Rahasia Hati

Rahasia Hati
20


__ADS_3

Julia tersenyum melihat raskal yang sedang merapikan beberapa tangkai bunga. Cowok itu selalu membantunya tanpa syarat. Seperti hari ini misalnya.


Ternyata gue salah saat itu.


Gue pikir raskal hanya cowok keppo yang selalu ingin ikut campur urusan orang lain. Tapi ternyata raskal memang cowok yang baik. Tidak heran jika banyak yang suka sama dia. Mulai dari kakak kelas hingga adik kelas.


"Rajin banget sih"


Julia mengerutkan kening nya melihat natalie yang tiba tiba saja sudah berada di samping raskal. Natalie tersenyum manis menatap raskal yang tertawa renyah.


"Kakak bisa aja" Tawa raskal.


Natalie ikut tertawa. Cewek itu menutup mulut nya saat tertawa di depan raskal.


"Kak natalie mau bunga?" Tanya raskal.


"kenapa? lo mau kasih gue bunga?" Natalie balik bertanya dengan senyum menggoda pada raskal.


"Haha maksud nya kakak mau beli bunga?" Raskal tertawa dan kembali bertanya. Kali ini dengan kata yang benar.


"Oh enggak. Gue cuma kebetulan lewat aja. Jadi mampir deh" Jawab natalie masih dengan senyuman manis nya.


Raskal menganggukan kepalanya mengerti.


Julia yang berada tidak jauh dari keduanya hanya diam. Apa yang di katakan tiara memang benar. Buktinya cewek kaca mata itu sama sekali tidak menyapa nya. Padahal posisi julia sangat jelas terlihat kecuali jika natalie memang buta karna raskal.


"Nyebelin banget" Gumam julia memutar bola matanya jengah.


"Eh ada natalie" Julia menolehkan sedikit kepalanya. Natalie tampak masih tersenyum. Cewek itu menyalimi oma raskal dengan sangat manis. Dan itu membuat julia merasa sangat mual hingga ingin memuntahkan apa yang ada di dalam perut nya.


Tidak mau mendengar suara sok manis natalie terlalu lama julia pun memilih berlalu.


___


"Tunggu sebentar pak. Saya ambilkan kembalian nya" Kata julia ramah.


"Tidak perlu. Ambil saja kembalian nya" Jawab seorang pria berjas hitam lengkap dengan dasi yang mengikat leher nya.


Setelah berkata demikian pria itu segera berlalu memasuki mobil nya dan melesat dengan cepat meninggalkan toko bunga oma raskal.


Julia terdiam.


Di tatap nya mobil yang sudah menjauh dari toko oma raskal itu bingung.


"Maksudnya gimana?" Gumam julia bingung sendiri.


Oma raskal yang melihat dari meja nya tersenyum. Perlahan wanita baya itu bangkit dan melangkah menghampiri julia yang masih mematung di ambang pintu toko.

__ADS_1


"Kenapa sayang?" Tanya oma raskal menyentuh lembut pundak julia.


Julia tersentak namun langsung bisa mengontrol keterkejutan nya.


"Ini oma. Orang tadi membeli bunga lily dan memberikan 300.000. Saat julia akan mengambil kembalian nya orang itu menolak dan mengatakan ambil saja kembalian nya" Jawab julia menjelaskan kebingungan nya.


Oma raskal tertawa mendengar nya.


"Kamu sungguh tidak tau maksud nya?" Tanya oma raskal masih tertawa.


Julia menggelengkan kepalanya. Raut kebingungan terlihat jelas di wajah nya membuat oma raskal tau julia sedang tidak berbohong.


"Baiklah. Sekarang kamu ambil kembalian nya" Suruh oma raskal.


Julia mengangguk. Dengan segera julia masuk ke dalam dan mengambil kembalianya.


Melihat julia yang berlalu oma raskal menggelengkan kepala dengan senyuman manis di bibir nya.


"Ini oma" Kata julia menyerahkan uang kembalian tadi pada oma raskal.


Oma raskal menggenggam tangan julia seraya tersenyum. Hal itu membuat julia semakin bingung.


"Ini namanya tips" Kata oma raskal lembut.


"Tips?" bingung julia.


"Begini. Saat ada orang yang mengatakan seperti orang tadi itu artinya kembalian itu untuk kamu. Hak kamu sayang" Jelas oma raskal.


Julia mengangguk pelan. Mungkin masih belum mengerti.


"Baiklah. Selamat bekerja"


Julia menatap oma raskal yang melangkah menuju mejanya. Wanita itu begitu baik dan penuh kasih sayang padanya. Perlahan seulas senyum terukir di bibir julia. Cewek itu melangkah memasuki toko untuk kembali menata beberapa bunga.


Jadi ini tips untuk gue?


____


Raskal menghentikan motor nya di halaman rumah julia. Cowok itu mematikan mesin motor dan julia pun segera turun dari boncengan raskal.


"Masuk dulu yuk?" Ajak julia.


"Lain kali aja yah. Gue masih ada urusan" Entah kenapa penolakan raskal membuat bayangan natalie muncul di depan julia. Tadi siang cewek kaca mata itu mampir dan mungkin saja raskal sudah ada janji dengan nya.


"Oh, ya udah" Ujar julia tersenyum paksa.


"Ini buat lo. Semangat yah" Julia mengeryit ketika raskal menyodorkan sebuah bingkisan berwarna putih kepadanya. Padahal cewek itu sempat berpikir jika bingkisan yang raskal gantung kan di bagian depan motor itu untuk omanya.

__ADS_1


"Buat gue?" Tanya julia menunjuk dirinya sendiri.


Raskal mengangguk dengan senyuman nya menunggu julia menerima bingkisan itu.


Meskipun ragu julia tetap menerima bingkisan tersebut.


"Em, makasih" Kata julia.


"Iya. Gue pulang yah" Raskal tersenyum sebelum mengenakan kembali helm nya.


Julia menganggukan kepalanya. Julia terus menatap motor raskal yang berlalu hingga akhir nya benar benar tidak lagi terlihat oleh pandangan nya.


Julia melangkahkan kaki menuju pintu utama rumah nya. Seulas senyum terukir di bibir julia saat melihat motor metik ayah nya sudah terparkir di depan pintu. Julia mempercepat langkah nya tidak sabar ingin segera bertemu dengan sang ayah, bunda juga adik nya.


Saat memasuki rumah nya julia mengeryit melihat anya yang sedang menangis di pelukan rendy. Julia segera menghampiri rendy yang duduk dengan memangku putri kecil nya. Jaket grab nya masih melekat di badan rendy menunjukan bahwa ayah dua anak itu pun belum lama memasuki rumah nya.


"Anya kenapa bunda?" Tanya julia saat menyalimi nia lalu bergantian menyalimi rendy.


"Anya marah sama kamu" Jawab nia menatap julia.


"Hah? Marah sama aku? Memang nya kenapa?" Bingung julia menatap anya yang menangis sesunggukan di pangkuan ayah nya.


"Tadi anya lihat kamu sama raskal. Anya sangat senang dan berharap raskal masuk dan bermain sama dia" Kata nia menatap anya.


"Anya juga nungguin kamu sama raskal saat ngobrol. Tapi begitu raskal pergi anya berlari masuk dan menangis. Dia bilang benci sama kamu" Sambung nia kembali menjelaskan.


Julia terdiam. Sungguh sangat tidak menyangka adik nya begitu sangat menyukai raskal.


Berlahan julia mendekati anya.


Di sentuh nya lengan anya lembut namun anya langsung menghindari sentuhan julia.


"Anya marah sama kakak?" Tanya julia lembut.


Julia melirik rendy yang menjadi tempat anya menumpahkan tangis nya.


Anya tidak menjawab. Justru anya semakin menghindari julia dengan mengeratkan pelukan nya pada sang ayah.


"Kakak minta maaf deh kalo kakak punya salah" Kata julia lagi.


Anya tetap menangis. Anak kecil itu malah semakin terisak. Sejujur nya julia merasa sangat aneh dengan tingkah adik nya. Seingat nya pagi tadi anya masih ceria seperti biasanya. Julia pun merasa tidak berbuat apa pun pada adik nya itu.


"Sudah sudah. Julia lebih baik kamu bersih kan diri kamu terus makan yah. Biar ayah bicara sama anya" Ujar rendy bijak.


Julia berdiri dari jongkok nya. Julia menatap nia yang mengangguk menyetujui ucapan rendy.


"Ya ayah" Katanya lemas kemudian berlalu.

__ADS_1


Nia menghela nafas.


Tidak hanya julia. Dirinya juga rendy pun merasa bingung dengan tingkah anya belakangan ini.


__ADS_2