
"Lo kenapa baik sama gue, sama adik gue?"
Raskal menolehkan kepalanya pada julia yang baru saja mendudukan diri di atas sofa yang berada di samping sofa yang di duduki raskal.
Cowok ganteng itu mengeryit menatap julia yang tampak sedang sangat serius.
"Lo selalu bantuin gue. Lo kasih gue kerjaan, lo juga bantuin gue belajar buat tes beasiswa itu. Kenapa?" Tanya julia lagi.
Raskal mengerjapkan matanya beberapa kali. Raskal sendiri bingung kenapa sampai melakukan hal itu pada julia. Tapi dalam hati kecil nya raskal sangat senang membantu julia. Karna cewek itu berhasil menarik perhatian nya.
"Apa karna lo kasihan sama gue?" Julia kembali bertanya untuk yang 3 kalinya.
Raskal menghela nafas. Cowok itu menaruh piring yang di pegang nya. Kebetulan raskal sedang menyuapi anya makan.
"Jul. Gue bukan kasihan sama lo. Tapi gue perduli sama lo. gue..."
Raskal tidak melanjutkan ucapan nya. Cowok itu berpaling ke arah lain menghindari tatapan julia. Raskal tidak mungkin mengatakan jika dirinya menyukai julia. Julia pasti akan menjauh darinya.
"Kenapa?" Tanya julia penasaran.
__ADS_1
"Gue melakukan nya karna gue.. Gue udah anggap lo sahabat gue." Jawab raskal pelan
Julia terdiam mendengar nya.
Entah kenapa tiba tiba julia merasa kecewa dengan jawaban yang di lontarkan raskal. Hatinya seolah berontak tidak terima dengan kata sahabat yang keluar dari bibir raskal.
Kenapa dengan hati gue?
"Lo nggak keberatan kan kalau kita jadi sahabat?" Tanya raskal kembali menoleh menatap julia.
Julia terkejut ketika raskal kembali menatap nya. Tidak mau raskal tau dengan apa yang sedang di rasakan nya, julia pun langsung menggelengkan kepala menjawab nya.
Raskal ikut tersenyum mendengar nya. Sebenar nya raskal sendiri merasa sangat tidak nyaman dengan kata sahabat yang dia ucapkan tadi. Tapi raskal juga tidak mungkin jika jujur pada julia.
"Eh iya, lo nggak ke rumah sakit lagi?" Tanya julia berusaha terlihat biasa saja di depan raskal.
"Ke rumah sakit? ngapain gue kesana?" Tanya balik raskal bingung.
"Ya nemenin kak natalie lah.." Jawab julia.
__ADS_1
Raskal terkekeh mendengar nya.
"Lo pikir gue kakek nya apa? Kan udah ada orang tuanya. Ngapain lagi gue disana. Mending juga sama lo disini."
Ucapan raskal berhasil membuat senyuman di bibir julia mengembang. Meskipun sebenarnya rasa tidak menentu karna kata sahabat tadi masih di rasakan nya.
"Bisa aja lo." Balas julia tersenyum.
Gue nggak tau perasaan apa ini. Tapi yang pasti gue selalu ngrasa nyaman kalau deket sama lo kal.
"Gue harap lo bisa jadi salah satu penerima beasiswa itu jul." Kata raskal.
Julia terdiam. Meskipun sebenar nya julia ragu dengan kemampuan nya sendiri. Tapi julia tidak mau mengecewakan raskal yang sudah banyak membantunya.
"Aminn.." Balas julia tersenyum.
Raskal ikut tersenyum. Cowok ganteng itu menghela nafas. Raskal tidak tau kenapa dirinya bisa langsung begitu sangat perduli pada julia. Tetapi yang pasti raskal tau dari semua kebingungan nya adalah raskal merasa nyaman dan senang saat bersama cewek itu.
"Besok pengumuman nya." Kata raskal lagi.
__ADS_1
Julia menolehkan kepalanya. Siap tidak siap julia tetap harus siap menerima keputusan itu. Julia mungkin memang akan merasa sangat kecewa jika gagal. Tapi paling tidak julia sudah berusaha.