikuti arah pandang julia.
Cewek itu mengangguk mengerti dengan apa yang sedang di pikirkan sahabat nya.
"Jul, lo harus yakin. Lo bisa"
Julia mengangguk dan tersenyum.
Ucapan tiara tidak berpengaruh sama sekali dengan suasana hatinya sekarang.
Apa iya gue bisa?
Julia menghirup oksigen di sekitar nya dalam dalam kemudian mengeluarkan nya berlahan lewat mulut.
Gue harus yakin.
Gue nggak boleh pesimis, gue pasti bisa.
"Ya udah ra, kal, gue masuk ya?"
Raskal dan tiara mengangguk.
__ADS_1
Keduanya tidak lupa mengucapkan kata semangat pada julia.
"Nat itu kan raskal sama temen nya julia"
Natalie mengikuti arah pandang tasya.
Senyum nya mengembang begitu melihat raskal dan tiara.
"Gue kesana dulu ya?" Kata natalie berlalu meninggalkan tasya yang sejak tadi bersama nya.
"Elah, giliran liat si brondong aja cepet" Cibir tasya menatap punggung natalie yang mulai tertutupi oleh siswa siswi yang berlalu lalang.
Natalie melangkah bahkan sedikit berlari menghampiri raskal dan tiara yang tepat berdiri di depan pintu kelas akan di laksanakan nya tes beasiswa.
"Hey, lagi ngapain?"
Tiara memutar bola matanya jengah.
Natalie selalu bersikap sok imut di depan raskal.
"Dia lagi" Gumam tiara malas.
"Eh kak. Kakak sendiri ngapain disini?" Tanya balik raskal.
"Aku cuma kebetulan lewat aja" Jawab natalie
Raskal mengangguk mendengar nya.
Cowok itu sedikit memundurkan tubuh nya menjauh dari natalie yang berada begitu dekat dengan nya. Raskal sudah berjanji pada julia untuk tidak dekat dekat lagi dengan natalie.
"Julia ikut tes beasiswa"
Entah kenapa ucapan natalie terdengar seperti sedang mengejek julia di telinga tiara. Cewek bermata belo itu melotot menatap natalie yang selalu memasang wajah sok imut nya di depan raskal.
"Emang nya kenapa kalo julia ikut. Masalah buat kakak?" Sinis tiara.
Natalie terkekeh mendengar ucapan sinis tiara. Cewek itu sebisa mungkin bersikap tenang dan menganggap pandangan serta ucapan tiara terdengar lucu di depan raskal.
"Ya nggak lah ra. Semoga julia berhasil yah?"
Tiara berdecak.
Tiara yakin natalie hanya berpura pura baik pada julia. Natalie hanya ingin membuat raskal terbuai dengan kebaikan palsunya.
"Iya dong pasti berhasil. Kan raskal yang ngajarin" Ujar tiara memanas manasi natalie.
Raskal mendelik mendengar nya.
Cowok itu menyikut tiara karna berbicara begitu keras sampai membuat seluruh siswa yang ada di situ menatap nya.
Berbeda dengan natalie yang terdiam. Senyum manis yang sedari tadi cewek itu tunjukan mendadak sirna. Kedua tanganya mengepal kuat mendengar apa yang baru saja di ucapkan tiara.
"Kamu yang ngajarin julia?" Tanya natalie menatap raskal seakan meminta penjelasan.
__ADS_1
"Nggak ngajarin kak. Kan gue bukan guru. Gue cuma bantuin dikit dikit" Jawab raskal tersenyum.
Natalie mengangguk.
Natalie tau raskal hanya sedang merendahkan diri saja. Tiara tidak mungkin berbohong.
Pantas jarang keliatan
Tiara hampir saja memuntahkan semua isi perut nya. Pertanyaan natalie pada raskal seperti seorang pacar yang meminta penjelasan.
"Kalian, tolong jangan brisik. Tes akan segera di mulai" Ujar pak sam datar.
Semua siswa yang berada di depan kelas itu mendadak diam termasuk natalie dan tiara.
"Loh, kok pak sam sih yang ngawasin" Lirih raskal menatap guru olah raga itu terkejut.
"Kenapa? lo takut kalah ganteng? atau lo takut julia kepincut sama pak sam?" Tanya tiara meledek raskal.
Raskal berdecak mendengar pertanyaan mengejek tiara. Pak sam memang guru paling muda dan bisa di bilang paling ganteng di sekolah nya. Tidak sedikit juga cewek cewek yang naksir bahkan berani mengutarakan perasaan nya pada guru olah raga itu.
Tapi raskal tidak percaya dengan apa yang di pertanyakan tiara padanya tadi.
Julia tidak mungkin ikut ikutan mendamkan sosok ganteng guru muda itu.
Dari sekian banyak nya guru kenapa harus dia sih yang ngawasin?
__________________________________________
Julia menghela nafas.
Di tatap nya beberapa lembar soal yang baru saja di letakan oleh pak sam di meja nya. Entah kenapa julia mendadak ragu dengan kemampuan berpikir nya. Padahal dari jauh jauh hari julia sudah menyiapkan mental nya.
Ya tuhan...
Kenapa tiba tiba perasaan ini muncul?
"Kerjakan sendiri sendiri. Jangan tengok kanan kiri. Bagi yang ketauan meminta atau memberi jawaban saya akan anggap dia gagal dalam tes ini"
Suara tegas pak sam semakin membuat nyali julia menciut. Cewek itu melirik tiara dan raskal yang masih berdiri di depan pintu.
Julia mengeryit ketika disamping raskal juga ada natalie.
Julia menghela nafas.
Gue nggak boleh marah marah nggak jelas lagi. Raskal berhak buat dekat sama siapapun.
"Waktunya 45 menit dari sekarang" Tegas pak sam memulai tes beasiswa itu.
Semua siswa siswi yang mengikuti tes beasiswa itu langsung larut mengerjakan soal yang sudah di berikan termasuk julia.
Sedangkan semua siswa siswi yang berada di luar terlihat harap harap cemas termasuk raskal dan tiara.
Raskal dan tiara terus menatap julia yang terlihat fokus mengerjakan soal soal nya.
__ADS_1
Berbeda dengan natalie yang justru melipat kedua tanganya di depan dada. Cewek berkaca mata itu menatap remeh pada julia yang fokus dengan soal soal nya.
Ternyata lo semiskin itu?