Rahasia Hati

Rahasia Hati
25


__ADS_3

Julia turun dari motor raskal. Cewek itu langsung melangkah memasuki toko setelah sebelum nya berterima kasih pada raskal. Seharus nya julia sudah datang dari 30 menit yang lalu. Hanya saja hari ini adalah jadwal nya piket bersama tiara sehingga membuat nya terlambat masuk jam kerja yang sudah di sepakati bersama oma raskal.


Julia melangkah pelan menghampiri oma raskal yang tampak sibuk merangkai bunga. Julia benar benar merasa tidak enak hati pada wanita baya itu.


"Oma maaf julia terlambat masuk kerja" Kata julia setelah sampai di depan meja wanita baya itu.


Oma raskal meletakan bunga yang di pegang nya dan menatap julia.


Cewek itu menundukan kepala nya tidak berani menatap oma raskal. Julia takut jika oma raskal akan memarahinya.


"Enggak papa sayang" Ujar oma raskal tersenyum.


Mendengar suara lembut oma raskal julia pun mengangkat kepalanya. Di tatap nya oma raskal yang sedang tersenyum ke arah nya.


"Oh iya. Khusus hari ini kamu boleh libur julia"


Julia mengeryit mendengar ucapan oma raskal. Cewek itu menelan ludah nya mengira jika oma raskal meliburkan nya karna dia terlambat.


"Oma julia tadi ada jadwal piket" Julia berusaha memberi alasan pada oma raskal.


"Iyah, oma tau. Makanya hari ini kamu boleh libur. Besok baru kerja lagi" Kata oma raskal dengan terus menampilkan senyum nya.


"Oma marah sama julia?" Oma raskal tertawa mendengar pertanyaan julia. Wanita baya itu bangkit dari duduk nya kemudian mendekati julia yang terus berdiri di depan meja nya.


"Oma nggak marah. Oma tau kamu harus belajar, maka dari itu gunakan hari ini untuk belajar dan istirahat. Oma kasih libur khusus buat kamu" Jelas oma raskal menyentuh kedua pundak julia.


Julia tersenyum mendengar nya. Kedua mata gadis itu tampak berkaca kaca menatap wajah oma raskal yang masih terlihat cantik di usia nya yang sudah tidak lagi muda.


"Makasih oma" Katanya lirih bahkan hampir tidak terdengar.


Oma raskal mengangguk. Di belai nya rambut julia yang menutupi sebagian wajah nya.


"Belajar yang pinter ya sayang" Kata oma raskal.


"Iya oma. Sekali lagi makasih." Jawab julia terharu. Julia bahkan tanpa sadar meneteskan air matanya.

__ADS_1


"Kalo gitu julia pamit" Julia menyalimi oma raskal dan segera berlalu keluar dari toko.


Terimakasih tuhan,, Hamba benar benar sangat bersyukur dengan kebaikan yang selalu mengelilingi hamba.


Tolong jaga dan lindungi mereka semua.


Saat julia keluar dari toko bunga raskal masih di tempat nya. Cowok itu duduk santai di atas motor dengan memainkan helm di tangan nya.


Senyum manis raskal mengembang saat mendapati julia yang sedang melangkah menghampirinya.


"Kok masih disini?" Tanya julia bingung.


"Kan gue nungguin lo" Jawab raskal.


"Nungguin gue?" Julia mengeryit. Raskal seakan tau jika omanya melibur kan julia hari ini.


"Iyah. Kan di sekolah gue udah bilang bakalan bantuin lo" Kata raskal seakan mengingatkan julia tentang dirinya yang menghampiri raskal saat jam istirahat.


Julia menggaruk tengkuk nya. Julia mengingat nya.


"Kemana?" Tanya julia bingung.


"Ke rumah gue lah. Nggak mungkin ke rumah lo kan?"


Julia terdiam. Cewek itu segera naik ke boncengan raskal. Julia berpikir akan lebih baik jika dia belajar di tempat raskal. Karna jika di rumah nya sudah pasti raskal akan di monopoli oleh adik nya.


Dari dalam toko oma raskal tersenyum melihat kedekatan keduanya.


"Kamu memang berbeda julia. Oma berharap kamu berhasil mendapatkan beasiswa itu" Gumam oma raskal.


Tujuan oma raskal meliburkan julia bukan tanpa alasan. Itu semua karna raskal menceritakan tentang ke inginan julia untuk meraih beasiswa. Oma raskal sangat terkesan dengan kerja keras julia. Oma raskal juga sudah dapat menebak niat baik cewek itu.


10 Menit setelah motor raskal berlalu muncul mobil lexus milik natalie. Cewek itu keluar dari mobil nya dan segera melangkah memasuki toko milik oma raskal.


Oma raskal memang sengaja meminta bantuan pada natalie untuk membantu nya di toko bunga milik nya hari ini.

__ADS_1


Natalie memasuki toko bunga tersebut dan tersenyum manis melihat oma raskal yang tampak serius merangkai bunga. Natalie membenarkan kaca matanya yang menurun sebelum melangkah mendekati oma raskal.


"Hay oma" Sapa natalie ramah.


Oma raskal mengangkat kepalanya. Oma raskal tersenyum saat melihat natalie menghampiri nya.


"Hay sayang" Jawab oma raskal.


Natalie tersenyum dan segera menyalimi oma raskal.


"Maaf yah nat oma ngrepotin" Kata oma raskal merasa tidak enak hati.


"Nggak papa oma, natalie malah seneng bisa bantuin oma. Lagian di rumah juga natalie nggak ngapa ngapain" Ujar natalie tersenyum manis.


"Tapi memang nya julia kemana oma?" Tanya natalie penasaran.


"Julia sengaja oma liburin hari ini" jawab oma raskal.


Natalie mengangguk mendengar jawaban oma raskal. Diam diam natalie tersenyum. Natalie tau jika raskal akan datang untuk membantu omanya di toko.


"Em natalie ada baik nya kamu kuncir deh rambut kamu sayang. Biar keliatan nggak ribed" Kata oma raskal menyarankan.


Natalie mengangguk menyetujui saran oma raskal. Cewek berkaca mata itu segera menguncir rambut lurus nya yang panjang.


"Udah. Sekarang natalie harus ngapain oma?" Tanya natalie setelah slesai dengan rambut nya. Cewek itu mengikat tinggi rambut panjang nya memperlihatkan leher putih nya yang jenjang.


"Oh iya. Kamu tolong tata bunga bunga itu di sebelah sana ya sayang" Jawab oma raskal menunjuk beberapa buket bunga agar di tata oleh natalie di dekat tembok kaca tokonya.


Natalie mengangguk dan segera melakukan apa yang di katakan oma raskal.


Natalie tampak begitu telaten menata bunga bunga itu. Kadang natalie juga bersenandung kecil sembari mencium wangi bunga yang berada di dekat nya.


Natalie beberapa kali mengangkat tangan kirinya, melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan nya. Sesekali cewek itu menatap keluar berharap raskal datang dengan motor nya.


Kenapa raskal belum datang??

__ADS_1


__ADS_2