
Hari ini hari yang nggak pernah gue bayangin. Nggak pernah sekalipun terlintas di pikiran gue. Pertama julia nyamperin gue. Kedua gue punya banyak waktu sama julia.
Rasanya seneng banget.
Gue sendiri bingung dengan perasaan gue.
Di mata gue julia begitu berbeda.
Sejak awal gue liat dan kenalan sama dia, gue ngrasa ada yang spesial dari dia.
Raskal tersenyum menatap julia yang tampak sangat serius mengerjakan soal yang dia berikan. Yah, hari ini raskal benar benar membantu julia belajar.
"Jul gue ke dalem bentar yah" Kata raskal.
Julia hanya mengangguk menanggapi nya. Sepertinya julia benar benar sangat berusaha keras mengerjakan nya.
Raskal menggeleng dengan senyum di bibir nya. Raskal bangkit dari duduk nya dan berlalu dari ruang keluarga tempat dimana mereka belajar. Cowok itu melangkah menuju dapur untuk mengambil minuman serta beberapa cemilan untuk nya dan julia.
Tidak lama raskal kembali dengan 2 gelas orange jus serta beberapa snack dalam kemasan di atas nampan yang di bawanya.
Raskal terkekeh melihat julia yang masih tampak serius dengan buku nya.
"Minum dulu jul" Kata raskal meletakan nampan itu di meja.
Raskal menata beberapa buku yang berserakan di atas meja sebelum menaruh nampan yang di bawa nya.
"Dari tadi kaya serius banget sih? Emang se susah itu?" Tanya raskal penasaran.
Julia mengangkat kepalanya menjauh dari buku latihan soal nya. Julia menghela nafas kemudian menatap raskal dengan wajah murung.
"Hh,, Gue nggak hafal hafal sama rumus nya" Ujar julia.
Raskal terkekeh melihat ekspresi wajah julia yang menurut nya lucu. Baru kali ini raskal melihat ekspresi lucu itu di wajah manis julia.
"Rumus nya nggak usah di hafal jul kalo susah. Kamu cukup baca dan pahami saja. Pasti bisa kok" Kata raskal tersenyum.
Julia menghela nafas lagi. Julia sadar otak nya tidak begitu encer untuk bisa mengerjakan soal yang raskal berikan.
"Nih minum dulu" Raskal menyodorkan segelas orange jus pada julia.
Julia terdiam sesaat menatap segelas orange jus itu sebelum menerimanya.
"Makasih yah" Katanya.
Raskal menganggukan kepala. Raskal juga membukakan snack ringan dan memberikan nya pada julia.
"Makan dulu, biar ada tenaga buat mikir" Kata raskal memberikan snack tersebut pada julia.
__ADS_1
Julia terkekeh dan menerimanya.
Sambil mengunyah makanan ringan itu julia kembali meraih alat tulis nya. Sesekali cewek itu menunjukan apa yang tidak di mengertinya yang langsung di jelaskan oleh raskal dengan telaten. Raskal benar benar bisa membimbing julia dalam belajar sehingga julia dapat dengan mudah memahami nya.
"Yang ini nih gue nggak tau" Tanya julia gusar.
Raskal terkekeh lagi kemudian menjelaskan tentang materi pelajaran yang membuat julia gusar.
Hampir 4 jam mereka belajar.
Raskal dengan sangat sabar dan telaten mengajari julia. Di depan mereka pun sudah banyak bungkus kosong makanan ringan yang mereka makan.
Merasa capek julia pun menguap hingga akhir nya terlelap saat raskal menjelaskan tentang pelajaran biologi.
Melihat julia yang terlelap raskal tersenyum. Wajah manis julia tampak sangat damai dengan mata terpejam. Raskal tau julia sangat berusaha keras. Raskal pun mengerti mengapa 2 hari ini wajah julia tampak pucat dengan lingkaran hitam di sekitar matanya. Raskal tau julia kurang istirahat karena terlalu memaksakan diri untuk belajar.
"Gue bakal berusaha semampu gue buat bantu lo jul." Gumam raskal menatap wajah lelap julia.
Raskal menghela nafas.
Raskal membereskan buku buku yang bertebaran di atas meja. Tidak lupa raskal juga mengambil beberapa bungkus kosong makanan ringan serta 2 gelas kosong yang di bawanya untuk nya dan julia.
Raskal melangkah ke arah dapur untuk menaruh gelas kotor serta membuang beberapa bungkus kosong snack itu.
Saat kembali ke ruang keluarga. Raskal merasa tidak tega melihat julia yang tertidur dengan posisi duduk. Raskal pun mengangkat tubuh julia dan menidurkan nya hati hati di sofa belakang mereka.
Raskal sendiri bingung kenapa dia bisa sangat menyukai julia.
Gue nggak tau perasaan apa ini.
Tapi gue nyaman dan gue suka bareng sama lo julia.
____
Di sisi lain natalie tampak sangat kecewa karna raskal tidak kunjung datang. Natalie melangkah keluar dari toko bunga milik oma raskal dengan wajah murung.
Hari sudah mulai gelap dan toko bunga itu pun akan segera di tutup.
Natalie menatap ke dalam toko. Natalie melihat oma raskal yang sedang melangkah keluar menghampirinya.
"Capek yah?" Tanya oma raskal perhatian.
"Emm sedikit sih" Jawab natalie tersenyum tipis.
Oma raskal tersenyum menatap natalie yang jauh lebih tinggi darinya. Natalie memang bertubuh tinggi tidak seperti julia yang mempunyai tubuh mungil.
"Oma makasih banget loh udah di bantuin" Kata oma raskal.
__ADS_1
"Sama sama oma, natalie seneng kok bantuin oma" Jawab nya.
"Oh iya oma raskal kemana? tumben nggak kesini?" Tanya natalie.
"Mungkin raskal sedang ada urusan lain, jadi tidak datang. Untung aja ada kamu yang bantuin oma" Jawab oma raskal berbohong.
Tentu saja oma raskal tau dimana dan sedang apa raskal. Tapi oma raskal tidak ingin natalie mengganggu raskal yang sedang membimbing julia belajar. Itulah sebab mengapa oma raskal meminta bantuan pada natalie.
"Ya udah oma kalo gitu natalie duluan yah? atau oma mau bareng sama natalie sekalian?" Kata natalie menawarkan tumpangan.
"Oh nggak usah nat, oma nanti aja" Jawab lembut oma raskal menolak.
Natalie mengangguk mengerti. Natalie menyalimi oma raskal sebelum berlalu menuju mobil nya yang terparkir di depan toko bunga itu.
Oma raskal menghela nafas saat mobil lexus yang di kendarai natalie berlalu. Hari ini oma raskal benar benar melihat sikap asli natalie. Di balik sapaan ramah dan senyum manis nya ternyata natalie mempunyai sikap sombong. Terbukti saat ada seorang bapak tua memberikan tips padanya natalie menolak dengan kata tidak sopan.
"Saya tidak butuh uang receh bapak" Kata natalie saat itu.
Oma raskal menggeleng. Natalie memang sangat berbeda dengan julia yang polos dan apa adanya.
Oma raskal meraih hp dalam tas kecil nya. Dia menghubungi supir nya untuk segera datang menjemput.
Sekitar 15 menit menunggu muncul honda jazz warna putih menghampiri dan berhenti tepat di depan nya.
Oma raskal pun segera masuk ke dalam mobil saat sang supir membukakan pintu mobil untuk nya.
Tidak butuh waktu lama untuk oma raskal sampai karna memang jarak toko bunganya dekat dengan kediaman nya.
Wanita baya itu keluar dari mobil dan segera melangkah menuju pintu utama rumah nya.
Kepulangan nya di sambut dengan senyum manis seorang asisten rumah tangga yang bekerja padanya.
"Raskal kemana mbak?" Tanya oma raskal pada mbak lia.
"Mas raskal di dalem oma" Jawab mbak lia sopan.
"Masih sama julia?" Tanya oma raskal melangkah masuk ke dalam.
"Iya oma" Jawab mbak lia mengikuti langkah oma raskal.
Langkah oma raskal berhenti saat sampai di ruang keluarga. Senyum manis terukir di bibir nya ketika melihat raskal dan julia sama sama terlelap.
Keduanya terlelap dengan tempat dan posisi yang berbeda. Julia yang terbaring di sofa dan raskal yang terduduk dengan kedua tangan sebagai bantal nya di atas meja.
"Oma bersih bersih dulu. Mbak tolong siapin makan malem yah" Kata oma raskal pada mbak lia yang setia berdiri di belakang nya.
"Baik oma" Oma raskal memutar tubuh nya kemudian melangkah berlalu setelah mendengar jawaban mbak lia.
__ADS_1