
WARNING
Ada adegan 21++ mohon bijak dalam membaca sesuaikan dengan umur dan terima kasih.
*******
Ruangan room karaoke terkesan remang karena beberapa lampu dimatikan. Dua pasang manusia sudah agak mabuk karena pengaruh minuman beralkohol. Gadis berbaju merah pasangan Kak Arya seperti sudah terlalu banyak minum hingga dia menarik Kak Arya keluar karena sangat ingin bercinta dan Kak Arya menurut dengan senang hati.
Pasangan yang satunya lagi adalah Miko dan seorang gadis karaoke lainnya. Gadis itu merayu Miko agar mengikuti Arya untuk bercinta tapi Miko menolak dengan alasan malas. Dia malah menyandarkan badannya di sofa sambil mendengarkan lagu di putar.
"Nyanyikan lagu melow saja suasana hatiku sedang tidak baik," ujarnya sambil memberikan beberapa lembar uang ratusan ribu kemudian memejamkan mata.
Gadis itu mulai menyanyi sesuai suruhan Miko dengan baik sambil menengok Miko yang masih bersandar masih memejamkan mata seperti ada sesuatu yang dipikirkannya. Setelah empat lagu gadis itu menghentikan bernyanyi dan memandang Miko sambil memeluknya.
"Ayolah... masa mau disini, kamu tidak kangen aku, dua tahun tidak bertemu cuma begini reaksinya."
Gadis itu merajuk pada Miko yang tidak mau menuruti kemauannya. Padahal dua tahun yang lalu mereka sangat dekat saat Miko belum pindah ke Pontianak karena mutasi.
"Jangan coba main perasaan, aku bukan orang yang bisa tinggal di satu hati," ujar Miko sambil mengambil gelas bir di depannya dan meminumnya sampai habis.
Gadis itu lalu mendekati Miko dan duduk di pangkuan dan mengalungkan tangannya ke leher Miko. Miko cuma tersenyum seakan-akan mengizinkan gadis itu melakukan apa saja padanya.
"I miss you," bisik gadis itu sambil mencium pipi Miko dengan mesra.
"Too."
Mereka mulai berciuman dari perlahan hingga agak panas. Miko bahkan membuka bagian atas dress ketat hingga kelihatan bagian dada yang menyembul keluar dengan mudah Miko menjelajahi bagian itu dan membuat gadis itu mengeluarkan suara des*han lembut.
Mereka bergumul tanpa perduli dengan keadaan sekitar. Kemeja Miko sudah terbuka seluruh kancingnya karena tangan gadis itu. Dress gadis itu juga sudah terlihat tidak karuan karena tangan Miko sudah bermain di bagian paha.
"Kita teruskan di hotel," rengek gadis itu pada Miko.
Miko tidak menghiraukan rengekan dia masih asyik menjelajahi tubuh di depannya masih dengan bibir yang bartaut membuat susana semakin panas. Lagu yang diputar yang menghentak semakin membuat suasana semakin menggila.
Saking asyiknya mereka hingga tidak merasa kalau pintu room terbuka dan aku melihat semua pemandangan yang tidak aku percaya. Miko tersentak ketika melihatku berdiri di depan pintu dengan wajah pucat pasi karena sangat terkejut.
Miko mendorong gadis itu menjauh darinya dan berusaha membenahi kancing kemeja. Dia terlihat sangat tidak percaya bahwa aku yang datang karena di situ pelayan tidak boleh masuk ke ruangan kecuali dipanggil pelanggan. Miko mencoba bicara padaku sambil memperbaiki kancing dan letak kemejanya.
"Kia..kita bicara," katanya berusaha menahanku yang sudah ingin keluar dari pintu room.
*******
__ADS_1
Aku segara berlari keluar dari room dan bergegas menuju lift yang ada di lantai itu untuk segera pergi menjauh dari Miko. Sebuah pukulan hebat menghantam hatiku saat itu dan membuatnya berdarah kembali karena melihat kelakuan Miko.
Aku menuruni tangga utama hotel dengan cepat sambil menangis karena sekarang rasa yang kurasakan sama seperti ketika aku melihat Bimo di depan rumah mantan istrinya dulu saat aku memutuskan menyerah atas hubungan kami.
Ini lebih parah lagi karena aku jadi penonton yang melihat adegan syur Miko dengan seorang gadis. Aku benar-benar shock melihat mereka yang sudah setengah telanjang bahkan tinggal selangkah lagi mereka akan full bercinta.
"Dasar laki-laki br*ngs*k!"
Tidak percaya mereka sanggup melakukan itu ditempat yang setiap orang bisa masuk. Aku jadi bertanya se-bejad itukah sekarang fungsi tempat hiburan belakangan ini.
"Manusia tidak tahu malu."
Setelah berada di luar aku langsung berlari menuju mobil dan berusaha pergi meninggalkan Miko yang mengejarku. Dia terlihat berlari menggedor pintu lift tadi tapi aku dengan cepat menekan tombol close dan sekarang dia pasti sedang menuju kesini.
*********
Saat aku membuka pintu mobil tiba-tiba seseorang menarik tanganku dan menghalangi saat aku mau masuk dengan kaki. Dia Miko, dia bahkan kembali menutup pintu mobil supaya aku jangan lari.
"Jangan sentuh aku dengan tangan kamu yang kotor," teriakku histeris sambil melemparkan amplop yang di berikan Heri ke wajahnya.
Miko cuma diam masih memegang tanganku rupanya dia tahu bagaimana sifatku kalau sedang marah. Hingga dia tidak bicara sepatah kata hanya memandangku yang masih menangis karena marah.
"Ternyata darah lebih kental dari air, kalian semua sama kelakuan Papa kamu yang suka main perempuan menyebabkan keluargaku tidak suka, Bimo saudara kamu meninggalkan aku dan menikah dengan orang lain dan kamu...Miko suka bermain dengan wanita nakal serta tidak bisa hidup tanpa satu wanita."
"Jangan berani membawa nama orang-orang yang sudah mati, mereka tidak ada hubungannya dengan peristiwa ini," desisnya terlihat kesal.
"Kenapa sikapmu aneh, bukankah kamu pernah bilang akan tetap mempertahankan hatimu untuk Bimo kalau itu yang kamu inginkan jadi lakukan sampai akhir, kalau mau keluar dari bayangan Bimo buka hatimu lebar-lebar untuk siapa saja jangan di tahan atau berusaha menolaknya."
Miko berteriak di depanku sambil memandangku dengan sinis. Aku langsung marah dan mencoba menampar wajahnya tapi dengan gesit Miko menangkap tanganku. Aku berteriak histeris sambil mengumpat kepadanya.
"Lepaskan aku! Kalian semua baj*ngan."
Aku berteriak sambil menangis karena sekarang aku menyesal Miko telah mencium bibirku saat itu. Aku semakin kesal memikirkan mengapa perasaanku hanya berada dalam lingkaran keluarga Bimo yang telah menyakiti hatiku sedemikian rupa. Walaupun Bimo akhirnya berkorban untukku tapi dia juga pernah menorehkan luka yang sangat dalam hingga meninggalkan trauma yang mendalam.
Dan sekarang Miko yang juga adalah saudara Bimo, aku benar-benar harus mencuci otakku agar bisa menjauh dari mereka. Aku tidak mau merasakan sakit lagi itulah mengapa aku masih sendiri sekarang dan ketika Miko menyentuh sedikit rasa di hatiku jujur agak terlena juga. Tapi kenyataannya sekarang belum memulai saja aku sudah merasakan sakit dengan kelakuan Miko.
Aku benar-benar sangat marah sekarang sampai aku ingin memukulnya. Dia berani sekali berbuat mesum didepanku aku membenci dia itulah yang kurasakan sekarang. Miko mengambil amplop yang kulontarkan dan mencoba menenangkan aku yang kalap.
Bukannya makin tenang aku makin kesal melihat sikapnya yang seperti masa bodoh dan tidak terjadi apa-apa.
"Masuk ke mobil, malu dilihat orang."
__ADS_1
Miko langsung menggendong aku masuk dalam mobil karena ada beberapa orang yang melihat kami sedang bertengkar di tempat parkir. Bahkan Satpam hotel terlihat ingin menghampiri kami tapi dengan cepat Miko mengangkat tangannya seakan semua baik-baik saja.
"Kita bicara dan akan kuceritakan semua tanpa tertinggal satu-pun, berjanji jangan sampai pingsan," katanya sambil membawa mobilku keluar dari parkir hotel.
********
Mobil perlahan melaju di jalan menuju ke arah Pelabuhan kapal yang lokasinya tidak jauh dari hotel. Dalam perjalanan aku membuang mukaku tidak ingin memandang Miko hanya melihat keluar jendela. Miko dian saja sepertinya tidak ingin mengganggu karena aku sedang marah.
Mobil sampai dan berhenti di sebuah taman yang terhubung langsung dengan pelabuhan jadi kami bisa melihat laut walaupun hanya berada di taman. Terlihat beberapa kapal barang sedang bongkar karena yang ada disini adalah
pelabuhan khusus barang.
Miko turun dari mobil dia kemudian berdiri di depan pagar pembatas taman sambil melihat ke laut. Aku masih di mobil bermaksud keluar juga setelah bisa mengendalikan rasa marah dan kesal ku pada Miko. Aku membuka kulkas kecil berisi minuman kaleng kemudian keluar menyusul Miko yang masih berdiri menghadap ke laut.
"Aku suka memandang laut karena dulu kukira orang mati akan tinggal dilaut, saat kecil tetangga kami orang Hindu dia meninggal dan abu mayatnya disebar ke laut."
Miko memandangku dan mengambil minuman kaleng yang kuberikan. Dia tersenyum melihatku yang masih tidak mau menatap mukanya dan diam tidak berkata apa-pun.
"Kalau marah padaku marah saja, berteriak atau maki aku tapi jangan bawa Ayah dan Kakakku yang sudah meninggal."
Miko menatapku seakan menegaskan jangan membawa Ayahnya dan Bimo lagi tentang peristiwa tadi karena mereka memang tidak ada hubungan dengan masalah ini.
"Aku membenci Bimo selama lima belas tahun, karena dia memiliki apapun yang aku inginkan saat itu. Dia memiliki motor mahal, uang yang cukup berlebihan dan Coklat pacar yang baik. Tapi belakangan aku baru tahu bahwa Bimo tidak pernah di sayang Ayah kami, aku bahkan sering dipeluk waktu kecil sedangkan Bimo tidak pernah. Apa yang dimiliki Bimo tidak bisa kumiliki saat itu dan apa yang kudapatkan tidak bisa Bimo dapatkan."
Miko menjelaskan semua padaku tapi aku hanya mendengarkan tanpa menimpali perkataannya. Miko lalu memgambil minuman kaleng punyaku dan menyerahkan minuman kalengnya.
"Aku mau yang ini," katanya sambil meminum habis semuanya.
"Kita ciuman lagi, aku minum bekas bibirmu," candanya sambil tertawa.
"Jangan mencoba menggodaku," sungut ku sambil melotot padanya.
"Bicara sekarang tentang semuanya kamu sudah berjanji padaku tadi, jangan coba mengelak lagi," ancam ku.
Miko memandang wajahku dengan sendu dan kemudian menghembuskan napasnya. Dia seperti mencoba memikirkan kata-kata yang akan keluar dari mulutnya.
"Aku saksi mata kejahatan Papa-mu yang berniat membuat Bimo celaka. Aku melihat bagaimana Papa-mu mencoba menabrak Bimo dengan mobil perusahaan yang besar bukan hanya sekali tapi dua kali saat kami bisa menghindari. Aku juga korban dari kejahatan Papa-mu hingga membuat aku gegar otak kecil dan trauma muntah selama satu tahun."
*********
**Kenyataan yang terjadi pada Bimo dan Miko yang menjadi korban kejahatan Papa-nya ternyata membuat Kia sangat shock. Apa yang terjadi pada Kia setelah itu? Ada di episode mendatang.
__ADS_1
**Jangan lupa dukung penulis dengan rate 5 vote like dan komen, tinggalkan jejak supaya saya bisa feedback.
**Selamat membaca dan terima kasih buat pembaca karya saya.