Rahasia Hati

Rahasia Hati
46


__ADS_3

Waktu tes sudah hampir habis. Sudah banyak peserta yang mengumpulkan lembar jawaban. Mereka tampak tersenyum dan percaya diri saat melenggang keluar menghampiri teman yang menunggu nya.


Berbeda dengan julia. Cewek itu meskipun sudah selesai dari tadi tapi merasa belum siap untuk memberikan lembar jawaban nya pada pak sam.


Julia merasa tidak percaya diri dengan hasil pemikiran nya.


"Baik. Waktunya tinggal 10 menit" Ujar pak sam.


Julia menggigit bibir bawah nya sendiri. Tangan nya mencengkram erat alat tulis yang di genggam nya.


*Ya tuhan.. Kenapa hamba mendadak ragu seperti in*i?


Tiara yang melihat ekspresi aneh julia dari luar mengeryit. Cewek itu merasa ada yang tidak beres dengan sahabat nya.


"Kal kok gue ngrasa ada yang aneh sama julia" Kata tiara terus menatap julia.


"Hah? aneh gimana maksud lo?" Balas raskal bingung.


Tiara tidak menjawab.


Cewek bermata belo itu menatap penuh ke khawatiran pada julia yang terus saja diam di kursinya.


Raskal yang merasa bingung dengan ucapan tiara pun mengarahkan pandangan nya pada julia. Apa yang di ucapkan tiara memang benar. Julia diam dan terlihat gugup.


"Baik. Waktu habis. Selesai atau tidak kumpulkan jawaban nya sekarang"


Suara tegas pak sam membuat tiara dan raskal menoleh padanya.


Sedangkan julia, cewek itu menghela nafas mencoba mengumpulkan keberanian nya. Dengan pelan julia bangkit dan menyerahkan lembar jawaban nya pada pak sam.


Setelah menyerahkan lembar jawaban nya, julia menghampiri raskal dan tiara yang setia menunggunya di depan pintu.


"Lo baik baik aja kan?" Tiara langsung bertanya begitu julia berada di depan nya.

__ADS_1


"Gue baik kok" Jawab julia tersenyum tipis


Raskal yang berada di samping tiara hanya diam. Cowok itu menatap julia khawatir. Raskal tau julia sedang berbohong. Julia jelas terlihat tidak sedang tidak baik baik saja.


"Ya udah yuk ke kelas" Ajak julia.


Julia tidak mau tiara terus bertanya padanya. Julia juga tidak mau terus melontarkan jawaban yang membuat nya kembali berbohong pada sahabat nya.


Tiara mengangguk.


Dengan langkah pelan keduanya melangkah menuju kelas nya di ikuti raskal.


Gue tau lo nggak sedang baik baik aja jul.


___________________________________________


"Hah? serius lo nat? julia ikut tes beasiswa?"


"Masa sih? emang nya orangtuanya semiskin itu sampe nggak sanggup buat bayar sekolah?" Tanya tasya lagi.


"Mungkin" Jawab natalie mengedikan kedua bahunya.


Natalie tersenyum sinis dengan pandangan lurus ke depan. Cewek itu merasa dirinya lebih layak bersama raskal dari pada julia.


"Tapi kok bisa ya raskal mau bergaul sama dia?"


Natalie berdecak.


"Kan raskal cowok baik. Pastilah dia mau bergaul sama siapa aja" sebal natalie.


"Kalo gitu lo temenan aja sama mereka nat. Siapa tau nanti raskal mau sama lo" Kata tasya dengan senyum meledek.


"Sorry ya, gue nggak level temenan sama mereka" Ketus natalie.

__ADS_1


Tasya tertawa mendengar jawaban ketus natalie. Natalie memang tidak sebaik seperti saat berada di depan raskal. Sikap cewek berkaca mata itu sangat bertolak belakang saat di belakang raskal.


"Males gue lama lama ngobrol sama lo" Ujar natalie bangun dari duduk nya dan beranjak dari kantin meninggalkan tasya.


Tasya mengerucutkan bibir mendengar nya. Natalie memang selalu bersikap angkuh pada siapapun.


"Nat nat. Pantesan aja raskal nggak mau sama lo" Gumam tasya.


Tasya kembali melanjutkan melahap baksonya tanpa memperdulikan natalie yang berlalu meninggalkan nya.


Natalie terus melangkah menyusuri koridor sekolah. Cewek itu celingukan mencari sosok raskal.


Senyum natalie mengembang saat melihat raskal melangkah ke arah nya.


Bagus, nggak ada julia


Natalie mempercepat langkah nya untuk mencegat raskal. Cewek itu memang selalu mencari kesempatan untuk mendekati raskal.


"Hy kal"


Raskal menghentikan langkah nya ketika natalie menyapanya. Cowok itu tersenyum tipis menatap natalie sekilas.


"Udah selesai tes nya julia?" Tanya natalie menatap wajah raskal yang sama sekali tidak menatap nya.


"Udah kak" Senyum raskal menatap natalie sekilas.


"Oh iya kak, gue duluan yah"


Natalie mengangguk dengan senyuman di bibir nya. Cewek itu melambai pada raskal yang berlalu begitu saja tanpa menunggu jawaban nya.


Setelah kepergian raskal, senyum natalie langsung sirna berganti dengan tatapan penuh kebencian. Cewek berkaca mata itu menatap tajam punggung raskal yang melangkah cepat menjauhi nya.


"Lo nggak bisa ngejauh dari gue gitu aja kal" Gumam natalie.

__ADS_1


__ADS_2