
Dave sangat menyukai Cahaya dia sangat memuaskan Dave saat di ranjang. Mereka kini tinggal bersama. Dave dan temannya sudah seperti keluarga.
Malam tiba , seperti biasa Dave minum, judi dan disini Dave ada yang nantangin Judi. Mereka anak desa sebelah, mereka juga membawa senjata tajam. Dave dan teman - temannya tidak ingin bermain namun mereka menganggap remeh dengan ledekan mereka.
Mereka ada 3 orang yang bernama Bin, Pul, Pri
Bin : yuk main , lawan kita - kita
Pan : maaf kita lagi gak pengen main
Pri : cemen lo, asu kayak lo gak berani main, lo cuma jual barang lo disini berani?
Yudi : bro jangan nyari masalah disini
Dave : oke ayo kita main, gue gak takut sama anjing - anjing kayak lo
Pul : wah lo anak mana lo? Berani lo
Pan : Dave kita jangan cari perkara sama mereka
Dave : gak bisa dong mereka kasar
Yudi : Dave tenag , mending kita pergi
Tiba - tiba cahaya dateng bawa cemilan.
Cahaya : hai semua
Pan : cah lo pulang aja
Pul : eittt jangan dulu dong, gimana kalau nie cewek jadiin taruhan
Dave : anjing lo (memukul Pul)
Pul : asu mau lo apa ah?
Pan : udah - udah kita main sekarang taruhan Cahaya
Bin : gue suka nie yang gini
Cahaya : kok kalian tega sih , gue gak mau
Dave : sayang aku pasti menang, kamu ikut ya, harga diri kita nie
Cahaya : janji ya?
Dave : iya janji
Pul : eh udah dong jangan kayak bayi melow hidup lo
Yudi : oke kita mulai
__ADS_1
Mereka memulai permainan, permainan sangat sengit mereka main judi dan Cahaya sangat takut dengan nasib nya nanti. Dave dan teman - temannya kalah. Dave gak terima dia minta ulang, namun mereka gak mau.
Dave : lo curang, gue mau kita ulang
Pul : gak bisa dong, lo kalah ya kalah aja dong
Yudi : kok lo nyolot
Bin : lo nyolot , gue congkel mata lo (Bin mengeluarkan pisau dan menggores kaki Yudi
Pan : eh anjing lo, jangan gini dong, kekerasan
Pri : eh lo mau apa?
Cahaya : udah jangan bertengkar, Yudi sini aku obatin (memegang kaki yudi)
Yudi : gak apa cahaya , luka dikit (yudi langsung menghantam Bin sehingga mulutnya berdarah)
Dave : (menarik cahaya) lo pulang karang kasik tau tama
Cahaya : iya Dave
Pul : (menarik rambut cahaya sehingga terjatuh dan menyeretnya)
Cahaya : sakiiiiitttttttttttt ….. Dave …. Tolong …
Dave : (mengambil balok kayu memukul Pul) anjing looo
Pan : (menarik Cahaya) ayo kita pergi
Cahaya : iya Pan
Disisi Cahaya …. Pagi pun tiba ...
Pan : Cah, gimana keadaan lo?
Cahaya : gue baik - baik aja, tapi pipi gue akan membekas selamanya Pan (menangis)
Pan : sabar ya lo
Cahaya : Dave mana? Keadaaan dia gimana?
Pan : nanti gue kasik tau lo, mending lo pelang sekarang
Cahaya : iya kita pulang, gue pengen peluk Dave
Pan mengantar Cahaya pulang. Bin dan Pul kritis dilarikan kerumah sakit, polisi menjadikan Pri, Pan dan Yudi sebagai saksi. Dave sudah menjadi tersangka. Sesampai di rumah Cahaya. Cahaya bingung dirumahnya ramai. Adik cahaya menangis dan menghampiri Cahaya.
__ADS_1
Adik cahaya : kak, ibu bpk sudah gak ada
Cahaya : gak mungkin jangan bercanda dik
Adik cahaya : silahkan kakak lihat sendiri
Cahaya : (masuk kedalam dan shock melihat kedua orang tuanya sudah meninggal) tidakkkkkkkkkkk … ibuuuuu bapakkkkk siapa yang melakukan ini?
Polisi : teman anda Dave
Cahaya : gak … gak mungkin
Pan : sabar Cah, kita ikhlaskan saja
Cahaya : dimana Dave Pan?
Yudi : Dave kabur
Cahaya : ngga … ngga mungkin
Tama : Cah, maaf gue baru dateng
Cahaya : Tama kamu paling jujur, dimana Dave?
Tama : yang dibilang Yudi benar Cah
Cahaya : gak mungkin, kalian bohong semua
Pan : Cah sudah ikhlas kan saja
Cahaya : gue bersumpah gak bakal maafin Dave, dia sudah menghancurkan wajah ku bahkan membunuh keluarga ku, aku benci Dave ….
Yudi : udah Cah, jangan kayak gini kamu
Cahaya : gue nyesel kenal manusia gak jelas kayak dia
Tiba - tiba Cahay mual, Cahaya pergi ke kamar mandi, dia ingat dia belum datang bulan 2 bulan. Cahaya tambah marah dan menangis. Cahaya pergi meninggalkan keluarga nya yang berduka. Cahaya mencari dukun beranak yang bisa aborsi anak nya. Benar saja dia positif hamil, dia pun menggugurkannya, namun saat menggugurkan rahimnya ketarik sehingga pendarahan hebat. Cahaya pingsan. Dia sadar sore hari, dia gak bisa gerak, dia diberitahu rahimnya sudah tidak bisa memiliki anak lagi. Cahaya tambah terpukul dengan semua keadaan ini. Orang tua Cahaya sudah dimakam kan, adik Cahaya ikut di urus oleh Yudi. Cahaya belum juga pulang selama 3 hari. Cahaya bingung bagaimana dia melanjutkan hidup nya yang sudah hancur. Dia masih berpikir untum hidup dan membiayai adik nya yang masih kecil. Akhirnya Cahaya pulang menjemput adik nya di rumah Yudi. Cahaya berusaha bangkit lagi, namun dia dendam dengan Dave . Semua ini adalah kesalah pahaman.
Cahaya sangat membenci Dave, dia ingin membunuh Dave, sedangkan teman - teman Dave tidak pernah menjelaskan ke Cahaya apa sebenarnya terjadi. Mereka melupakan apa yang terjadi. Pan akhirnya pergi dari kota kelahirannya, dia merantau ke pulau kecil. Tama juga meninggalkan tempat kelahirannya dia juga merantau ke pulau kecil untuk kesuksesan nya. Cahaya berusaha menjual dagangan di depan rumahnya menggunakan ilmu agar laris. Cahaya menghidupi adiknya sendiri, bahkan wajah Cahaya yang hancur membuat tak ada yang mendekati nya. Keberadaan Dave tidak ada yang mengetahui. Dave bersembunyi. 1 tahun sudah berlalu, Dave akhirnya keluar dari persembunyian nya, dia juga pergi ke pulau Kecil untuk memulai hal baru berharap tidak ada yang mengenalnya sehingga dia bisa hidup lebih baik. Hal ini mengajarkan Dave tidak bisa hanya dengan emosi sesaat. Hal fatal lah yang akan diterima.
Pan merantau di pulau yang sama dengan Tama dan Dave namun mereka belum saling bertemu. Mereka langsung ke pusat kota dari pulau itu. Pulau ini sangat mudah mencari uang, karena disini belum terlalu penuh penduduk. Orang nya juga sangat ramah. Disini budaya mereka sangat kental dan merupakan dunia wisata suatu saat nanti.
^u^ Terima kasih sudah berkunjung dan membaca novel author "Rahasia Hati". Jangan sampai lupa like, berikan bintang, favorit, kritik dan saran di kolom komentar sangat ditunggu author. ^u^
Kunjungi juga novel lainnya berjudul :
** Perjuangan CInta**
*** Rissa dan Si Driver Ojol
Terima kasih banyak semua, dukungan kalian yang selalu author nanti.***
__ADS_1