
Tiara mengangkat sebelah alis nya bingung melihat julia yang buru buru keluar kelas setelah meletakan tas nya, padahal julia baru datang. Julia tampak sangat tergesa gesa sampai tidak menjawab pertanyaan tiara. Tiara menggelengkan kepala melihat tingkah aneh julia pagi ini. Tidak mau memikirkan nya tiara kembali mengerjakan tugas nya yang harus di kumpulkan pagi ini juga.
Julia menaiki anak tangga dengan sangat cepat. Beberapa kali julia hampir menabrak siswa maupun siswi yang juga melintasi tangga menuju lantai 2 sekolah nya.
Saat sampai di lantai 2 julia semakin mempercepat langkah nya, bisa di bilang cewek itu sedikit berlari.
Gue harus ketemu raskal pagi ini juga.
Gue nggak mau raskal salah paham.
Dug !!!
Julia terpental kebelakang saat wajah nya menabrak sesuatu yang sangat keras. Tubuh mungil julia jatuh tersungkur di lantai. Julia meringis menahan sakit pada hidung nya. Rasanya seperti menabrak tembok, keras dan kokoh. Dengan pelan julia mengelus hidung nya berharap dapat meredakan sakit nya.
"Kalo jalan hati hati"
Julia mendongak saat mendengar suara itu. Di depan nya berdiri seorang cowok mengenakan baju olah raga. Penampilan nya begitu sangat rapi dengan rambut hitam berjambul. Julia mengerutkan kening nya.
Julia merasa tidak asing dengan cowok di depan nya.
"Ya ampun jul, lo kenapa?" Suara tiara membuat julia beralih menatap sahabat nya itu.
"Ayo saya bantu" Julia kembali mengalihkan tatapan nya dari tiara pada cowok di depan nya.
Cowok itu mengulurkan tangan nya pada julia yang masih terduduk di lantai bermaksud membantu. Wajah nya sama sekali tidak menunjukan ekspresi yang dapat julia tebak.
"Oh pak, biar saya saja" Tiara dengan cekatan membantu julia berdiri.
Julia benar benar seperti orang bodoh sekarang.
"Masuk kelas, sebentar lagi bel masuk" Kata cowok itu tegas.
"Oh, iya iya pak" Jawab tiara tersenyum sopan.
Pak samuel biasa ia di panggil. Samuel adalah guru termuda di SMA itu. Meskipun dia masih sangat muda tetapi kemampuan nya dalam mengajar materi olah raga patut di acungi jempol. Hal itu membuat hampir seluruh siswi di sekolah itu mengidolakan nya.
"Kayak kenal" Gumam julia menatap punggung samuel yang terus menjauh.
Tiara mengeryit mendengar nya.
Tiara menoleh menatap julia yang tampak sedang memikirkan sesuatu.
__ADS_1
"Kenal dimana?" Tanya tiara bingung.
Julia menoleh menatap tiara kemudian menggelengkan kepalanya.
"Enggak, mungkin perasaan gue aja" Kata julia.
Bel masuk menggema di seluruh sudut sekolah. Seluruh siswa siswi segera berbondong bondong masuk ke dalam kelas mereka masing masing.
"Lo ngapain sih kesini?" Tanya tiara menatap heran julia yang sedang meringis dengan mengelus hidung mancung nya yang memerah.
Julia tidak menjawab. Cewek itu hanya nyengir pada tiara.
"Untung ada gue. Hampir aja lo kena marah sama pak sam" Ujar tiara kesal.
"Pak sam? yang tadi itu?" Tanya julia menatap wajah kesal tiara.
"Iya, udah yuk turun. Bentar lagi pelajaran pak hari, gue nggak mau kena semprot sama guru kiler itu" Jawab tiara.
Julia menganggukan kepalanya.
Julia kembali menoleh menatap samuel sebelum melangkah menuruni anak tangga menuju kelas nya yang berada di lantai bawah.
____
"Lo emang paling TOP" Kata radit menepuk pundak raskal.
Raskal mengedikan bahu tidak perduli. Radit memang sedikit aneh. Sikap nya yang terlalu lebay dan berlebihan dalam menyikapi sesuatu memang kadang membuat raskal sedikit risih.
"Semua nya berkumpul" Kata samuel setelah meniup peluit yang menggantung di leher nya. Guru muda itu berdiri di tengah lapangan menyuruh semua murid nya berkumpul mengelilingi nya.
"Untuk hari ini masih banyak yang kurang. Pertemuan minggu depan saya harap semua nya sudah bisa mengusai teknik yang saya ajar kan. Terimakasih dan selamat siang" Ujar samuel tegas.
"Siang pak" Kompak seluruh siswa siswi di lapangan.
"Uuhhh pak sam ganteng banget" Kata seorang cewek berambut ikal dengan gaya centil nya.
"Kapan yah gue bisa pacaran sama dia" Tambah cewek satunya lagi.
Radit mendelik mendengar ucapan kedua cewek yang berdiri tepat di samping nya.
"Lebay lo berdua" Ketus radit tidak suka.
__ADS_1
Kedua cewek itu mendelik tajam pada radit. Radit yang mendapat tatapan mengerikan itu pun bergidig ngeri.
"Eh nggak, gue gue cuma bercanda hehee" Cengir radit pada dua cewek itu.
Raskal yang melihat nya hanya tertawa. Raskal merasa terhibur kali ini dengan tingkah teman sebangkunya itu.
"Raskal"
Suara natalie membuat raskal menoleh kepadanya. Natalie berdiri di pinggir lapangan. Cewek itu tersenyum manis dengan tangan melambai pada raskal.
Raskal menghela nafas melihat nya. Dengan sangat tepaksa raskal membalas melambaikan tanganya. Raskal benar benar tidak sedang mengharapkan kehadiran natalie kali ini.
Natalie melangkah menghampiri raskal yang masih berdiri di tengah lapangan. Cewek berkaca mata itu menghampiri raskal di tengah teriknya matahari siang itu. Di tangan nya tergenggam sebotol minuman dengan handuk kecil berwarna orange.
"Kak" Sapa raskal begitu natalie sampai di depan nya.
"Hay, gue bawain minum nih" Senyum natalie memberikan sebotol minuman pada raskal.
Raskal tersenyum dan menerimanya.
"Makasih kak" Ucap nya.
Natalie menganggukan kepalanya. Senyum nya terus terukir di bibir nya melihat raskal yang mulai menenggak minuman pemberian nya.
"Capek banget ya?" Tanya natalie lembut.
Cewek itu mengelap keringat yang menetes di pipi raskal.
Natalie melakukan nya di tengah lapangan yang langsung mengundang perhatian seluruh pasang mata yang melihat nya termasuk tiara dan julia.
"Buseett si kaca mata genit amat" Komentar tiara.
Berbeda dengan julia yang hanya diam melihat nya.
"Nggak nyadar apa ya banyak yang ngliat? sok populer banget" Kata tiara lagi.
Julia menghela nafas.
Julia tidak suka melihat nya. Julia merasa sangat terganggu dengan itu.
Padahal julia sengaja menyetop langkah tiara yang mengajak nya ke kantin dan berdiri di depan pintu kelas nya yang kebetulan langsung menghadap lapangan untuk melihat raskal. Julia bermaksud menunggu raskal untuk meminta maaf atas sikap diam nya kemarin. Julia tidak ingin raskal salah paham. Tetapi apa yang sedang di lihat nya membuat julia mengurungkan niat nya.
__ADS_1
"Jadi ke kantin kan?" Tanya julia yang langsung di angguki oleh tiara.