Rahasia Hati

Rahasia Hati
23


__ADS_3

Gue nggak tau gue ada dimana. Seingat gue, gue tidur di kelas. Tapi sekarang gue terbangun di tempat yang berbeda. Dengan pelan gue coba bangit. Selimut putih menutupi kaki sampai perut gue. Beberapa botol obat serta peralatan kesehatan lainya tertata rapi di ruangan ini.


Gue tau sekarang gue dimana.


Suara pintu terbuka membuat gue sedikit kaget. Raskal muncul di sana dengan sebuah nampan dimana sebuah mangkok dengan segelas air putih berada di atas nya.


Raskal tersenyum menatap gue. Langkah nya begitu mantap menghampiri gue.


"Lo udah siuman" Kata raskal meletakan nampan yang di bawanya di atas lemari kecil yang tingginya hanya sebatas perut raskal. Lemari kecil berwarna putih itu berada tepat di samping bankar dimana julia berada.


Julia mengeryit mendengar nya. Sepertinya cewek itu benar benar tidak tau dengan apa yang di maksud raskal.


"Hh. Lo pingsan di kelas pas istirahat tadi" Ujar raskal menatap julia.


Raskal menarik sebuah kursi kemudian mendudukinya.


"Gue?" Tanya julia bak orang ling lung.


"Ya ialah elo. Siapa lagi? Masa gue" Jawab raskal mengerutkan kedua alis nya.


Julia nyengir melihat ekspresi wajah raskal yang begitu cepat berubah. Julia benar benar tidak tau. Seingat nya ia hanya tertidur di kelas kemudian bangun di tempat yang berbeda.


"Lo makan dulu. Abis itu minum obat" Kata raskal mengambil semangkuk bubur yang di bawanya.


Julia hanya diam. Cewek itu duduk seperti patung menatap raskal yang mulai mengaduk semangkuk bubur ayam di tanganya.


"Nih" Keterkejutan jelas terlihat di kedua mata julia yang sedikit membulat saat raskal menyodorkan sesendok bubur tepat di depan mulut nya.


"Buka mulut lo" Katanya.


"Eh. emm.. Gue bisa makan sendiri" Tolak julia tidak enak hati.


"Ck. Tinggal buka mulut aja apa susah nya sih?" Ekspresi wajah raskal tidak seperti biasanya. Nada suaranya pun sedikit ketus. Julia tidak bodoh. Julia sangat menyadari itu.


Meski ragu namun julia menurut. Cewek itu menerima suapan dari raskal.


Suap demi suap julia terima. Meskipun ekpresi wajah raskal tampak sangat sedang tidak bersahabat namun julia hanya diam. Julia merasa tidak harus tau tentang urusan raskal.


Julia sudah menghabiskan semangkuk bubur ayam yang di bawakan raskal. Julia juga sudah menenggak habis segelas air putih serta obat nya.


Sejujur nya julia memang sangat lapar.


"Lo kenapa bohong sama gue?" Pertanyaan raskal membuat julia mengerjapkan kedua matanya beberapa kali. Julia tidak tau dengan kata bohong yang di pertanyakan cowok itu.


"Maksud nya?" Tanya julia bingung.


Raskal menghela nafas. Cowok itu melengos memutuskan kontak matanya dengan julia.


"Lo bilang tadi pagi lo baik baik aja, padahal jelas jelas lo lagi kesakitan" Katanya.


Julia menundukan kepalanya. Julia tidak bermaksud untuk berbohong. Julia hanya tidak ingin terus terusan merepotkan raskal.


Suara pintu terbuka membuat julia mengangkat kepalanya. Dari balik pintu muncul tiara dengan natalie di belakang nya.

__ADS_1


"Syukurlah lo udah sadar. Gue khawatir banget tau" Kata tiara saat sampai di samping bankar. Tiara menggenggam tangan julia dengan kecemasan di wajah nya.


"Lo bikin gue hampir jantungan tau nggak" Katanya lagi.


Julia hanya tersenyum mendengar nya. Tidak hanya pada raskal julia berbohong tetapi juga pada tiara.


"Maaf deh" Ujar julia.


"Gimana? masih sakit?" Kali ini natalie bersuara. Natalie tersenyum menatap julia yang terduduk di bankar.


"Udah enggak kok kak. Makasih udah jenguk gue" Jawab julia tersenyum tipis.


Natalie mengangguk dengan manis nya. Sekilas natalie melirik raskal yang duduk di seberang nya. Posisi mereka terhalang oleh bankar dimana julia berada. Raskal hanya diam dengan melipat kedua tanganya. Siapapun yang melihat nya akan langsung tau bahwa cowok itu sedang kesal.


"Gue duluan" Ujar raskal bangkit dan berlalu keluar dari UKS begitu saja.


Julia hanya diam menatap nya begitu juga dengan tiara yang terlihat bertanya tanya.


"Dia kenapa?" Tanya tiara pada julia.


Julia hanya menggelengkan kepala. Julia tidak tau jika raskal akan marah hanya karna kebohongan kecil nya.


Tiara mengedikkan bahunya tidak perduli. Tiara mengambil alih kursi yang di duduki raskal tadi.


"Kalo gitu. Gue duluan yah" Ujar natalie tersenyum.


Julia mengangguk seraya tersenyum.


Berbeda dengan tiara yang terlihat jengah. Tiara tau natalie tidak bermaksud menjenguk julia. Natalie hanya ingin terlihat baik di depan raskal.


___


Raskal melangkah memasuki kelas nya dengan langkah lebar. Dengan perasaan kesal raskal mendudukan dirinya. Kebohongan kecil julia membuat nya benar benar kesal.


Sial !!


Lagi lagi gue bertingkah konyol di depan nya. Entah kenapa gue merasa sangat marah karna kebohongan julia. Untuk kedua kalinya julia berbohong sama gue. Meskipun kali pertamanya julia bohong pada oma. Tapi entah kenapa gue juga merasa di bohongi saat itu.


Gue bener bener nggak habis pikir sama dia. Kenapa harus berbohong? kenapa nggak jujur aja sama gue?


"Woy kal emang bener lo pacaran sama anak baru itu?" Raskal mengeryit menatap radit yang entah dari mana muncul nya.


"Sejak kapan?" Tanya radit lagi penasaran.


Raskal menatap aneh pada radit yang duduk di meja samping tempat nya. Entah sejak kapan radit menjadi tukang gosip.


"Sejak kapan lo jadi tukang gosip?" Tanya raskal sinis.


Radit tertawa kikuk. Dia menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal. Mungkin merasa konyol karna percaya dengan gosip yang sedang berhembus di kalangan cewek cewek.


"Kan gue nanya" Kilah nya.


Raskal menghela nafas.

__ADS_1


Cowok itu menggeleng melihat tingkah radit.


____


Julia menghampiri raskal yang baru saja melayani pembeli. Hari ini raskal kembali membantu omanya di toko.


Sejak keluar dari ruang UKS raskal memang terus mendiamkan julia. Meskipun cowok itu tetap menunggu julia saat pulang dan mengantarkan nya ke toko bunga tempat julia bekerja.


"Kal" Panggil julia ragu.


Julia tau raskal masih kesal kepadanya. Saat perjalanan menuju toko bunga pun raskal terus diam.


"Kenapa?" Tanya nya ketus.


Raskal terlihat sibuk menghitung beberapa lembar uang di tangan nya.


"Makasih nya buat buku nya. Itu berarti banget buat gue. Dan maaf gue udah bohongin lo" Ujar julia menatap wajah raskal.


Raskal melengos.


Cowok itu menghindari tatapan julia.


"Okay" Jawab nya kemudian melangkah memasuki toko meninggalkan julia di luar.


Melihat raskal yang berlalu julia hanya menghela nafas. Julia tidak mengira jika raskal akan semarah itu padanya.


___


Julia dan nia menatap anya yang begitu ceria bersama raskal. Anya tampak sangat bahagia bersama raskal. Anya bahkan bertingkah manja pada raskal.


"Kakak suka makan apa?" Tanya anya menatap raskal yang memangkunya.


Raskal tampak berpikir sebelum menjawab nya.


"Kakak suka makan apa aja yang bergizi" Jawab raskal tersenyum.


"Sayur?" Raskal mengangguk mengiyakan.


"Ayam goreng?" Kembali raskal menganggukan kepala menjawab nya.


"Anya juga suka ayam goreng. Tapi anya tidak suka sayur" Kata anya menatap raskal polos.


"Kenapa?" Tanya raskal pura pura bingung.


"Soalnya sayur rasanya hambar. Nggak enak" Jawab anya.


Julia menopang dagu melihat nya.


Anya tampak sangat nyaman bersama raskal. Padahal dengan nya anya tidak pernah semanja itu.


Julia menghela nafas.


Julia berharap setelah ini anya tidak lagi marah padanya.

__ADS_1


Julia melirik jam berbentuk burung hantu yang menempel di dinding ruang tamu. Waktu menunjukan pukul 20;30 WIB.


Sudah hampir 4 jam anya terus saja menahan raskal dengan berbagai ocehan nya. Meskipun raskal tampak tidak keberatan tetap saja julia merasa tidak enak hati. Julia merasa sudah terlalu banyak merepotkan raskal.


__ADS_2