Rahasia Hati

Rahasia Hati
57


__ADS_3

Dalam perjalanan menuju toko bunga oma raskal julia terus saja diam di boncengan cowok ganteng itu. Julia terus memikirkan tentang hubungan nathalie dan raskal yang sampai sekarang belum juga julia tau.


"Mau langsung ke toko bunga atau mampir dulu jul?" Tanya raskal sedikit mengeraskan suaranya.


Julia tidak menjawab. Cewek manis itu sama sekali tidak mendengar apa yang di tanyakan raskal karna terus fokus dengan pemikiran nya sendiri.


"Jul.." Panggil raskal menengokan kepalanya sekilas.


Julia tetap diam.


Raskal menghela nafas.


Cowok ganteng itu memencet tombol klakson motor gedenya membuat julia tersentak karna suara nyaring klakson motor milik raskal.


“Ada apa kal?" Tanya nya panik.


Raskal tersenyum. Raskal menebak mungkin julia sedang memikirkan tiara yang menolak untuk dia ajak menjenguk nathalie dan tasya.


"Nggak ada apa apa. Sorry kalau buat lo kaget. Lo kenapa jul?" Senyum raskal menatap wajah manis julia dari spion nya.


"Gue.. Gue nggak papa kok." Jawab julia pelan.


"Beneran? Atau mungkin lo sakit atau gue buat lo nggak nyaman?" Tanya raskal lagi.


"Nggak kok kal. Gue nggak papa."


"Oke.." Angguk raskal kemudian.


Raskal menambah sedikit kecepatan laju motor nya agar cepat sampai di toko bunga omanya. Raskal takut jika omanya sudah keburu pulang untuk makan siang di rumah.

__ADS_1


Lo nggak boleh mikirin sesuatu yang nggak penting jul. Lo hanya teman buat raskal. Dan lo nggak berhak buat ngatur sama siapa raskal dekat.


Raskal menghentiksn motornya tepat di depan toko omanya. Saat itu omanya baru saja keluar dari toko dan hendak masuk ke dalam mobil nya.


"Kalian..." Senyum oma raskal menatap julia dan raskal bergantian.


Julia tersenyum dan langsung menghampiri oma raskal. Julia menyalimi oma raskal dengan sangat sopan.


"Oma tau kamu bisa nak.." Senyum oma raskal mengusap pipi julia.


"Maksud oma..?" Tanya julia bingung.


"Oma sudah melihat nya. Oma melihat bagaimana cucu cantik oma mendapat penghargaan dengan nilai terbaik nya tadi." Jawab oma raskal dengan senyuman yang tidak pernah pudar dari bibir nya.


Julia tersenyum mendengar nya. Dengan kedua matanya yang berkaca kaca julia berhambur memeluk oma raskal. Tanpa bertanya pun julia tau siapa yang memberitahu oma raskal tentang keberhasilan nya.


Oma raskal tersenyum di balik punggung julia.


"Makasih oma.. Oma sudah sangat baik sama julia.." Kata julia.


"Sama sama sayang.." Balas oma raskal.


Raskal tersenyum menatap julia dan omanya yang saling perpelukan. Cowok ganteng itu tidak pernah membayangkan jika omanya bisa begitu baik pada julia. Bahkan omanya juga pernah membantunya dengan berbohong pada nathalie agar raskal bisa membantu julia belajar.


Julia dan oma raskal melepaskan pelukan nya. Keduanya saling melempar senyum.


"Oma bangga sama kamu nak." Kata oma raskal.


"Makasih oma.." Balas julia dengan senyuman yang masih terukir di bibir nya.

__ADS_1


"Oma.." Panggil raskal pelan.


"Ya kal. Kenapa sayang?" Saut oma raskal kemudian bertanya dan menatap raskal penuh perhatian.


"Oma mau kemana?"


"Oh tadinya oma mau makan siang sekalian menjenguk nathalie di rumah sakit." Jawab oma raskal.


Julia terdiam. Oma raskal memang orang yang sangat baik. Jangan kan pada nathalie yang sudah lama di kenal nya. Padanya saja oma raskal begitu sangat baik dan penuh kasih sayang.


"Kalian berdua sudah makan?" Tanya oma raskal menatap julia dan raskal bergantian.


"Belum oma.." Jawab raskal cepat.


Julia menolehkan kepalanya pada raskal. Padahal julia hendak menjawab sudah agar tidak banyak merepotkan oma raskal. Tapi raskal sudah lebih dulu menjawab yang sebenar nya.


"Kalau begitu ayo kita sama sama makan siang dulu. Abis itu kita jenguk nathalie." Senyum oma raskal merangkul julia.


Julia tidak bisa menolak ajakan oma raskal kali ini. Cewek itu hanya menurut saja saat raskal dan omanya mengajak nya masuk ke dalam mobil.


"Nak lengan kamu.. Apa benar karna menyelamatkan nathalie dan teman nya dari ledakan mobil?"


Julia terdiam mendengar pertanyaan oma raskal. Julia yakin raskal lah yang memberitahu omanya soal julia yang menyelamatkan nathalie dan tasya.


Julia melirik raskal yang berada di samping kemudi. Julia yakin raskal mendengar pertanyaan yang di lontarkan omanya. Hanya saja cowok itu pura pura tidak mendengar nya.


"Julia tidak bisa diam dan membiarkan kak nathalie dan kak tasya dalam bahaya oma.." Jawab julia pelan.


Oma raskal tersenyum.

__ADS_1


Dengan lembut oma raskal mengusap rambut sebahu julia.


"Oma tau kamu anak yang baik. Tapi lain kali akan lebih baik jika kamu meminta tolong pada orang lain nak. Jangan membahayakan diri kamu sendiri.."


__ADS_2