Rahasia Hati

Rahasia Hati
36


__ADS_3

Tidak hanya jeweran di telinganya, raskal juga harus mengepel lantai toko bunga sebagai hukuman dari omanya. Cowok itu tidak membela diri, dia hanya pasrah menjalani hukuman yang di berikan omanya.


"Kamu bener nggak papa?" Tanya oma raskal menatap khawatir pada julia.


Julia menggelengkan kepala menjawab nya. Ingin sekali sebenar nya julia menjelaskan kenapa raskal membawa motor nya ngebut. Namun tiara terus di samping nya dan selalu memberi kode agar julia tidak menceritakan pada oma raskal.


Julia menoleh, cewek itu menghela nafas melihat tiara yang tampak menikmati pemandangan di depan nya dimana raskal sedang mengepel lantai.


"Oma gimana kabar nya?" Tanya julia menatap oma raskal.


"Kabar oma baik, kamu sendiri bagaimana?" Tanya balik oma raskal.


"Seperti yang oma lihat, julia baik baik saja" Ujar julia tersenyum.


Oma raskal mengangguk dengan senyum manis di bibir nya. Wanita baya itu menatap pada raskal yang masih sibuk mengepel lantai. Sesekali raskal menyeka peluh di kening nya. Cowok itu terlihat sangat kewalahan dengan hukuman yang di berikan oma nya.


Julia mengikuti arah pandang oma raskal. Dengan jelas julia dapat melihat ekspresi tidak tega di wajah wanita baya tersebut.


"Sebenar nya kami mau belajar oma" Kata julia.


Tiara menoleh cepat mendengar ucapan julia. Cewek itu hendak protes namun segera di tahan oleh julia dengan menggenggam tangan nya tanpa sepengetahuan oma raskal.


"Belajar?" Tanya oma menatap julia dan tiara secara bergantian.


Tiara menghela nafas.


Tiara terlihat sebal karna lagi lagi julia berpihak pada raskal.


"Iya, raskal mau ngajarin julia belajar seperti biasanya" Tiara mendelik, dia menyadari ada banyak yang tidak di ketahui nya tentang julia dan raskal.


"Baiklah kalo begitu" Kata oma raskal.


Oma raskal bangkit dari duduk nya. Wanita baya itu melangkah menjauh dari julia dan tiara untuk menghampiri cucu nya.


"Gue rasa ada banyak yang nggak gue tau" Kata tiara menatap julia curiga.


Julia mengeryit bingung membalas tatapan tiara.


"Maksud lo?" Tanya nya.


"Sedeket apa sih sebenar nya lo sama raskal? terus ada hubungan apa dan kenapa gue nggak pernah tau?" Tanya tiara serius.


Julia mengerjapkan matanya beberapa kali. Tidak pernah julia melihat wajah tiara yang begitu sangat serius seperti sekarang.


"Gue, gue nggak tau maksud lo apa" Jawab julia bingung.


Tiara memutar bola matanya jengah. cewek itu menghela nafas sebelum kembali menatap serius pada julia.


"Pokonya gue tunggu penjelasan lo" Kata tiara tegas.


"Udah siap?" Tanya raskal tersenyum menatap julia.


Tiara berdecak merasa muak melihat nya.


"Eh, emang nya lo nggak capek?" Tanya balik julia menatap raskal.

__ADS_1


Julia bangkit dari duduk nya menatap wajah penuh keringat raskal. Raskal terlihat sangat capek karna hukumanya.


Julia meraih tisu yang ada di meja kemudian tanpa sadar mengelap keringat yang menetes di pipi raskal.


Tiara yang melihat langsung di depan nya mendelik tidak percaya.


Berbeda dengan raskal yang mematung di tempat nya. Wajah manis julia begitu sangat dekat denganya membuat raskal merasakan detak jantung nya bekerja 2x lipat lebih cepat dari biasanya.


Raskal menatap wajah julia tanpa berkedip sekalipun. Raskal terlena dengan wajah manis julia yang selalu mampu membuat nya tersenyum saat memikirkan nya.


"Kacang kacang" Ujar tiara sengaja mengeraskan volume suaranya.


Sontak julia menyadari apa yang sedang di lakukanya pada raskal. Dengan cepat julia menarik tanganya dan mundur beberapa langkah untuk menjauh dari raskal.


"Eh, sorry" Kata julia tidak enak hati.


Julia merasa sangat malu pada tiara juga raskal.


Raskal tidak berkata apa apa. Cowok itu terlihat kikuk sendiri.


Sedangkan tiara justru merasa sangat di abaikan oleh kedua nya.


"Pacaran aja lo berdua sekalian" Ketus tiara.


Raskal menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal. Cowok itu menunduk dan diam diam tersenyum bahagia.


Dari meja nya oma raskal terkekeh melihat tingkah mereka bertiga. Wanita baya itu hanya menatap tanpa ingin ikut campur.


Raskal, julia juga tiara pun pamit pada oma raskal. Mereka kembali pada tujuan awal nya yaitu belajar bersama. Lebih tepat nya sih menemani julia belajar.


Raskal hanya pasrah saja.


Raskal tidak ingin lagi berdebat dengan tiara yang menurut nya berhati batu.


"Oma raskal pulang dulu" Kata raskal menghampiri dan menyalimi omanya.


"Iya, hati hati sayang" Balas oma raskal tersenyum.


Raskal tersenyum dan mengangguk sebelum berlalu menyusul julia dan tiara yang sudah lebih dulu keluar dari toko bunga.


Raskal menggelengkan kepala ketika mobil tiara sudah berlalu begitu saja tanpa menunggu nya. Raskal sungguh tidak pernah tau jika tiara bisa sekejam itu padanya.


Sabar kal, lo harus sabar.


Sekitar 5 menit perjalanan raskal sampai di halaman rumah nya. Tidak heran, karna memang kompleks rumah dan toko bunga milik omanya dekat.


Raskal turun dari motor dan melepaskan helm nya. Cowok itu tersenyum saat melihat julia dan tiara duduk di teras menunggu nya.


"Lelet banget sih lo" Semprot tiara.


Raskal menghela nafas.


Tiara benar benar sangat temperamental jika melihat nya.


"Iya sorry" Balas raskal menyabarkan diri.

__ADS_1


Julia yang melihat tiara begitu galak pada raskal hanya menggeleng saja. Tidak pernah sebelum nya tiara bersikap seperti itu.


"Yuk masuk" Ajak raskal.


Julia bangkit lebih dulu dari tiara. Julia mengikuti raskal tanpa menoleh pada tiara yang menatap nya horor.


Seperti sebelum nya, raskal begitu telaten menerangkan materi yang tidak di mengerti julia. Cowok itu begitu sabar membimbing julia. Raskal juga begitu sabar mendengar setiap perkataan tiara yang menyinggung nya. Raskal tau tiara bersikap seperti itu karna kesalahan nya pada julia.


"Jul, lo tau nggak? rumah gue dari sini tuh kalo di tempuh dengan jalan kaki nggak sampe 10 menit" Kata tiara menatap julia yang sedang mengerjakan soal yang di berikan raskal.


"Oh ya? kok gue baru tau" Balas julia menatap tiara.


"Gimana lo mau tau kalo lo aja nggak pernah main ke rumah gue. Lo lebih suka disini" Sengit tiara.


Julia menghela nafas.


Tiara terus saja seperti ini bahkan padanya.


"Lo kan tau ra, gue nggak punya banyak waktu buat main" Kata julia menatap tiara sendu.


Julia sangat berharap tiara akan luluh dengan mendengar alasan nya.


Julia tidak bohong.


Dia benar benar tidak seperti tiara yang mempunyai banyak waktu untuk bersantai.


"Lo juga tau kan gue harus kerja selain belajar?" Sambung julia masih menatap tiara.


Tiara berdecak. Cewek itu meraih buku tebal yang berada di meja tepat di samping julia dan membuka nya.


"Oke, gue ngerti" Katanya.


Julia tersenyum mendengar nya. Tiara benar benar luluh dengan ucapan nya.


Raskal muncul dari arah dapur dengan 3 gelas orange jus juga beberapa cemilan di atas nampan yang di bawanya. Cowok itu melangkah cepat menghampiri julia dan tiara yang duduk berlesehan di atas karpet berbulu di ruang keluarga nya.


"Minum dulu" Kata raskal.


Julia tersenyum menatap nya.


"Thank's" Balas nya.


Berbeda dengan tiara yang terus diam dengan wajah nya yang tertutup oleh buku yang di bacanya.


Raskal mencoba tidak perduli dengan sikap tiara dan lebih memilih memperhatikan julia.


"Masih ada yang nggak ngerti?" Tanya raskal perhatian.


"Untuk yang ini gue udah ngerti kok" Jawab julia tersenyum.


Raskal mengangguk mendengar nya.


Cowok itu terus menatap julia yang tampak sangat serius mengerjakan soal yang di berikan nya.


Gue pengin selalu begini.

__ADS_1


Gue pengin selalu bisa deket sama lo julia.


__ADS_2