Rahasia Hati

Rahasia Hati
22


__ADS_3

Julia melambaikan tanganya saat motor rendy berlalu. Setelah motor rendy menghilang di balik tikungan yang berjarak beberapa meter dari gerbang sekolah nya julia pun memutar tubuh nya dan melangkah memasuki halaman luas sekolah nya.


Cewek itu menghela nafas sembari melangkah. Tangan kirinya memijat pelan pelipis nya. Julia merasakan sedikit nyeri di kepala sejak bangun pagi ini. Nia sudah melarang nya untuk masuk sekolah namun julia menolak nya. Itu karna Julia tidak ingin melewatkan materi pelajaran nya.


Julia berhenti melangkah saat sampai di koridor. Cewek itu menyenderkan tubuh nya di tembok. Kedua matanya terpejam sesaat kemudian membuka kembali.


"Julia" Suara raskal membuat julia menoleh. Julia tersenyum dan menegakkan kembali badanya.


"Lo kenapa?" Tanya raskal menatap wajah julia yang sedikit pucat pagi ini.


Tatapan cemas terlihat jelas di wajah ganteng cowok itu saat menatap wajah julia.


"Gue nggak papa kok" Jawab julia memperlihatkan senyum nya. Julia berusaha memperlihatkan bahwa dirinya baik baik saja di depan raskal.


"Tapi wajah lo pucat" Raskal semakin terlihat cemas melihat senyum yang di paksakan julia.


"Tapi..


"Raskal" Suara natalie membuat ucapan raskal terhenti. Sontak julia juga raskal langsung menoleh ke arah sumber suara.


Sekitar 4 meter dari tempat raskal dan julia berdiri natalie berada. Cewek berambut lurus dengan kaca mata min yang selalu bertengger di hidung mancung nya itu tersenyum manis menatap raskal. Hanya raskal dan tidak sama sekali pada julia.


"Ya udah. Gue duluan ya kal" Ujar julia memilih berlalu. Julia tau natalie akan mengabaikan nya. Selain itu julia juga merasa tidak nyaman jika melihat kedekatan natalie juga raskal. Meskipun julia jelas sangat tau jika natalie yang terus terusan mendekati raskal.


Raskal tidak berkata apa apa saat julia meninggalkan nya. Cowok itu hanya menghela nafas dengan tatapan sendunya melihat punggung julia yang semakin menjauhi nya.


Gue tau lo tidak sedang baik baik aja jul. Tapi kenapa lo mesti bohong sama gue?


"Lagi liatin siapa sih?" Raskal menoleh dan mendapati natalie sudah berdiri di samping nya.


"Ah, enggak kok kak" Jawab nya singkat.


Natalie menganggukan kepala. Sebenar nya natalie tau siapa yang sedang di tatap raskal. Hanya saja natalie merasa malas jika harus menyinggung nya. Natalie hanya ingin raskal melihat nya.


"Bareng yuk?" Ajak natalie sambil membenarkan letak kaca matanya yang sedikit turun.


Raskal hanya menganggukan kepalanya. Cowok itu terlihat sangat tidak tenang karna keadaan julia pagi ini.


___


Tiara menatap sendu julia yang menelungkupkan kepalanya di antara dua tangan nya. Sejak masuk kelas pagi ini julia memang tidak terlihat semangat seperti biasanya. Tidak hanya itu saja. Yang membuat tiara khawatir adalah wajah pucat julia. Saat jam pelajaran pertama berlangsung pun julia tampak sesekali menguap menahan kantuk.

__ADS_1


"Jul. Lo mau gue beliin sesuatu?" Tanya tiara menyentuh pundak julia.


"Nggak usah ra. Lo kalo mau ke kantin nggak papa. Gue cuma pengin tidur sebentar" Jawab julia dengan suara serak nya.


Tiara menghela nafas.


Tidak biasanya julia seperti ini.


"Kalo lo nggak enak badan lo gue anterin pulang sekarang" Kata tiara perhatian.


"Gue baik baik aja ra." Jawab julia bohong.


"Kalo nggak mau pulang. Ke UKS aja yuk?" Tiara terus mencoba membujuk sahabat nya itu.


Julia mengangkat kepalanya. Kedua matanya sedikit tertutup. Julia menampilkan senyuman nya menatap tiara.


"Enggak tiara. Lo tenang aja. Gue nggak papa kok" Tolak julia halus.


Tiara menghela nafas lagi. Sangat susah membujuk julia kali ini.


"Ck. Ya udah gue ke kantin dulu bentar. Lo jangan kemana mana" Sebal tiara bangkit dari duduk nya.


Julia mengacungkan jempol nya pada tiara.


"Siap boss" Katanya.


Setelah tiara berlalu julia kembali menelungkupkan kepalanya di atas meja. Rasa nyeri di kepalanya masih terasa bahkan semakin parah.


Suasana hening di kelas membuat julia merasa tenang. Meskipun rasa nyeri di kepalanya terus terasa.


Julia kembali mencoba memejamkan kedua matanya.


Huh. Pagi ini rasanya kepala gue mau pecah. Sakit banget. Di tambah mata gue yang kayanya pengin terus gue pejamin.


Semua ini karna semalam gue kurang tidur. Mungkin karna terlalu serius membaca ringkasan materi di buku yang di berikan raskal semalam, membuat gue lupa waktu sampai larut.


Tapi nggak apa. Berkat buku itu belajar gue semakin mudah.


____


Raskal mengeryit saat melihat tiara datang seorang diri ke kantin. Cowok itu masih kepikiran dengan keadaan julia pagi tadi sehingga memutuskan untuk menunggu julia di kantin.

__ADS_1


Merasa penasaran sekaligus khawatir raskal pun mendekati tiara yang sedang membeli makanan untuk menanyakan julia.


"Tiara" Tiara menoleh ke arah raskal yang berdiri di samping nya.


"Julia mana?" Tanya raskal tanpa basa basi.


Tiara menghela nafas.


"Kebetulan banget. Gue mau minta tolong boleh?" Tanya tiara tidak menjawab pertanyaan raskal.


"Minta tolong apa?" Tanya raskal bingung.


"Lo ke kelas gue dong. Tolong temenin julia sebentar aja. Gue laper banget nih" Jawab tiara menatap raskal.


"Julia kenapa? Dia baik baik aja kan?" Ke khawatiran raskal semakin bertambah mendengar ucapan tiara.


"Duh gimana ya? Mending lo ke sana aja deh" Ujar tiara.


Raskal berdecak.


Cowok itu segera berlalu dengan cepat menuju kelas julia. Raskal tau sejak pagi julia memang tidak baik baik saja.


"Eh kal. Mau kemana?" Tanya natalie saat berpapasan dengan raskal yang tampak terburu buru.


"Sorry kak. Gue ada urusan" Singkat raskal berlalu begitu saja.


Natalie hendak membuka kembali mulut nya untuk bertanya namun raskal tetap melewatinya begitu saja. Tidak biasanya raskal mengabaikan nya seperti ini.


Merasa penasaran natalie pun mengikuti langkah raskal. Natalie mengeryit ketika melihat raskal memasuki kelas yang natalie tau bukan kelas raskal. Natalie manatap papan berbentuk persegi panjang yang berada di atas pintu kelas tersebut.


"Kelas 12G?" Gumam natalie bingung.


Natalie hendak melangkah kan kakinya kembali saat melihat raskal muncul dengan seorang cewek di gendongan nya. Langkah raskal begitu sangat terburu buru. Kecemasan sangat jelas terlihat di wajah cowok itu. Kedua mata natalie memicing tidak suka melihat cewek itu ternyata adalah julia.


"Eh. Raskal nggendong siapa tuh?" Tanya seorang cewek yang berada tepat di belakang natalie kepada teman nya.


"Ya ampun. Itu kan si murid baru itu. Kok sampe segitunya" Tambah cewek itu lagi.


"Duh seneng nya. Gue mau juga dong di gendong raskal" Kata cewek satunya lagi.


Natalie mengepalkan tangan nya mendengar ocehan beberapa cewek di belakang nya. Dengan sebal natalie berlalu. Dia benar benar sangat tidak suka dengan apa yang baru saja di lihat nya.

__ADS_1


__ADS_2