
"Ra, bisa nggak kita ke toko bunga dulu. Gue mendadak kangen sama oma" Kata julia menatap tiara yang sedang fokus mengemudikan mobil nya.
"Okay" Jawab tiara menganggukan kepalanya.
Tiara tersenyum sinis menatap raskal yang tampak tenang mengendari motor di depan mobil nya.
Dengan sengaja tiara mengklakson mobil nya bermaksud mengagetkan raskal.
Raskal yang sedang melamun karna perbuatan tidak sengaja nya pada julia sontak terkejut sampai motor nya hampir oleng. Beruntung raskal dapat mengimbangi motor nya sehingga dia tidak terjatuh.
"Lo apa apaan sih ra? gimana kalo sampai raskal jatuh?" Tanya julia kesal karna ulah usil tiara.
"Hahaa,, santai kali jul, noh buktinya dia nggak jatuh" Balas tiara tertawa tanpa membalas tatapan kesal julia.
"Segitu khawatir nya cieeee,," Kata tiara meledek.
Julia berdecak mendengar nya.
Julia menghela nafas berusaha menormalkan detak jantung nya yang seakan melompat keluar dari tempat nya.
"Nggak lucu ra" Katanya.
"Iya deh,, maaf maaf" Tiara tersenyum sambil menggelengkan kepala nya tidak menyangka dengan reaksi julia yang menurut nya sedikit berlebihan.
Raskal menepikan motor nya kemudian turun menghampiri mobil avanza milik tiara yang berhenti tidak jauh darinya.
"Buka" Kata raskal memukul sekali kaca mobil tiara.
Tiara segera menurunkan kaca mobil nya. Cewek itu cengengesan menatap wajah raskal yang tampak menahan amarah.
Sedangkan julia yang berada di samping kemudi hanya diam menatap raskal sendu. Julia tau raskal sangat kesal pada tiara.
"Lo sengaja mau buat gue jatuh?" Tanya raskal langsung.
"Ets, jangan marah nanti cepet tua loh" Balas tiara tersenyum tanpa rasa bersalah.
"Turun lo" Kata raskal marah.
"Eh kal, gue kan cuma bercanda" Tiara berusaha membela diri nya sendiri.
Tiara juga melirik julia sekilas berharap julia membantu nya membela diri di depan raskal.
Namun julia hanya menggeleng dan menghela nafas tanpa ada keniatan untuk bicara.
"Pokonya lo turun sekarang" Kata raskal lagi. Cowok itu sedang tidak ingin di bantah oleh siapapun.
"Nggak mau" Jawab tiara menolak.
Raskal berdecak semakin kesal.
__ADS_1
Raskal melangkah mengitari bagian depan mobil tiara menuju pintu dimana julia berada.
Tiara yang melihat nya hanya mengeryit, begitu juga dengan julia.
Raskal membuka pintu mobil samping kemudi kemudian menarik pelan lengan julia agar turun dari mobil tiara.
"Eh apa apaan nih, raskal lepasin julia" Protes tiara tidak terima.
Julia yang masih bingung hanya diam dan menurut.
"Lo bareng gue" Kata raskal.
"Tapi tiara gimana?" Tanya julia.
"Biarin dia sendiri" Jawab raskal singkat.
Raskal menarik pelan lengan julia. Kedua nya melangkah cepat menuju motor raskal yang berada tidak jauh di depan mobil tiara.
"Raskal jelek, lepasin temen gue !!" Pekik tiara marah.
Raskal tidak perduli.
Segera cowok itu menstater motor nya setelah julia naik ke boncengan nya meninggalkan tiara yang terus berteriak marah.
Beruntung jalanan menuju komplek saat itu sedang sepi, jadi teriakan tiara tidak mengundang perhatian siapapun.
"Kal, kita ke toko bunga dulu yah. Gue pengin ketemu oma" Ujar julia sedikit mengeraskan suaranya karna raskal melajukan motor dengan cepat.
Saat sampai di pertigaan raskal membelokan motor nya ke arah kiri.
Cowok itu menambah kecepatan laju motor nya sehingga julia terpaksa memeluk erat perut nya.
Di balik helm nya raskal tersenyum merasakan erat nya pelukan julia di perut nya.
Tuhan, kalo memang ini hanya mimpi biarkan hamba terus tertidur.
Biarkan hamba terus merasakan pelukan julia.
Di belakang nya tiara tampak tidak mau kalah. Tiara juga menambah kecepatan mobil nya mengejar motor raskal.
Tidak sampai 15 menit motor raskal sudah sampai di depan toko bunga milik omanya begitu juga dengan mobil tiara.
Julia segera melepas pelukan nya dan turun dari boncengan raskal dengan rambut berantakan.
Nafas julia tersengal seperti orang ketakutan di depan raskal.
"Jul, lo nggak papa?" Tanya raskal khawatir.
Raskal segera turun dari motor dan melepas helm nya. Dengan sigap cowok itu menahan pundak julia dari belakang agar julia tidak oleng.
__ADS_1
"Sorry yah" Kata raskal merasa bersalah.
"Gue nggak papa kok, cuma sedikit pusing" Jawab julia tersenyum tipis.
Raskal menatap sendu julia. Dalam sehari sudah dua kali cowok itu membuat julia tidak nyaman.
"Lo kenapa jul?" Tanya tiara khawatir.
Tiara segera mendorong raskal agar menjauh dari julia sampai raskal hampir terjatuh. Tiara menggantikan raskal merangkul julia. Melihat wajah manis julia tampak pucat membuat tiara semakin marah pada raskal.
"Gara gara lo nih" Ketus tiara menatap garang pada raskal yang hanya diam.
Dengan pelan tiara memapah julia melangkah memasuki toko bunga oma raskal. Tiara tidak berhenti mengomel pada julia yang menurut saja saat raskal menarik keluar dirinya dari mobil tiara.
"Lagi lagi gue buat julia nggak nyaman" Gumam raskal menatap sendu julia yang di papah oleh tiara memasuki toko bunga omanya.
Raskal sudah bisa menebak. Kali ini bukan hanya tiara yang akan memarahi nya, tapi juga omanya.
Raskal tau bagaimana omanya sangat menyayangi julia. Bahkan hampir setiap hari ketika pulang dari toko omanya selalu saja menanyakan tentang julia.
Dengan gontai raskal melangkah memasuki toko bunga. Raskal berhenti sebentar untuk menghela nafas juga menyiapkan diri menghadapi omelan tiara dan omanya.
"Semua ini gara gara raskal oma" Raskal meringis memejamkan matanya mendengar tiara mengadukan dirinya pada sang oma.
Saat membuka mata raskal melihat omanya yang begitu perhatian pada julia.
"Kamu sini" Raskal menelan ludah nya saat tiba tiba omanya menatap tajam ke arah dirinya.
Raskal menurut.
Tidak mungkin jika dirinya lari setelah oma melihat nya.
Begitu raskal sampai di depan nya, oma raskal segera menjewer telinga cucunya itu tanpa ampun.
"Adu duh oma sakit oma" Kata raskal meringis memegangi tangan omanya yang semakin menekan cepitan tangan di telinganya.
"Ini hukuman karna kamu nakal" Ujar oma raskal gemas.
Julia yang melihat nya merasa tidak tega. Julia membuka mulut nya bermaksud untuk membela raskal namun segera di tahan tiara dengan menutup mulut julia.
"Udah, lo diem aja. Itu hukuman buat dia karna nyakitin lo" Kata tiara menatap julia serius.
Julia mengangguk membalas tatapan tiara yang seakan tidak ingin di bantah oleh nya.
Oma benar benar menghukum raskal karna gue.
Jujur, gue sangat tidak tega melihat nya.
Tidak hanya mendapat jeweran bahkan raskal juga mendapat berkali kali jitakan di kepala serta omelan yang tidak berujung.
__ADS_1
Gue sangat ingin membela namun tiara terus saja melarang gue. Tiara benar benar tidak ngizinin gue untuk bicara pada oma sepatah katapun.
"Anggap ini balasan buat lo. Jadi impas" Kata tiara menatap raskal yang tampak sangat nelangsa duduk di kursi di samping julia.