Rahasia Hati

Rahasia Hati
37


__ADS_3

"Gue balik dulu yah" Kata tiara memasukan hp nya ke dalam tas slempang milik nya.


Tiara baru saja menerima telpon dari orang tuanya yang menyuruh nya untuk segera pulang.


"Nggak nungguin sampe gue selesai?" Tanya julia mengangkat kepala menatap tiara yang sudah berdiri.


"Nggak bisa jul, nyokap gue udah nunggu gue di rumah" Jawab tiara tersenyum.


Julia mengangguk mengerti.


"Ya udah, gue balik yah. Lo ati ati sama cowok ini" Kata tiara menatap sebal pada raskal yang duduk di samping kanan julia.


Raskal hanya berdecak. Tiara benar benar sangat sensitif pada nya.


"Oke, ati ati" Senyum julia.


Tiara mengangguk. Cewek itu meraih kunci mobil nya dan segera melangkah berlalu dari ruang keluarga rumah raskal.


"Gue bingung, kenapa tiara jadi galak banget sama gue sekarang" Ujar raskal setelah tiara tidak lagi terlihat.


Julia menoleh dan menatap raskal yang tampak murung.


Meskipun julia tau tapi julia tidak mungkin memberi tahu raskal.


"Mungkin tiara hanya sedang sensitif aja" Kata julia.


"Iyah, semoga aja" Balas raskal menghela nafas.


Julia tersenyum ketika raskal menoleh padanya. Cewek itu kembali mengerjakan soal nya.


Sekitar pukul 17;15 Julia selesai belajar bersama raskal. Julia mengemasi buku buku nya, sedangkan raskal membereskan gelas kotor dan beberapa sampah bekas kemasan makanan ringan dan membawa nya ke dapur.


"Gue anterin" Kata raskal menatap julia.


"Eh, nggak usah kal. Gue bisa pulang sendiri kok" Balas julia tidak enak hati.


Julia merasa selalu merepotkan raskal setiap bersama cowok itu.


"Udah nggak papa. Biasanya kan juga gue anterin" Senyum raskal.


Julia tersenyum membalas nya. Raskal selalu baik padanya.


"yuk"


Belum sempat julia menjawab raskal sudah lebih dulu menarik lengan julia untuk mengikutinya.


Sebelum nya raskal sudah memberitahu omanya jika dia akan mengantar julia pulang.


"Kita ke toko boneka dulu ya" Kata raskal saat julia naik ke boncengan nya.


"Hah? mau ngapain?" Tanya julia bingung.


"Gue udah janji sama anya mau beliin tedy bear" Jawab raskal mulai menstater motor nya.


Julia terdiam.


Raskal tidak hanya baik padanya. Tapi juga pada anya.


"Sorry yah kalo ade gue ngrepotin lo" Kata julia tidak enak.


Raskal tersenyum mendengar nya.


"Sebenar nya yang lebih ngrepotin itu lo"


Julia mengeryit mendengar nya. Julia memang selalu merasa merepotkan raskal,


tapi julia tidak menyangka jika raskal akan sejujur ini.


"Hahaa,, gue bercanda kok. Gue seneng bisa deket sama lo juga ade lo" Tambah raskal dengan tawanya.

__ADS_1


Julia tersenyum. Raskal selalu berhasil membuat nya bingung dengan perasaan nya sendiri.


Gue nggak tau perasaan apa ini.


Tapi, gue selalu merasa nyaman saat sama lo kal.


Raskal menghentikan motor nya tepat di depan sebuah toko boneka di pinggir jalan yang saat itu cukup ramai.


Julia yang berada di boncengan nya segera turun dan menunggu raskal melepas helm nya.


Setelah raskal melepas helm dan turun dari motor nya, raskal menggandeng tangan julia membawa nya masuk ke dalam toko boneka tersebut.


"Yang ini gimana?" Tanya raskal menunjuk boneka tedy yang ukuranya sangat besar. Bahkan tinginya hampir sama dengan nya.


"Itu kegedean kayak nya. Bawanya juga susah" Jawab julia menatap tedy yang di tunjuk raskal.


Raskal mengangguk setuju.


Cowok itu tersenyum membayangkan jika dirinya dan julia meletakan tedy bear itu di tengah mereka.


"Ya udah lo yang pilihin yah, gue mau nyari yang lain" Kata raskal menepuk pelan pundak julia.


"Kenapa harus gue?" Tanya julia bingung.


"Kan lo kakak nya, pasti lo lebih tau lah kesukaan anya dari pada gue" Jawab raskal menatap julia.


Julia terdiam mendengar nya.


Sebenar nya julia tidak terlalu tau tentang apa yang di sukai anya. Maklum, mereka tidak sedekat seperti yang raskal tau.


"Oke deh" Jawab julia pasrah.


"Nah gitu dong, ya udah lo pilih yang mana lo suka. Gue kesana yah" Senyum raskal.


Julia mengangguk dan tersenyum tipis sebelum raskal berlalu.


Setelah selesai memilih tedy bear untuk anya julia segera menghampiri raskal. Raskal tersenyum dan segera menggiring julia menuju kasir.


"Udah?" Tanya raskal pada julia.


"Udah kok" Jawab julia yang sudah siap di belakang raskal.


Julia memeluk kado berukuran besar yang di letakan di antara dirinya dan raskal.


Raskal pun segera menstater motor nya dan melaju menuju rumah julia.


Tidak butuh waktu lama motor raskal sudah sampai di halaman rumah sederhana julia. Kedua nya segera turun dari motor raskal dan melangkah beriringan menuju pintu masuk rumah julia.


"Julia pulang" Kata julia saat memasuki rumah nya.


Nia yang masih sibuk dengan setrikaan nya segera berhenti dengan aktivitas nya. Wanita itu bangkit dan melangkah menuju ruang tamu dimana raskal dan julia berada.


"Bunda" Senyum julia menyalimi nia.


Nia tersenyum dan mengelus lembut puncak kepala julia.


"Malem tante?" Sapa raskal ikut menyalimi nia.


"Malem nak raskal" Balas nia tersenyum.


Nia segera mempersilahkan raskal untuk duduk. Sedangkan julia masuk untuk membersihkan dirinya.


"Emm, tante anya mana?" Tanya raskal clingukan.


Biasanya anya selalu berteriak senang saat melihat kedatangan nya.


"Anya ada di kamar nya" Jawab nia tersenyum.


Nia melirik kado besar yang raskal letakan di samping nya kemudian tersenyum.

__ADS_1


Nia ingat apa yang di janjikan raskal pada anya kemarin.


"Sebentar tante panggilkan" Tambah nia.


"Iya tante" Jawab raskal mengangguk dengan senyum di bibir nya.


Nia bangkit dari duduk nya kemudian melangkah menuju kamar anya untuk memanggil nya.


"Kakak!" Teriakan anya membuat raskal menoleh. Cowok itu tersenyum kemudian merentangkan kedua tanganya agar anya memeluk nya.


Anya yang mengerti segera berlari dan berhambur memeluk raskal.


"Kakak ko baru dateng sih? anya nungguin dari tadi tau" Kata anya dalam pelukan raskal.


Raskal tersenyum kemudian melepaskan pelukan nya.


"Liat nih kakak bawa apa?" Tanya raskal menyodorkan kado nya pada anya.


"Wah,, ini buat anya?" Tanya balik anya dengan mata berbinar menatap raskal.


Raskal mengangguk dan tersenyum membalas nya.


"Buka dong" Katanya.


Dengan antusias anya segera membuka kado pemberian raskal. Anya bersorak gembira ketika mengetahui isi kado tersebut adalah boneka tedy bear yang bahkan ukuranya lebih besar dari tubuh nya.


"Anya suka?" Tanya raskal.


"Suka banget kak, makasih yah" Jawab anya senang.


Raskal terkekeh melihat nya. Cowok itu mengacak acak gemas rambut anya.


Seperti biasanya, anya selalu saja menahan raskal jika cowok itu akan pulang. Anya selalu mencari alasan agar raskal bisa tetap tinggal dan menemaninya bermain.


Julia dan nia yang melihat nya hanya menggeleng saja. Anya tampak sangat bahagia saat bersama raskal.


"Sorry yah, ade gue selalu aja begitu" Kata julia melangkah di samping raskal menuju motor nya.


Julia lagi lagi merasa tidak enak hati karna sikap anya pada raskal.


"Nggak papa ko', nyantai aja kali" Balas raskal tersenyum menatap julia.


Langkah keduanya berhenti saat sampai di depan motor raskal.


Raskal duduk di atas motor nya menatap julia yang berdiri tepat di depan nya.


"Gue punya sesuatu buat lo" Kata raskal tersenyum.


Julia mengeryit bingung mendengar nya.


"hah?" Bingung julia.


Raskal meraih bingkisan plastik putih berukuran sedang yang di ikatkan di bagian depan motor nya.


Julia mengeryit melihat nya.


Julia merasa tidak pernah melihat raskal membawa bingkisan tersebut saat keluar toko.


"Nih" Raskal menyodorkan bingkisan tersebut pada julia.


"Ini buat gue?" Tanya julia ragu.


Raskal hanya tersenyum sebagai jawaban nya.


Julia terdiam menatap bingkisan yang di sodorkan raskal. Tanganya terasa kaku untuk menerima nya.


"Ko' malah diem sih." Kata raskal mengeryit.


Julia tersenyum kaku.

__ADS_1


Dengan pelan tanganya meraih bingkisan yang di sodorkan raskal.


"Thank's" Katanya.


__ADS_2