Rahasia Hati

Rahasia Hati
52


__ADS_3

Julia menghela nafas menatap lenganya yang sudah di balut rapi oleh perban. Sebenar nya lukanya tidak terlalu parah. Tapi perban itu bahkan hampir menutupi seluruh lengan sebelah kanan nya.


Gue rasa ini terlalu berlebihan.


"Julia." Panggil raskal pelan.


Julia mengalihkan perhatian nya dari lengan nya pada raskal yang duduk tepat di samping nya.


"Yah.." Saut nya tersenyum menatap raskal.


Raskal terdiam sesaat. Sepertinya cowok itu sedang menikmati senyuman manis julia yang memang jarang sekali di perlihatkan kepadanya dulu.


"Oh iya. Lo kenapa bisa ada disini?" Tanya julia.


"Tadi ada orang yang nelpon gue pake hp nya kak natalie dan ngasih tau alamat rumah sakit ini." Jawab raskal tersenyum.


Julia menganggukan kepalanya. Padahal julia sempat berpikir jika raskal hanya kebetulan lewat saja dan melihat nya. Tapi ternyata raskal datang memang sengaja karna mendengar natalie kecelakaan. Dan itu artinya raskal berada di sana untuk natalie.


Julia menghembuskan nafas nya lewat mulut. Ada sesuatu yang membuat nya tidak nyaman.


"Sebenar nya apa yang terjadi jul?" Tanya raskal menatap julia dengan wajah sendu.


"Lo bahkan sampe luka luka gituh." Tambah nya menatap lengan julia yang di balut oleh kasa.


Julia tersenyum menatap lengan nya. Meskipun lengan nya terluka, tapi julia merasa itu bukan masalah karna dia bisa menyelamatkan natalie dan tasya dari dalam mobil yang akhir nya meledak itu.


"Gue juga nggak tau. Pas gue lagi di tepi jalan tiba tiba mobil kak natalie nabrak pohon besar di tepi jalan."


Raskal mengeryit bingung. Natalie sudah bisa mengemudikan mobil sejak masih duduk di bangku SMP. Rasanya aneh sekali jika natalie tiba tiba menabrak pohon besar di pinggir jalan tanpa sebab.


“Apa jalanan nya ramai?" Tanya raskal penasaran.

__ADS_1


"Nggak. Jalanan nya sepi. Bahkan sampe gue teriak minta tolong aja nggak ada yang denger." Jawab julia jujur.


"Makanya gue nekad mecahin kaca mobil kak natalie biar bisa ngeluarin kak natalie sama kak tasya." Tambah cewek itu.


Raskal benar benar merasa janggal dengan kecelakaan mobil natalie.


Cowok itu menghela nafas kemudian meraih tangan julia dan menggenggam nya lembut.


"Lain kali lo jangan lagi lakuin hal berbahaya seperti tadi. Gue takut lo kenapa napa." Katanya.


Julia terdiam. Genggaman tangan raskal membuat perasaan nya senang. Terasa hangat di dalam hatinya melihat dan merasakan tangan lembut cowok itu menggenggam tangan nya.


"Raskal."


Panggilan seseorang yang berlari di koridor rumah sakit membuat raskal melepaskan genggaman tangan nya. Cowok itu langsung berdiri begitu melihat sepasang suami istri mendekat ke arah nya dan julia.


"Bagaimana keadaan natalie?" Tanya laki laki berjas hitam dengan wajah panik menatap raskal.


Dengan pelan julia ikut berdiri. Julia menebak mungkin kedua orang yang berada di depan nya dan raskal adalah orang tua natalie.


"Raskal nggak tau om, tante. Tapi kak natalie sedang di tangani oleh dokter di ruang UGD." Jawab raskal.


Tanpa bertanya lagi pada raskal, sepasang suami istri itu segera berlalu dengan sangat terburu buru.


"Mereka orang tuanya kak natalie?" Tanya julia menatap punggung kedua orang tersebut.


"Iya." Jawab raskal singkat.


Julia menganggukan kepalanya mengerti.


"Lo gue anter pulang yah.." Kata raskal menoleh pada julia yang berdiri di samping nya.

__ADS_1


"Tapi kak natalie gimana?" Tanya julia menatap cowok ganteng itu.


Raskal tersenyum mendengar nya. Cowok ganteng itu meraih kembali tangan kiri julia dimana masih melingkar dengan manis gelang pemberian nya di pergelangan tangan cewek itu.


"Untuk saat ini gue yakin lo jauh lebih ngebutuhin gue dari pada kak natalie.." Senyum cowok itu menatap wajah manis julia.


Julia tersenyum manis mendengar nya. Cewek itu menunduk menatap tangan besar raskal yang menggandeng tangan nya.


Raskal melangkahkan kakinya pelan di koridor rumah sakit dengan terus menggandeng tangan julia.


Ya ampun.... jantung gue rasanya mau melompat keluar.


Raskal mengantar julia pulang menggunakan motor gede nya. Cowok itu terus terdiam dengan senyuman manis yang terus mengembang di bibir nya.


Julia, andai lo tau betapa senang nya gue setiap sama lo.


Tidak ada obrolan sepanjang perjalanan menuju rumah julia. Raskal terus fokus dengan jalanan di depan nya dan julia sibuk menenangkan detak jantung nya.


Ketika melewati jalan tempat mobil natalie kecelakaan julia meminta raskal menghentikan motor nya. Cewek itu tersenyum menatap sepedanya yang masih berada di tempat dia meninggalkan nya lengkap dengan keranjang bekas wadah baju langganan bunda nya.


"Kenapa jul?" Tanya raskal membuka helm nya menatap julia bingung.


"Sepeda gue disini." Jawab julia.


"Terus?"


"Gue pulang pake sepeda aja. Lo bisa pulang kok. Gue baik baik aja. Lagian udah deket ini." Kata julia kemudian melangkah menuju sepedanya yang berada di tepi jalan.


Raskal menghela nafas. Cowok itu kembali mengenakan helm nya kemudian melajukan pelan motor nya menghampiri julia yang sudah akan menaiki sepedanya.


"Kenapa?" Tanya julia bingung.

__ADS_1


"Gue nggak bakal biarin lo pulang sendirian."


__ADS_2