
Julia terus menundukan kepalanya. Rasa malu serta tidak enak hati menyelimuti hatinya. julia tidak pernah berharap akan seperti ini. Karna keteledoran nya yang tertidur saat belajar sampai membuat nya kebablasan. Sekarang julia harus menahan malu duduk di antara raskal dan omanya untuk makan malam. Parah nya lagi oma raskal sampai harus menunggu julia terbangun dari tidur lelap nya
Benar benar malu maluin.
"Kenapa julia?" Tanya oma raskal menatap julia, karna cewek itu hanya mengaduk aduk makanan di piring nya.
"Nggak papa oma" Jawab julia mengangkat kepalanya. Julia tersenyum tipis membalas tatapan lembut oma raskal.
"Tambah lagi dong makan nya" Kata oma raskal perhatian.
Julia hanya mengangguk dengan senyuman di bibir nya. Julia merasa dirinya seperti sedang memanfaatkan kebaikan raskal dan omanya.
Sedangkan raskal, cowok itu hanya tersenyum memperhatikan kedua nya. Raskal sungguh sangat senang melihat omanya yang begitu sangat menyukai julia. Sama seperti dirinya.
Setelah selesai makan malam julia pun pamit pada oma raskal untuk pulang. Julia yakin ayah dan bundanya sedang menunggu kepulangan nya.
Lagi lagi julia harus merasakan tidak enak di hatinya. Setelah hampir setengah hari merepotkan raskal untuk mengajarinya belajar, kini julia kembali merasa tidak enak karna raskal yang mengantar nya pulang.
Lagi lagi gue ngrepotin orang lain.
Sekitar 20 menit perjalanan akhir nya motor raskal sampai di halaman rumah sederhana julia. Julia pun segera turun kemudian melangkah menuju pintu utamanya di ikuti raskal di belakang nya.
Benar saja, saat julia memasuki rumah nya nia dan rendy sedang duduk menunggu nya.
"Julia pulang" Katanya.
Rendy dan nia kompak berdiri. Mereka tampak begitu sangat mengkhawatirkan putri sulung nya itu.
"Kamu kemana aja sayang? bunda sangat khawatir" Kata nia menghampiri julia.
"Maaf bunda julia salah" Balas julia menundukan kepalanya.
Julia menunduk tidak berani menatap nia dan rendy. Julia takut jika nia dan rendy akan memarahinya.
"Sudah nggak papa, yang penting kan sekarang julia sudah pulang" Ujar rendy bijak.
Mendengar suara rendy julia pun mengangkat kepalanya. Julia mengangguk dan tersenyum. Julia merasa sangat beruntung mempunyai ayah yang selalu bijak dalam bersikap pada siapapun.
"Ayo masuk" Kata rendy.
Julia mengangguk lagi. Julia pun dengan raskal.
Cowok itu duduk di seberang tempat rendy dan nia duduk. Sedangkan julia masuk untuk membersihkan dirinya.
"Makasih yah nak raskal sudah nganterin julia pulang. Maaf kalo julia ngrepotin" Ujar nia tidak enak hati.
__ADS_1
"Iya tante sama sama" Jawab raskal tersenyum ramah.
"Oh iya tante, anya kemana?" Tanya raskal menatap nia.
"Anya sudah tidur nak" Jawab nia.
°°°°
Seperti biasanya, Julia dan tiara menghabiskan waktu istirahat nya di kantin untuk mengisi perut nya. Kedua cewek itu tampak asik berbincang dengan menyantap makanan nya.
"Kayak nya semakin hari hubungan lo sama raskal makin deket aja" Kata tiara melirik julia.
Julia tersedak siomay di dalam mulut nya. Buru buru julia meraih minuman nya dan segera menenggak nya sampai habis.
"Kenapa? Apa gue salah ngomong?" Tanya tiara menatap bingung julia.
"Apaan sih lo. Gue sama raskal biasa aja kok, nggak ada apa apa" Ujar julia gugup.
Tiara menyeringai melihat ekspresi gugup julia.
"Perasaan gue nggak nanya lo ada hubungan apa deh sama raskal?" Kata tiara.
Julia mendelik mendengar nya. Apa yang di katakan tiara memang benar. Tiara tidak menanyakan tentang hubungan nya dengan raskal. Tiara hanya sedikit menyinggung nya.
"Ap apa sih lo ra" Balas julia manyun.
"Iya deh,, masih rahasia" Ledek tiara membentuk huruf V dengan jari tengah dan jari telunjuk nya dan menunjukan pada julia.
"Seru banget kayak nya" Kata raskal yang tiba tiba muncul di depan julia dan tiara.
Julia dan tiara mengangkat kepalanya. Keduanya menatap raskal yang berdiri dengan senyum mengembang di bibir nya.
"Panjang umur dia" Bisik tiara yang dapat dengan jelas di dengar oleh julia.
"Gue boleh gabung nggak nih?" Tanya raskal.
"Oh boleh. Boleh banget" Jawab tiara tersenyum.
Julia hanya diam. Namun cewek itu menampilkan senyum manis nya saat raskal duduk di antara nya dan tiara.
Dari meja yang berbeda natalie melihat nya. Tangan nya mengepal saat melihat raskal tertawa bersama julia dan tiara. Natalie menatap tajam pada julia yang terlihat tampak begitu bahagia.
Sejak kehadiran julia raskal memang jauh berbeda dengan dulu. Raskal terlihat lebih ceria. Yang lebih membuat natalie geram adalah raskal yang seperti mulai menjauhi nya. Bahkan cowok itu sangat susah untuk di temui sekarang.
"Beruntung banget ya jadi julia?" Ujar seorang cewek berambut pirang yang meja nya berada tepat di samping meja natalie.
__ADS_1
"Iyah, gue juga mau dong jadi julia" Timpal teman nya.
Natalie bangkit dari duduk nya. Natalie bahkan sama sekali tidak menyentuh makanan dan minuman yang di belinya. Natalie benar benar merasa muak hanya dengan mendengar nama julia saja.
Gue nggak bakal biarin lo menang dari gue cewek miskin.
___
Julia sedang menata beberapa bunga di dekat dinding kaca saat oma raskal memanggil nya. Dengan cepat julia menghampiri oma raskal yang berada di meja nya.
"Julia, tolong kamu antar pesanan ini ya. Dan ini alamat nya" Ujar oma raskal menyerahkan sebuket bunga mawar merah pada julia dengan secarik kertas berisikan alamat si pemesan.
"Baik oma" Jawab julia tersenyum.
Julia berpamitan pada oma raskal. Dengan langkah mantap julia melewati deretan bunga bunga di sekeliling nya. Julia melangkah melewati raskal yang juga sedang menata buketan bunga hasil rangkaian omanya.
"Mau kemana jul?" Tanya raskal menatap julia.
"Nganterin bunga" Jawab julia tersenyum.
"Gue ikut. Bentar gue ambil kunci motor dulu" Julia mengangguk pelan. Julia tau raskal tidak akan menerima penolakan.
Julia melangkah keluar dari toko sembari menunggu raskal mengambil kunci motor nya. Julia melihat secarik kertas yang di berikan oma raskal tadi.
Begitu mengetahui alamat itu julia terdiam. Julia tidak menyangka akan mengirim bunga ke alamat yang dulu menjadi alamat nya.
"Kita kemana?" Pertanyaan raskal membuat julia menatap nya.
Julia tersenyum tipis kemudian menunjukan alamat yang akan di tujunya bersama raskal.
"Wah jauh juga yah" Kata raskal.
Julia hanya diam. Julia benar benar tidak tau harus bagaimana sekarang.
Sepanjang perjalanan julia terus terdiam. Julia juga selalu menanggapi dengan singkat obrolan yang di mulai oleh raskal. Julia masih tidak percaya akan kembali menginjakan kakinya di tempat nya dulu. Jika julia dulu menginjakan kaki sebagai anak pemilik kini julia hanya menginjakan kaki di tempat itu sebagai pengantar bunga.
Setelah 30 menit perjalanan akhir nya motor raskal berhenti di depan sebuah gerbang tinggi berwarna hitam. Raskal membuka helm yang di pakai nya. Cowok itu menatap rumah mewah di depan nya.
"Dulu ini rumah gue" Kata julia tanpa sadar.
Raskal yang terkejut pun segera menolehkan kepalanya cepat. Raskal menatap julia yang terdiam dengan wajah murung di samping motor nya.
"Lo bilang apa jul?" Sebenar nya raskal mendengar dengan jelas. Raskal hanya ingin memastikan apa yang di maksud julia.
Julia tidak menjawab. Dia hanya menggelengkan kepalanya dengan wajah murung. Julia segera memencet bel yang berada di samping kanan tembok berwarna hitam itu dalam diam.
__ADS_1
Rumah julia?
Apa maksud nya?