
"Kita mau kemana kal?" Tanya julia sedikit berseru karna raskal sedang mengendarai motor nya.
"Lo ikut aja. Ntar juga lo tau" Jawab raskal tersenyum.
Julia berdecak.
Sedari tadi raskal selalu menjawab dengan jawaban yang sama.
Raskal menghentikan motor nya ketika sampai di taman kompleks perumahan tempat nya tinggal.
Julia segera turun di ikuti raskal.
Cowok itu melepaskan helm nya yang dia kenakan di lengan.
"Kita ngapain kesini?" Tanya julia bingung.
Raskal tersenyum menatap wajah bingung julia. Lagi lagi cowok ganteng itu meraih lengan julia kemudian menarik nya agar julia mengikutinya.
Raskal berhenti melangkah ketika sampai di depan sebuah pohon beringin yang begitu rimbun.
Raskal memejamkan matanya merasakan semilir angin yang begitu sejuk.
Sedangkan julia, cewek itu berdiri menatap bingung pada pohon beringin besar itu. Julia yakin pohon itu pasti sudah sangat tua usia nya. Buktinya akar nya saja mencuat dengan ukuran yang hampir sama dengan tubuh nya.
"Kita ngapain disini?"
Raskal membuka matanya.
Cowok itu lagi lagi tersenyum menatap julia.
"Duduk yuk" Ajak raskal.
Julia menurut.
Julia duduk di atas akar besar yang mencuat keluar dari tanah bersama raskal di samping nya.
Julia menghela nafas.
Tidak ada yang istimewa di tempat itu. Tidak ada pemandangan yang indah juga di depan nya. Yang ada hanya hamparan rumput hijau yang begitu rapi.
Ya meskipun julia juga merasakan kesejukan di bawah pohon itu.
"Nggak ada pemandangan indah sih disini. Cuma menurut gue tempat ini nyaman aja. Sepi dan sejuk. Jauh juga dari keramaian. Bisa buat nenangin hati kalo lagi galau" Kata raskal.
Julia mengangguk.
__ADS_1
Apa yang di katakan raskal memang benar. Tempat itu memang sangat sepi dan jauh dari keramaian. Bahkan sore ini hanya ada mereka berdua di sekitar taman itu.
"Tapi tempat sepi juga kan harus di hindari" Ujar julia.
"Kenapa?" Tanya raskal mengangkat sebelah alisnya menatap julia.
"Soalnya biasanya banyak banget orang jahat yang berkeliaran di tempat sepi seperti ini. Mereka seringkali memanfaatkan kesempatan karna tidak ada yang menolong korban nya saat mereka beraksi" Jawab julia.
Raskal tertawa mendengar jawaban julia. Menurut nya pemikiran julia memang masuk akal. Hanya saja sangat tidak mungkin itu terjadi di dalam sebuah kompleks perumahan yang selalu di jaga ketat pintu masuk nya oleh para satpam.
"Lo tenang aja. Gue bukan orang jahat kok" Tawa raskal.
Julia ikut tertawa mendengar nya.
Cahaya orange matahari yang akan terbenam membuat perhatian julia teralihkan. Cewek itu tersenyum menatap keindahan yang jarang sekali dia saksikan.
Jika julia tersenyum menatap matahari yang hampir terbenam, raskal justru tersenyum menatap wajah manis julia. Cowok itu menatap wajah julia yang terpapar cahaya orange matahari sore itu tanpa berkedip.
Baginya wajah julia lebih indah dari matahari yang hampir terbenam itu.
"Indah banget ya?" Tanya julia tersenyum tanpa menatap raskal.
"Lo suka?" Tanya raskal balik.
Raskal merogoh saku baju seragam nya. Cowok itu mengeluarkan sebuah gelang manik berwarna toska yang sengaja dia buat sendiri untuk julia.
Raskal meraih pergelangan tangan kiri julia kemudian memakaikan nya.
Julia terdiam menatap nya.
"Kal ini_"
"Itu buat lo. Nggak bagus memang. Tapi gue harap lo suka" Sela raskal tersenyum menatap julia.
Julia menatap gelang yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. Bentuk nya memang simple. Namun warna toska nya memberi kesan mewah dan begitu sangat pas dengan warna kulit putih bersih julia.
"Bagus kok. Gue suka. Thank's yah?" Senyum julia membalas tatapan raskal.
Raskal tersenyum.
Cowok itu mengangkat tanganya menyingkirkan anak rambut yang begitu berantakan di pipi mulus julia.
Julia yang mendapat perlakuan manis dari raskal tidak bisa berkata apa apa. Cewek itu menelan ludah nya.
Jantung nya berdetak begitu cepat bahkan rasanya hampir mau meloncat keluar dari tempat nya.
__ADS_1
"Semangat yah buat tes beasiswanya. Gue selalu ada di belakang buat dukung lo kok. Gue yakin lo pasti bisa" Kata raskal tersenyum lembut.
Ya tuhan...
Jantung guee
Raskal lo baik banget sama gue.
Dan gue baru sadar ternyata lo nggak cuma baik. Tapi lo juga ganteng.
Lo sosok yang sempurna kal.
___________________________________________
Natalie turun dari sepeda pink nya setelah sampai di depan toko bunga milik oma raskal. Cewek berkaca mata itu menguncir tinggi rambut nya. Sore ini dia memang sengaja bersepeda ke toko bunga milik oma raskal. Natalie datang untuk bertemu raskal yang hampir setiap hari selalu membantu omanya di toko.
Ntalie masuk ke dalam toko dan tersenyum saat melihat oma raskal yang sedang merangkai bunga mawar putih.
"Hy oma" Sapa natalie sambil mendekat.
Oma raskal menegakan kepalanya dan tersenyum melihat sosok natalie yang sedang melangkah mendekatinya.
"Hy sayang" Balas oma raskal.
"Oma lagi ngapain?" Tanya natalie sambil duduk di depan oma raskal.
"Ini oma lagi rangkai bunga" Jawab oma raskal.
Natalie mengangguk.
Cewek berkaca mata itu mengedarkan pandanganya ke seluruh sudut ruangan yang hanya ada mbak lia.
"Raskal mana oma?" Tanya natalie lagi.
"Oma juga nggak tau. Dia belum kesini nat" Jawab oma raskal berbohong.
Natalie mengangguk.
Padahal natalie ke toko bunga hanya untuk bertemu dengan cowok itu.
Namun sayang raskal tidak ada disana dan natalie merasa kecewa karna hal itu.
Oma raskal melirik natalie diam diam.
Wanita baya itu sengaja memberi jawaban bohong tentang raskal. Oma tidak mau jika natalie mengganggu raskal dan julia.
__ADS_1